Kabar5News – Perjalanan akhir tahun identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, mulai dari pulang ke kampung halaman, berlibur bersama keluarga, hingga mengunjungi destinasi wisata. Di tengah tingginya kebutuhan transportasi, biaya perjalanan menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan.
Untuk mendukung mobilitas tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghadirkan stimulus berupa pembebasan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan bagi penumpang pejalan kaki serta kendaraan Golongan II dan IVA di tujuh lintasan penyeberangan selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan perjalanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Tiket stimulus mulai dijual pada 7 November 2026, sementara periode keberangkatan berlangsung pada 22 Desember 2026 – 10 Januari 2027 melalui platform Ferizy.
Berlaku di Tujuh Lintasan Penyeberangan
Stimulus tarif ini berlaku untuk perjalanan dua arah, baik layanan reguler maupun ekspres, di tujuh lintasan penyeberangan, yaitu:
– Merak-Bakauheni
– Ketapang-Gilimanuk
– Padangbai-Lembar
– Tanjung Uban-Telaga Punggur
– Ajibata-Ambarita
– Kayangan-Poto Tano
– Sape-Labuan Bajo
Masyarakat yang berencana menyeberang melalui lintasan tersebut dapat menyesuaikan rencana perjalanan dengan ketentuan stimulus yang berlaku. Pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ditujukan bagi penumpang pejalan kaki serta kendaraan Golongan II dan IVA.
Meski demikian, calon penumpang tetap perlu memastikan rincian tarif, kategori kendaraan, dan ketentuan tiket melalui kanal resmi ASDP sebelum melakukan transaksi.
Tiket Dijual Sebelum Periode Keberangkatan
Penjualan tiket stimulus yang dibuka sejak 7 November memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal. Dengan periode keberangkatan yang berlangsung selama libur akhir tahun, pemesanan tiket menjadi salah satu hal penting untuk menghindari kendala saat menuju pelabuhan.
ASDP mengimbau masyarakat membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan dan datang sesuai jadwal yang tertera pada tiket.
Langkah tersebut juga membantu mengurangi penumpukan kendaraan dan penumpang akibat kedatangan yang tidak teratur. Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui Contact Center ASDP 191.
Bukan Sekadar Diskon, Kesiapan Layanan Jadi Perhatian
Potongan tarif bukan satu-satunya faktor yang menentukan kenyamanan perjalanan. Pada periode libur panjang, kepadatan pelabuhan, waktu antre, dan kesiapan kendaraan juga perlu diperhitungkan.
Karena itu, stimulus tarif perlu diimbangi dengan kesiapan operasional agar peningkatan mobilitas dapat berlangsung secara aman, nyaman, dan lancar.
Melalui program Nataru 2026/2027, ASDP berupaya menghadirkan akses perjalanan yang lebih terjangkau sekaligus mendorong masyarakat merencanakan penyeberangan secara tertib.
Pada akhirnya, perjalanan akhir tahun bukan hanya soal sampai ke tujuan, tetapi juga bagaimana perjalanan dapat berlangsung dengan nyaman sejak keberangkatan hingga tiba di tempat tujuan.











