Kabar5News – Indonesia dan Malaysia kembali memperkuat hubungan pertahanan melalui Latihan Bersama (Latma) Kekar Malindo 49AB/2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Menjelang pelaksanaannya, Tim Delegasi Tentera Darat Malaysia (TDM) melakukan peninjauan ke Batalyon Infanteri (Yonif) 100/Prajurit Setia, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, untuk memastikan kesiapan fasilitas, medan latihan, serta mematangkan berbagai materi yang akan dijalankan selama latihan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rapat Kelompok Perancang Latihan (KPL) yang membahas skenario dan teknis pelaksanaan. Selain itu, delegasi Malaysia juga dijadwalkan mengenal lebih dekat kekayaan alam dan budaya Sumatra Utara sebagai bagian dari rangkaian kegiatan selama berada di Indonesia.
Komandan Yonif 100/Prajurit Setia, Letkol Inf Amirul Hajri, mengatakan Latma Kekar Malindo bukan hanya menjadi sarana meningkatkan kemampuan prajurit, tetapi juga mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia di bidang pertahanan.
“Dengan melalui Latma ini tentunya akan mempererat hubungan bilateral di bidang pertahanan antara Indonesia dan Malaysia,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Di balik pelaksanaan latihan tahun ini, Latma Kekar Malindo memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kerja sama militer bilateral yang paling konsisten di kawasan Asia Tenggara. Nama Kekar Malindo sendiri merupakan singkatan dari Keris Kartika Malaysia–Indonesia, yaitu latihan bersama antara TNI Angkatan Darat dan Tentera Darat Malaysia (TDM) yang pertama kali digelar pada 1977.
Selama hampir lima dekade, latihan ini terus dilaksanakan secara bergantian di Indonesia dan Malaysia. Keberlangsungannya menjadi bukti eratnya hubungan kedua negara serumpun dalam membangun kerja sama pertahanan, sekaligus memperkuat komunikasi dan rasa saling percaya di antara prajurit kedua angkatan darat.
Lebih dari sekadar mengasah kemampuan taktik tempur, Latma Kekar Malindo juga menjadi wadah untuk meningkatkan interoperabilitas, menyamakan prosedur operasi, serta berbagi pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, khususnya di wilayah perbatasan darat Indonesia dan Malaysia.
Melalui latihan tersebut, para prajurit tidak hanya berlatih bersama, tetapi juga membangun hubungan profesional yang diharapkan mampu mendukung koordinasi apabila kedua negara menghadapi situasi yang membutuhkan kerja sama di lapangan.
Di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang, keberlanjutan Latma Kekar Malindo menunjukkan komitmen Indonesia dan Malaysia untuk menjaga stabilitas regional melalui pendekatan kolaboratif. Tradisi yang telah berlangsung sejak 1977 ini pun menjadi simbol bahwa hubungan pertahanan kedua negara tidak hanya dibangun melalui diplomasi, tetapi juga melalui latihan bersama yang konsisten dan saling menguntungkan.
Dengan kembali digelarnya Latma Kekar Malindo 49AB/2026, Indonesia dan Malaysia melanjutkan warisan kerja sama yang telah terjalin selama puluhan tahun, sekaligus memperkuat persahabatan, profesionalisme prajurit, dan komitmen bersama dalam menjaga keamanan kawasan.










