Kabar5News – Teknologi kecerdasan buatan (AI) bukan hanya dipakai sebagai sarana pendukung bagi tenaga kesehatan. Namun, menyimpan banyak manfaat dalam kelancaran aktivitas harian.
AI mampu membantu tenaga kesehatan dalam mengelola informasi maupun memeriksa secara detail, rinci terkait terkait pekerjaan-pekerjaan klinis.
Dengan adanya teknologi kecerdasan buatan, segala keputusan akhir dari dokter terhadap pasiennya benar-benar sesuai kondisi.
Berdasarkan informasi yang tercantum pada laporan Future Health Index (FHI) tahun 2026, 34 persen tenaga kesehatan profesional mengungkapkan bahwa AI membantu mengoreksi kesalahan medis.
Dari situlah kecerdasan buatan mulai disebut sebagai second eye atau mata kedua bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia kesehatan.
Supaya lebih jelas lagi, berikut berbagai manfaat penggunaan teknologi terkini bagi tenaga kesehatan profesional Tanah Air.
Deretan Manfaat AI dalam Bidang Kesehatan
Dilansir dari Kompas, kecerdasan buatan kini menjadi bagian penting bagi siapa saja yang berkecimpung pada bidang kesehatan.
1. Pekerjaan Nakes Bisa Diperiksa Kembali
Presiden Direktur Philips Indonesia Astri Ramayanti Dharmawan saat hadir dalam Future Health Index 2026 di The Westin, Jakarta, pada Rabu (19/8/2026), Mengutarakan bahwa AI bukan hanya mempercepat pekerjaan tapi membantu tenaga medis untuk analisis berbagai informasi klinis.
Teknologi ini bisa diibaratkan layaknya teman yang membantu dalam dokumentasi klinis serta hasil pencitraan medis.
“AI itu seperti second eye, mata kedua untuk mengoreksi dan juga untuk memvalidasi,” kata Astri.
2. Membantu Mempercepat Proses Pemeriksaan dan Pembacaan Hasil
Penggunaan kecerdasan bisa juga terlihat dalam pencitraan medis. Astri mengatakan bahwa adanya teknologi pada perangkat ultrasound bisa membantu proses pemeriksaan keseluruhan hingga membaca hasil yang tertera secara tepat.
Semula berbagai tahapan pemeriksaan umumnya membutuhkan waktu lama. Sekarang berlaku sebaliknya, proses sangat cepat dengan bantuan teknologi super canggih.
Hasil pembacaan oleh AI tersedia dalam opsi singkat. Sehingga dokter bisa bergegas menangani kondisi pasien sesuai petunjuk dokumentasi klinis yang masih berlaku.
3. Peningkatan Efisiensi Alur Kerja
Saat ini sudah ada temuan FHI 2026 sebesar 88 persen yang menunjukkan bahwa tenaga medis sudah memberi laporan positif adanya peningkatan efisiensi alur kerja.
Sementara itu, 87 persen lainnya menyatakan kalau mereka berhasil mendapatkan hasil diagnosis sangat cepat. 82 persen tenaga medis juga mengakui bahwa pengambilan keputusan tidak lagi lama dan tepat sasaran.
Itulah beberapa manfaat kecanggihan teknologi kecerdasan buatan bagi tenaga kesehatan sebagai teman dalam meminimalkan kesalahan pengambilan keputusan.












