Kabar5News – Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah tinggal menghitung hari, umat muslim sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya termasuk membeli hewan kurban.
Namun, masih banyak yang belum paham sepenuhnya terkait seluk beluk memilih hewan kurban paling tepat. Kesalahan saat melakukan pemilihan dapat berakibat fatal.
Salah memilih berpotensi tidak sah dalam menjalankan ibadah kurban hingga berbahaya bagi kesehatan. Maka dari itu, perlu pemahaman mendalam terkait cara mengetahui kesehatan hewan kurban sebelum membeli.
Lantas, apa saja cara mengetahui kesehatan hewan kurban? Simak ulasan singkat dalam artikel ini.
Panduan Singkat Memeriksa Kesehatan Hewan Kurban Sebelum Membeli
Hewan kurban perlu dipastikan kesehatannya sebelum Anda membelinya. Hal tersebut merupakan bagian penting dari syariat, supaya ibadah sah dan daging yang dibagikan tidak berbahaya atau layak konsumsi.
Berdasarkan panduan kesehatan hewan yang dirangkum dari berbagai sumber, ada beberapa poin penting wajib Anda pahami.
Berikut adalah panduan mendetail untuk mengetahui kesehatan hewan kurban:
1. Pemeriksaan Fisik
Bagian pertama ini berkaitan dengan karakteristik fisik yang bisa dilihat dari hewan kurban, apakah sehat layak beli atau tidak.
• Mata dan Hidung: Mata bersih, cerah, dan tidak belekan. Cermin hidung (bagian ujung hidung) basah/berkeringat, bukan kering atau keluar lendir berlebihan.
• Bulu dan Kulit: Bulu bersih, halus, tidak kusam, dan tidak rontok. Kulit bersih dari bentol-bentol (gejala penyakit LSD), luka, atau kudis.
• Mulut dan Nafsu Makan: Hewan terlihat aktif mengunyah/memamah biak. Tidak ada air liur berlebihan yang keluar dari mulut.
• Tubuh: Bentuk tubuh padat/berisi, bukan kurus kering atau tulang rusuk menonjol ekstrem.
• Alat Kelamin/Anus: Bersih, tidak ada diare atau kotoran yang menempel kering berlebihan.
2. Pemeriksaan Perilaku dan Pergerakan
Poin kedua berkaitan dengan kelincahan, keaktifan hewan dalam kesehariannya. Biasanya saat membeli akan terlihat jelas.
Berikut rinciannya terkait pemeriksaan perilaku dan pergerakan:
• Aktif dan Lincah: Hewan sehat akan aktif bergerak, tidak lesu, atau hanya menunduk diam.
• Kaki dan Kuku: Kaki kokoh, tidak pincang, dan menapak sempurna pada tanah. Kuku tidak luka atau busuk.
3. Pastikan Tidak Cacat
Hewan sehat biasanya tidak memiliki cacat fisik sama sekali, kecuali memang ada penanda khusus pada salah satu bagian tubuhnya.
Karakteristik paling umum diantaranya berupa tidak buta, telinga tidak terpotong (kecuali sebagai penanda), ekor tidak terpotong, tanduk sempurna.
4. Pemeriksaan Syarat Syariat dan Surat Kesehatan
Hewan kurban yang sehat harus memenuhi syarat syariat serta ditunjukkan dengan adanya surat kesehatan.
Ketentuannya sebagai berikut:
• Usia: Sapi/kerbau minimal 2 tahun, kambing/domba minimal 1 tahun.
• Cacat: Tidak buta, tidak pincang, tidak hilang sebagian telinga atau ekor, dan testis lengkap (bagi jantan).
• SKKH: Minta penjual menunjukkan SKKH.
• Eartag/Tanda Telinga: Pilih hewan yang memiliki eartag kuning, menandakan sudah divaksinasi dan diperiksa petugas.
5. Waktu Terbaik Membeli
Beli hewan satu minggu atau beberapa hari sebelum Idul Adha saat pemeriksaan dinas peternakan paling intensif dilakukan.
Selain itu, Anda perlu memperhatikan lokasi jual yang jauh lebih bersih. Karena hewan dirawat pada lingkungan tersebut cenderung sehat dan tidak stres.












