Kabar5News – Syafiq Ali, pendaki yang dinyatakan hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah, selama 2 minggu lebih akhirnya ditemukan meski dalam kondisi meninggal dunia. Keberhasilan evakuasi ini tidak lepas dari peran krusial tim Wanadri yang terjun langsung menyisir medan sulit yang tak terjangkau pencarian biasa.
Ketangguhan personel Wanadri dalam operasi SAR (Search and Rescue) tersebut kembali membuktikan bahwa organisasi ini bukan sekadar perkumpulan penyuka alam, melainkan satuan terlatih dengan dedikasi tinggi terhadap kemanusiaan.
Wanadri, atau Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, merupakan organisasi pecinta alam tertua di Indonesia. Resmi berdiri pada 16 Mei 1964, di Bandung. Didirikan oleh sekelompok pemuda yang digawangi oleh Harry Hardiman (Indra), Ronny Nurzaman, Dadang Arif (Rimba), dan Satria (Tateng) dan lainnya.
Nama “Wanadri” sendiri berasal dari bahasa Sansakerta; Wana berarti hutan dan Adri berarti gunung. Wanadri hadir sebagai wadah pembentukan karakter pemuda agar memiliki mental baja, kemandirian, kecintaan yang mendalam terhadap tanah air dan Pancasilais.
Organisasi ini berasaskan pada empat pilar utama:
- Pendidikan Dasar: Membentuk pribadi yang tangguh dan disiplin.
- Organisasi: Belajar bekerja sama dalam sistem yang terstruktur.
- Pengabdian Masyarakat: Menjadi garda terdepan dalam bencana dan kemanusiaan.
- Lingkungan: Menjaga kelestarian alam sebagai warisan masa depan.
Menjadi anggota Wanadri bukanlah perkara mudah. Seseorang harus melewati fase Pendidikan Dasar Wanadri (PDW) yang terkenal sangat disiplin dan berat. Selama hampir satu bulan, calon anggota digembleng di hutan, gunung, hingga rawa-laut.
Materi yang diajarkan meliputi navigasi darat, teknik bertahan hidup (survival), panjat tebing, olah raga arus deras, hingga sosiologi pedesaan. Di sini, batas fisik dan mental setiap individu diuji hingga titik nadir untuk menghasilkan anggota yang mampu mengambil keputusan tepat dalam kondisi paling kritis sekalipun.

Jejak Wanadri tidak hanya tertinggal di puncak-puncak gunung tertinggi di dunia (Seven Summits), tetapi juga dalam sejarah kebencanaan Indonesia.
- Operasi SAR: Wanadri selalu hadir dalam evakuasi kecelakaan pesawat, pendaki hilang, hingga bencana besar seperti Tsunami Aceh dan Gempa Palu.
- Pemetaan Jalur: Banyak jalur pendakian dan pemetaan daerah terpencil di Indonesia dimulai dari penjelajahan anggota Wanadri.
- Sekolah Alam: Melalui Sekolah Pendaki Gunung (SPG) dan berbagai pelatihan outdoor, mereka mengedukasi masyarakat tentang keselamatan berkegiatan di alam.












