Kabar5News – Harga bahan kebutuhan pokok bak naik roller coaster, ada yang mengalami kenaikan, tetap maupun penurunan. Tentu saja bikin seseorang dilema antara masak sendiri atau beli di warteg.
Begitu juga dengan harga bumbu, sayuran, aneka bahan pangan mengandung protein juga mengalami pola naik atau turun.
Bagi seseorang yang masih single hidup sendiri di perantauan, beli makan di warteg bisa jadi pilihan praktis. Namun, tidak menutup kemungkinan memilih untuk memasak sendiri
Sementara itu, mereka yang sudah menikah dengan keluarga kecil. Memasak menu sehat sendiri menjadi pilihan terbaik. Meski terkadang tetap beli makan di warteg.
Lantas, lebih hemat mana antara masak sendiri atau beli makan di warteg? Simak selengkapnya pada artikel ini.
Perbandingan Biaya Masak Sendiri vs Makan di Warteg
Penentuan mau masak sendiri atau makan di warteg tergantung pada besaran biaya yang dibutuhkan.
Melansir informasi dari TikTok @felicia.tjiasaka, Alodokter berikut rincian perbandingan biaya yang dibutuhkan.
1. Jumlah Porsi 1 Orang (Sendiri)
Masak sendiri lebih mahal karena bahan sisa berisiko terbuang, biaya gas, minyak bumbu eceran tinggi.
Sementara itu, beli di warteg bisa jauh lebih murah karena bisa beli lauk porsi pas.
Jadi, opsi beli makan di warteg merupakan pilihan praktis.
2. Keluarga
Pilihan masak sendiri jauh lebih murah karena membeli bahan mentah sesuai jumlah grosir, sehingga mampu menghemat biaya per porsi daripada beli di luar.
Sementara itu, opsi beli makan di warteg bisa lebih mahal karena akumulasi dari harga per porsi dikali jumlah orang.
Pilihan paling tepat dengan memasak sendiri.
Sisi Positif dan Negatif Masak Sendiri vs Beli Makan di Warteg
Kedua pilihan tersebut mempunyai plus dan minus masing-masing. Rinciannya seperti ini:
1. Beli di Warteg
• Kelebihan
Variasi menu harian sangat banyak, hemat waktu belanja dan mencuci peralatan, serta tidak ada risiko bahan makanan membusuk di kulkas.
• Kekurangan
Higienitas, penggunaan minyak goreng, serta kandungan garam/penyedap rasa sulit dikontrol secara mandiri.
• Hidden Cost (Biaya Tersembunyi)
Biaya bensin atau jasa transportasi daring jika jarak warteg cukup jauh dari tempat tinggal Anda.
2. Masak Sendiri
• Kelebihan
Kebersihan terjamin, porsi nutrisi dapat disesuaikan, serta jauh lebih sehat untuk jangka panjang.
• Kekurangan
Membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk belanja, mempersiapkan bahan (meal prep), memasak, hingga mencuci piring.
• Hidden Cost
Pembelian bumbu dapur, gas elpiji, minyak goreng, sabun cuci piring, serta listrik kulkas untuk menyimpan sisa bahan baku.
Strategi Paling Aman Hemat Budget Makan
Jika Anda ingin menekan pengeluaran serendah mungkin tanpa perlu berkorban waktu.
Silahkan memakai strategi hibrida yang biasa dipakai anak kos maupun pekerja:
1. Masak Nasi Sendiri
Biaya beras yang dimasak sendiri di rice cooker jauh lebih murah daripada membeli nasi putih per porsi di warteg.
2. Beli Lauk di Warteg
Cukup beli 1 atau 2 jenis lauk matang (contohnya: ikan, telur, atau ayam) di warteg untuk menemani nasi hangat yang sudah Anda masak sendiri di rumah.
Penerapan kombinasi tersebut, bisa menghemat pengeluaran makan harian mencapai 30% lebih efektif daripada hanya mengandalkan salah satu metode secara terus-menerus.










