Kabar5News – Polusi mikroplastik telah menjadi perhatian serius, jika masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, lambat laun akan merusak organ-organ penting.
Upaya penangkalan sederhana telah ditemukan melalui berbagai penelitian yang mengungkapkan bahwa kelor atau moringa dengan julukan tanaman ajaib ini mampu memfilter sempurna mikroplastik.
Kelor identik kaya nutris ini telah terbukti mampu menyingkirkan kandungan mikroplastik yang terdapat dalam air minum.
Berbagai Penelitian Ungkap Kelor Efektif Tangkal Polusi Mikroplastik
Kelor tidak hanya dikonsumsi sebagai sayur, teh, dessert dan lain-lain. Tapi juga bisa menyaring air dari polusi tanpa tambahan bahan kimia berbahaya.
Melansir dari CNN International, Ilmuwan dari Inggris dan Brasil berhasil menemukan manfaat ekstrak biji dari pohon ajaib tersebut. Banyak penelitian mengungkapkan tanaman tersebut punya efek setara bahan kimia komersial dalam menyaring mikroplastik.
Pohon kelor sudah dipakai untuk memurnikan air sepanjang ribuan tahun mulai dari bangsa Yunani, Romawi, Mesir Kuno. Hal tersebut sempat diteliti oleh Adriano Gonçalves dos Reis, penulis studi sekaligus professor di Institut Sains dan Teknologi Universitas Negeri São Paulo.
Ia bersama rekannya, dos Reis sudah mencoba meneliti biji kelor dalam satu dekade sebagai “koagulan” alami yang mampu membuat partikel kecil pada air saling menempel lalu mudah disaring.
Penelitian tersebut berfokus pada pengujian mikroplastik jenis PVC yang terkenal berbahaya, biasanya terdapat dalam air keran. Para peneliti melakukan pengujian pada partikel ukuran 18,8 mikrometer setebal rambut manusia, hasilnya benar-benar bikin kaget.
Ternyata ekstrak biji kelor mampu menghempaskan mikroplastik dari air keran yang dipakai pada sistem filtrasi. Bahkan bisa dikatakan setara seperti tawas atau aluminium sulfat.
Peneliti Mengakui Biji Kelor Setara dengan Tawas
Berdasarkan informasi dari CNN International, biji kelor mempunyai keunggulan terbaik daripada tawas. Sebab mempunyai karakteristik terbarukan, bisa terurai secara alami, tidak ada limbah lumpurnya.
Pemakaian biji alami juga mampu mengurangi risiko toksisitas. Karena aluminium sering menjadi penyebab munculnya penyakit neurodegeneratif.
Bahkan, Matthew Campen, profesor ilmu farmasi dari University of New Mexico Health Sciences Center, yang tidak ikut serta pada penelitian tersebut, berpendapat tentang nilai ekonomisnya.
Ia berpendapat saat mengganti sistem filtrasi berbahan aluminium pakai produk alami bisa memberikan dampak positif untuk lingkungan.
“Menggunakan produk alami untuk mengganti sistem filtrasi berbasis aluminium mungkin menawarkan solusi yang lebih murah dan berkelanjutan untuk penghilangan mikroplastik PVC,” ungkap Campen.
Kelor bukanlah sekedar tanaman biasa, tidak hanya baik bagi tubuh, bisa dipakai menghilangkan polusi mikroplastik lebih efektif dari bahan kimia yang cenderung menghasilkan limbah berbahaya.











