Kabar5News – Di era modern yang serba digital, tantangan bagi para lulusan sekolah atau universitas untuk memasuki dunia kerja menjadi semakin kompleks. Proses rekrutmen tidak lagi hanya mengandalkan berkas fisik yang dibawa langsung, melainkan sudah bergeser ke arah digitalisasi, pemanfaatan teknologi, dan analisis kepribadian berbasis media sosial.
Merespons fenomena tersebut, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina menyelenggarakan kegiatan pengabdian sosial berupa pelatihan intensif pembuatan CV ATS (Applicant Tracking System) kepada ratusan siswa kelas 11 SMKN 15 Kota Bekasi, pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan edukatif ini mengusung tema yang sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini, yaitu “Siap Bekerja, Percaya Diri, dan Bijak di Era Digital”.
Ketua panitia pelatihan tersebut, Suandi Suryadani mengatakan, pelatihan ini merupakan upaya Universitas Paramadina dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan inklusif yang berlandaskan filosofi dasar Paramadina, yakni keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan.
Menurutnya, kemodernan termasuk bagaimana para siswa sekolah bisa memanfaatkan dunia digital untuk tujuan yang baik, dalam hal ini menunjang dunia kerja di masa mendatang.
“Tentunya pelatihan ini sangat bermanfaat karena hampir setiap perusahaan menggunakan sistem atau mesin, sehingga sebelum mereka menunjukkan keampilannya, sudah dipastikan ketika membuat CV ATS, sudah bisa dipastikan terjaring ataupun masuk ke dalam kategori yang dicari oleh perusahaan,” ujar Suandi.
Ia menambahkan, rangkaian acara pelatihan dikemas secara interaktif dengan membedah perbedaan penting antara curriculum vitae (CV) dan cover letter, teknik menyusun CV berbasis ATS yang kini diadopsi oleh mayoritas perusahaan, hingga pentingnya mengelola rekam jejak digital (digital footprint).
Langkah strategis ini mendapat apresiasi penuh dari pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) dan Manajemen Mutu SMKN 15 Kota Bekasi, Dhani Irawan menyampaikan, kehadiran para mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina memberikan kontribusi positif yang sangat nyata bagi perluasan wawasan anak didiknya dalam menghadapi tantangan industri yang berubah cepat.
“Alhamdulillah kegiatan ini sangat membantu murid-murid SMKN 15 Kota Bekasi, karena pasti akan menambah wawasan para siswa mengenai apa saja yang dibutuhkan ketika hendak masuk ke dunia kerja, di mana siswa-siswa itu harus adaptif mengikuti perkembangan zaman sehingga dia lebih siap lagi untuk menghadapi tantangan di dunia kerja,” tutur Dhani.

Ia mengungkapkan, selama ini salah satu kendala yang dihadapi para siswa, khususnya di SMKN 15 Kota Bekasi, adalah belum seimbangnya kemampuan menggunakan gawai dengan pemahaman substansi karier.
Menurut Dhani, tak sedikit siswa yang mahir teknologi, namun belum mengerti cara memikat perusahaan melalui berkas lamaran kerja ataupun sikap saat menghadapi sesi wawancara.
“Anak-anak sekarang itu kan lebih cenderung digital-digital tapi tidak tahu konsep isinya waktu wawancara seperti apa, penulisan CV yang baik dan benar seperti apa. Menulis aja bisa, tetapi kuncinya di mana, kan mungkin dari teman-teman tadi sudah menjelaskan yang itu mungkin menjadi kunci untuk supaya diterima di kerja itu seperti apa,” tambahnya.
Tantangan perilaku di ruang siber ini turut diamini oleh Suandi Suryadani. Ia menjelaskan bahwa aspek attitude di dunia maya kini menjadi salah satu poin penilaian utama yang tidak tertulis. Menurutnya, hal ini turut menjadi salah satu target akhir dari pelatihan ini.
“Saat ini, para perekrut atau HRD di berbagai perusahaan tidak hanya membaca apa yang tertulis di dalam CV. Mereka kini juga memantau dan memeriksa secara saksama akun media sosial para pelamar kerja. Ketika jejak digital mereka buruk atau melanggar norma sosial, hal itu akan menjadi nilai negatif yang membuat mereka sulit diterima bekerja,” ungkap Suandi.
Suksesnya agenda pengabdian masyarakat ini juga tidak lepas dari komitmen berbagai pihak yang turut ambil bagian untuk memperkecil kesenjangan (gap) antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil di lapangan kerja.
Pelatihan ini turut didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), PT Apexindo Pratama Duta Tbk dan PT Medina Global Anshary yang hadir sebagai sponsor kegiatan.
Perwakilan dari Corporate Secretary PT Apexindo Pratama Duta yang hadir di saat pelatihan, Naura Devita mengatakan, perusahaannya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina.
Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa, tak hanya sekadar kemampuan teknis membuat CV ATS, tapi juga menanamkan pengetahuan yang nyata untuk memasuki dunia kerja.
“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen PT Apexindo yang memiliki kepedulian untuk ikut serta memajukan dunia pendidikan. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membantu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga siap bersaing secara profesional sejak hari pertama mereka lulus,” ujar Naura.
Tak hanya diberikan pemahaman mengenai CV ATS dan kegunaannya, para siswa juga mempraktikkan langsung membuat CV tersebut. Manfaat konkret dari materi praktis yang diajarkan dirasakan langsung oleh para peserta pelatihan.
Salah satunya adalah Latifah Nurul Aza. Setelah mengikuti pelatihan ini, ia mengaku mendapat banyak pemahaman baru yang sangat aplikatif mengenai pembuatan CV ATS dan cover letter. Semua itu, lanjut Latifa, sangat berguna untuk masa depannya.
“Program ini baik sekali dan juga mengajarkan kita tentang bedanya cover letter dan CV atau curriculum vitae. Yang mengajarkan kita untuk bisa menyusun curriculum vitae sendiri. Untuk di kemudian harinya ini cocok banget buat yang mau melamar kerja, karena di sini kan programnya tentang membahas bagaimana cara membuat CV. Jadi akan terpakai ketika nanti kita mau mendaftar kerja, lamaran kerja,” kata siswi yang akrab disapa Ana tersebut.
Hal senada diungkapkan oleh siswa kelas 11 lainnya, Fadli Fadilah. Ia menilai pengetahuan mengenai penyusunan CV ATS ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi anak-anak SMK yang memang diproyeksikan langsung memasuki pasar kerja pasca-kelulusan.
“Sangat bermanfaat untuk yang melanjutkan bekerja, karena SMK itu lebih ke arah melanjutkan bekerja dibanding kuliah. Pengetahuan hari ini akan cukup berguna untuk saya, karena saya ingin melanjutkan bekerja sambil kuliah,” tutur Fadli optimis.
Antusiasme Latifa, Fadli dan ratusan siswa SMKN 15 Kota Bekasi menjadi bukti kesuksesan pelatihan ini. Keberhasilan ini sekaligus meneguhkan komitmen Universitas Paramadina dalam elemen pengabdian masyarakat.
Ketua panitia, Suandi Suryadani berharap kedepannya pelatihan serupa juga bisa dilakukan di sekolah lainnya dan menjangkau lebih banyak siswa, agar generasi muda Indonesia lebih siap dalam memasuki dunia kerja.
“Saya berharap program ini tak selesai disini dan bisa berkesinambungan, tak hanya oleh angkatan kami, mungkin nanti angkatan selanjutnya bisa melaksanakan dengan program serupa, bahkan bisa lebih baik lagi dengan materi tentunya yang sangat berberat yang dibutuhkan oleh para peserta,” pungkas Suandi












