Kabar5News – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat di kancah internasional. Dua perwira terbaik TNI AD berhasil menyelesaikan pendidikan militer tingkat tinggi di Turki dan diwisuda langsung oleh Presiden Republik Turki, Recep Tayyip Erdoğan, dalam upacara resmi yang berlangsung di Istanbul.
Berdasarkan keterangan Penerangan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Penkostrad), Minggu (19/7/2026), kedua perwira tersebut adalah Mayor Inf MA Maulana dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan Mayor Inf Rachman.
Keduanya berhasil menuntaskan pendidikan Command and General Staff Officer Education (CGSOE) atau Defence Studies Master Program (Komuta ve Kurmay Eğitimi) di Milli Savunma Üniversitesi (MSÜ), salah satu institusi pendidikan militer paling bergengsi di Turki.
Program pendidikan tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 bulan dengan kurikulum yang dirancang untuk membentuk perwira menengah yang memiliki kemampuan kepemimpinan, pemikiran strategis, serta wawasan pertahanan dan keamanan yang komprehensif.
Setelah melalui berbagai tahapan akademik dan pelatihan yang ketat, kedua perwira TNI AD tersebut berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan meraih gelar Master of Arts in Defense and Security Studies.
Prosesi wisuda digelar pada 10 Juli 2026 dan diikuti oleh 301 lulusan, yang terdiri atas perwira militer Turki serta peserta dari berbagai negara sahabat dan mitra strategis.
Kehadiran Presiden Recep Tayyip Erdoğan sebagai pemimpin negara sekaligus tamu kehormatan dalam upacara tersebut semakin menegaskan reputasi dan prestise Milli Savunma Üniversitesi sebagai institusi pendidikan militer yang melahirkan calon pemimpin pertahanan masa depan.
Penkostrad menilai keberhasilan Mayor Inf MA Maulana dan Mayor Inf Rachman merupakan bukti nyata bahwa kualitas sumber daya manusia TNI AD mampu bersaing di tingkat global.
“Capaian gemilang ini mencerminkan kualitas, profesionalisme, serta daya saing tinggi yang dimiliki oleh perwira TNI AD di lingkungan internasional,” demikian keterangan Penkostrad.
Lebih dari sekadar pencapaian akademik, keberhasilan kedua perwira tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Turki. Pendidikan bersama di lingkungan militer internasional dinilai mampu meningkatkan interoperabilitas, memperluas jejaring profesional antarperwira, sekaligus mempererat diplomasi pertahanan kedua negara.
Keberhasilan ini sejalan dengan komitmen TNI Angkatan Darat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berstandar internasional.
Dengan bekal pengetahuan strategis dan pengalaman global yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Turki, kedua perwira tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung modernisasi organisasi, pengembangan doktrin, serta peningkatan profesionalisme TNI AD dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.












