Kabar5News – Timnas Indonesia membuka perjalanan di ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan cara yang nyaris sempurna. Bermain di hadapan ribuan pendukungnya di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (27/7), skuad Garuda tampil meyakinkan dengan menundukkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Grup A.
Kemenangan tersebut bukan sekadar memberikan tambahan tiga poin dalam persaingan menuju babak semifinal. Di balik pesta lima gol yang diciptakan Indonesia, tersimpan sejumlah catatan menarik yang memperlihatkan perkembangan positif skuad Garuda, mulai dari lahirnya bintang baru, kontribusi pemain senior, hingga berlanjutnya tren kemenangan di bawah kepemimpinan pelatih John Herdman.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Indonesia langsung menunjukkan intensitas permainan yang tinggi. Mitchell Baker membuka keunggulan pada menit keenam sebelum kembali menggandakan keunggulan sembilan menit berselang. Dominasi Garuda semakin terlihat ketika Sandy Walsh mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-24.
Memasuki babak kedua, Kamboja sempat memperkecil kedudukan setelah gol bunuh diri yang melibatkan Nadeo Argawinata pada menit ke-46. Namun Indonesia tidak kehilangan kendali permainan. Mitchell Baker kembali mencetak gol pada menit ke-57 untuk melengkapi hattrick-nya, sebelum Jens Raven menutup kemenangan Garuda lewat gol pada menit ke-85.
Dari lima gol yang tercipta, perhatian terbesar tertuju kepada Mitchell Baker. Penyerang muda tersebut menjalani debut yang luar biasa bersama Timnas Indonesia senior. Dalam pertandingan pertamanya di ajang resmi, Baker langsung mencetak tiga gol dan masuk ke dalam daftar pemain Indonesia yang pernah membukukan hattrick di sejarah Piala AFF.
Catatan tersebut membuat Mitchell Baker menjadi pemain Indonesia keempat yang berhasil mencetak trigol sepanjang sejarah turnamen, sebuah pencapaian yang menunjukkan potensi besar pemain muda tersebut untuk menjadi salah satu andalan Garuda pada masa mendatang.
Tak hanya Baker, pertandingan ini juga menjadi momen spesial bagi Jens Raven dan Brian Fatari. Ketiganya sama-sama menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior di kompetisi resmi. Kehadiran para pemain muda tersebut menjadi gambaran bahwa proses regenerasi di tubuh Garuda mulai berjalan dan mampu memberikan dampak nyata sejak pertandingan pertama.
Meski para pemain muda mencuri perhatian, kontribusi pemain senior juga tidak kalah penting. Thom Haye kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pengatur ritme permainan Indonesia. Gelandang berusia 30 tahun itu menyumbangkan tiga assist dalam satu pertandingan, sekaligus menambah koleksi assist-nya menjadi lima bersama Timnas Indonesia.
Peran Thom Haye menjadi bukti bahwa keseimbangan antara pemain senior dan generasi baru mulai terbentuk. Pengalaman para pemain lama dipadukan dengan semangat dan energi pemain muda menghadirkan permainan yang lebih efektif sepanjang laga.
Kemenangan atas Kamboja juga memperlihatkan semakin tajamnya lini serang Garuda sejak ditangani John Herdman. Hingga laga perdana Piala AFF 2026, Timnas Indonesia telah mencetak 13 gol di bawah kepemimpinan pelatih asal Inggris tersebut. Menariknya, delapan gol di antaranya tercipta pada babak pertama, menandakan Indonesia mampu langsung mengambil inisiatif permainan sejak awal pertandingan.
Produktivitas tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pendekatan yang diterapkan Herdman mulai menghasilkan perubahan positif. Timnas Indonesia tidak hanya mampu mencetak banyak gol, tetapi juga tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Selain itu, kemenangan 5-1 atas Kamboja juga menambah daftar catatan sejarah Timnas Indonesia di ajang Piala AFF. Hasil tersebut menjadi kemenangan ketiga Garuda dengan skor 5-1 setelah sebelumnya diraih saat menghadapi Laos pada 1996 dan Malaysia pada 2010.
Tak berhenti di situ, kemenangan tersebut juga menjadi margin kemenangan terbesar Indonesia atas Kamboja dalam enam pertemuan terakhir. Dominasi itu mempertegas rekor positif Garuda ketika menghadapi salah satu rivalnya di kawasan Asia Tenggara.
Di bawah arahan John Herdman, kemenangan ini sekaligus memperpanjang tren positif Timnas Indonesia menjadi tiga kemenangan beruntun. Sebelum mengalahkan Kamboja, Garuda lebih dulu sukses menundukkan Oman dan Mozambik dalam laga uji coba internasional.
Berbagai catatan tersebut menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk menatap pertandingan-pertandingan berikutnya di Grup A. Persaingan memang masih panjang dengan kehadiran Vietnam dan Singapura sebagai pesaing utama, namun kemenangan pada laga pembuka telah memberikan kepercayaan diri sekaligus menunjukkan bahwa skuad Garuda tidak hanya meraih tiga poin, tetapi juga mulai membangun fondasi tim yang menjanjikan.
Laga melawan Kamboja pun akhirnya bukan sekadar menjadi pembuka perjalanan Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026. Pertandingan itu menjadi panggung lahirnya sejumlah rekor, debut gemilang para pemain muda, kontribusi penting pemain senior, hingga sinyal bahwa Timnas Indonesia tengah bergerak ke arah yang semakin positif di bawah era kepelatihan John Herdman.










