Kabar5News – Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di wilayah Papua. Personel Satgas Yonif 613/Raja Alam dari Titik Kuat (TK) Balinggup bergerak cepat mengevakuasi seorang ibu hamil yang mengalami kondisi darurat medis di Kampung Balinggup, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Minggu (14/6/2026).
Di tengah kondisi geografis yang menantang dan keterbatasan sarana kesehatan, para prajurit bersama tim kesehatan harus bekerja ekstra untuk memastikan warga yang membutuhkan pertolongan dapat memperoleh penanganan medis yang layak. Respons cepat tersebut menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat di wilayah pedalaman yang masih memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
Komandan TK Balinggup, Lettu Inf Neto Fernandes, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika warga melaporkan kondisi seorang ibu hamil yang membutuhkan bantuan segera. Mendapat informasi tersebut, personel TNI bersama tenaga kesehatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan memastikan kondisi pasien.
Menurut Neto, setelah dilakukan pemeriksaan, tim kesehatan menilai kondisi pasien memerlukan penanganan medis yang lebih intensif. Atas dasar itu, diputuskan untuk melakukan evakuasi darurat agar ibu hamil tersebut dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih memadai.
“Melihat kondisi pasien yang memerlukan tindakan medis lebih intensif, tim memutuskan melakukan evakuasi darurat menggunakan tandu,” ujar Neto.
Proses evakuasi pun berlangsung penuh perjuangan. Para prajurit harus menandu pasien melewati jalan setapak yang sempit, tanjakan curam, semak belukar, serta jalur pegunungan yang terjal dan berbukit. Medan seperti ini merupakan tantangan yang kerap dihadapi masyarakat maupun aparat yang bertugas di wilayah pedalaman Papua.
Meski harus berjibaku dengan kondisi alam yang berat, para prajurit tetap berupaya menjaga keselamatan pasien selama perjalanan. Dengan penuh kehati-hatian, mereka bahu-membahu membawa tandu melewati berbagai rintangan demi memastikan ibu hamil tersebut segera mendapatkan pertolongan medis.
Keterbatasan akses transportasi dan jauhnya fasilitas kesehatan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di sejumlah wilayah pegunungan Papua. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran personel TNI sering kali menjadi salah satu harapan utama warga ketika menghadapi situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
Menurut Neto, tindakan yang dilakukan para prajurit bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan wilayah, melainkan juga bagian dari komitmen kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Aksi ini bukan sekadar menjalankan tugas negara, tetapi merupakan panggilan kemanusiaan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami. Dalam kondisi apa pun, TNI akan berupaya hadir memberikan bantuan terbaik, terutama ketika nyawa warga berada dalam situasi yang mengkhawatirkan,” ujarnya.
Aksi evakuasi tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat yang merasa terbantu dengan respons cepat yang diberikan personel Satgas Yonif 613/Raja Alam. Kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan solusi ketika warga menghadapi kondisi darurat.
Selama menjalankan tugas di Papua, personel Satgas Yonif 613/Raja Alam tidak hanya fokus pada aspek keamanan wilayah. Mereka juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, mulai dari pelayanan kesehatan, bantuan pendidikan, hingga membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur.
Aksi penyelamatan ini kembali menunjukkan komitmen TNI untuk selalu hadir bersama rakyat. Di tengah medan yang berat dan berbagai keterbatasan yang ada, semangat pengabdian para prajurit menjadi wujud nyata bahwa keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.











