Kabar5News – Sosok Eks Kepala BGN Dadan Hindayana mendapat sorotan tajam publik pasca pencopotan oleh Presiden Prabowo pada 2 Juni 2026.
Bahkan, kontroversi Dadan Hindayana selama masih menduduki jabatan empuk sebagai Kepala BGN tidak luput menjadi perhatian publik.
Pencopotan tersebut bersamaan dengan pengangkatan dan pelantikan pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) baru, Nanik Sudaryati Deyang.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan hasil evaluasi mendalam yang dilakukan selama 1,5 tahun seputar BGN.
Hasilnya sungguh mencengangkan, ada banyak persoalan ditemukan. Mulai dari kedisiplinan dalam melaksanakan SOP, sistem pengelolaan hingga kualitas makanan yang dibagikan pada siswa sekolah.
Sebagai sosok berpengaruh di BGN mulai dari awal terbentuknya lembaga, Dadan harus menghadapi tantangan pelaksanaan MBG, hingga sejumlah pernyataan maupun kebijakan yang memantik hujatan publik.
Berikut sejumlah kontroversi yang diutarakan Dadan Hindayana hingga berujung polemik, berdasarkan hasil rangkuman berbagai sumber:
1. Ekspansi MBG Ke Luar Negeri
Kontroversi kembali terjadi pada Mei 2026, yang mana Dadan mewacanakan untuk ekspansi MBG ke Arab Saudi.
Rencana tersebut diutarakan setelah selesai kunjungan ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan mendapat respon positif di sana saat berbicara tentang program MBG.
Dadan menuturkan bahwa, SIJ menjadi percontohan MBG luar negeri pertama jika disetujui Presiden Prabowo Subianto.
Kritik keras bermunculan, apalagi wacana tersebut dinilai tidak relevan di tengah aneka persoalan pelaksanaan MBG di Indonesia.
2. Kasus Keracunan Makanan
Keracunan makanan yang dialami penerima MBG selama kepemimpinan Dadan menjadi persoalan tersendiri hingga badai kecaman dan protes terhadap tata kelola, SOP menjadi hal paling dikecam.
Sejak program MBG berjalan pada Januari 2025, sudah tercatat banyak korban keracunan. Saat rapat bersama DPR November 2025, Dadan mengungkapkan ada 11.640 penerima manfaat kena dampak serius.
Jumlah tersebut menunjukkan sebanyak 636 orang rawat inap, 11.004 rawat jalan.
3. Menu MBG Saat Ramadan
Ketika masuk bulan Ramadan pemberian menu MBG tetap berjalan, padahal sebagian besar siswa berpuasa.
BGN mengubah mekanisme menu MBG yang bisa dibawa pulang untuk disantap saat berbuka puasa.
Lagi-lagi menimbulkan kontroversi, sebab menu yang seharusnya berisi telur rebus, susu, kurma, buah, makanan tahan lama.
Penerima MBG malah mendapatkan sereal instan, roti, dua butir kurma.
4. Minum Susu 2 Liter Setiap Hari
Kontroversi selanjutnya muncul saat Eks Kepala BGN tersebut hadir dalam acara di Ponpes Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur 25 Mei 2025.
Ia berbagai cerita tentang kebiasaannya mengkonsumsi susu dua liter per hari. Bahkan, Dadan juga mengaitkan hal itu dengan tinggi badan anaknya yang mencapai lebih dari 180 cm.
Pernyataan tersebut menuai kritik tajam publik yang dinilai kurang empati dengan kondisi ekonomi saat ini. Masih banyak orang berjuang untuk mencukupi kebutuhan pangan harian.
Jika harus minum susu dengan ukuran besar setiap hari, bisa jadi memberatkan mereka yang masih harus berjuang untuk makan sehari-hari.
5. Usulan Menu MBG Pakai Serangga dan Ulat Sagu
Usulan Dadan yang dilontarkan pada 25 Januari 2025 terkait penggunaan serangga serta ulat sagu sebagai alternatif protein dalam menu MBG menuai kecaman berbagai pihak, termasuk masyarakat.
Dadan berpendapat bahwa, Indonesia punya keragaman pangan lokal di setiap daerah, termasuk Indonesia Timur, yang mana masyarakatnya telah lama konsumsi ulat sagu dan serangga sebagai sumber protein.
Pro kontra bermunculan, pihak yang mendukung mengungkapkan bahwa bahan tersebut bentuk dari pelestarian kearifan lokal.
Sementara itu, pihak yang menentang berpendapat bahwa menu tersebut jauh dari makanan bergizi yang didanai oleh negara.












