Kabar5news
Sabtu,7 November , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Gajah Bertarung di Istana, Pelanduk Bergetar

Saat Teknologi penyadapan bukan lagi alat penegak hukum, melainkan sengketa kekuasaan

Fajar Novryanto by Fajar Novryanto
7 November 2026
in NASIONAL
0
Gajah Bertarung di Istana, Pelanduk Bergetar

Ilustrasi perangkat penyadapan di gedung pemerintahan. Foto: ChatGPT/Ai

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5news – Pepatah dulu mengatakan: “Gajah sama gajah berjuang, pelanduk mati di tengah-tengah.” Namun di tahun 2026 ini, ungkapan itu perlu kita upgrade. Dulu gajah berkelahi di hutan, senjatanya gading. Kini, pertarungan itu bisa terjadi di istana, dan senjatanya bukan lagi gading, melainkan teknologi penyadapan, perangkat komunikasi, serta informasi rahasia yang disalahgunakan.

Suryadi, aktivis mahasiswa Bogor Barat, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait perkembangan kasus dugaan penyadapan ilegal yang kini sedang bergulir. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar konflik antar-elite kekuasaan. Jika benar penyadapan dilakukan secara ilegal hingga menyasar Presiden dan pejabat tinggi negara, maka yang sedang dipertaruhkan adalah konstitusi, kewenangan, etika kekuasaan, dan keselamatan negara itu sendiri.

RELATED POSTS

TNI AU Gandeng Angkatan Udara Kamboja, Apa Misi di Balik Kolaborasi Ini?

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 36 Ton Konsentrat Emas dan 23 Kontainer Kayu Merbau

Bareskrim Polri resmi mengumumkan penetapan tiga tersangka pada (03/11/26) yaitu berinisial LSP, ASN, dan EH dalam perkara dugaan penyadapan tanpa hak, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Peristiwa ini mencuat karena dugaan penyadapan yang berlangsung sepanjang 2025–2026 diketahui menjangkau kalangan yang sangat luas: Presiden, pejabat negara, tokoh politik, media, organisasi masyarakat, LSM, hingga pengusaha.

“Sungguh sangat ironis, Selama ini kita tahu, rakyatlah yang biasanya merasa takut disadap oleh aparat. Tapi hari ini, Presiden saja disebut-sebut menjadi sasaran. Kalau pemegang kekuasaan tertinggi negara pun tidak aman, bagaimana nasib kita yang rakyat biasa?” ujar Suryadi

Penyadapan bukanlah hal sepele. Langkah ini menyentuh hak privasi, kebebasan berkomunikasi, dan jaminan perlindungan hukum setiap warga negara. Di negara hukum, tidak boleh ada satu pun pihak — sekalipun memiliki akses terhadap teknologi intelijen — yang merasa berwenang melampaui batas hukum.

Menurut Suryadi, dalam kasus ini ada tiga hal mendasar yang menjadi sorotan, yakni siapa yang memberi kewenangan, siapa sebenarnya yang menjadi sasaran, dan siapa yang menjaga pengawas. Jangan sampai teknologi yang seharusnya mengungkap kejahatan berubah menjadi senjata untuk mengintai lawan politik atau menguntungkan kelompok tertentu.

“Pangkat boleh jenderal, tetapi hukum tidak boleh menjadi kopral,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Suryadi mengingatkan, ada gajah yang merasa besar karena kekuasaan, ada yang merasa kuat karena teknologi, dan ada yang merasa tidak tersentuh hukum.

“Ketiganya boleh merasa besar. Tetapi ada yang jauh lebih besar, yakni negara hukum dan kedaulatan rakyat,” cetus Suryadi.

“Istana seharusnya menjadi tempat bekerja, bukan tempat saling mencurigai. Mabes adalah tempat menjaga keamanan, bukan tempat saling mengintai. Teknologi adalah alat kemajuan, bukan senjata politik. Dan seragam adalah lambang pengabdian, bukan tameng kekebalan hukum,” tambahnya.

Proses hukum harus berjalan transparan. Semua pihak berhak atas keadilan, tetapi jika terbukti ada pelanggaran, pertanggung jawaban mutlak harus ditegakkan.

“Polri bukan milik jenderal. Negara bukan milik pejabat. Indonesia adalah milik seluruh rakyat. Gajah boleh berselisih, tapi jangan sampai hutan bernama Indonesia ikut terbakar karena ulah mereka.” tutup Suryadi.

Tags: Bareskrim PolriKabar5Newskeamanan negarakebebasan berkomunikasikekuasaankonflik elitePenegakan HukumPenyadapan ilegalPolitik IndonesiaPresiden RIPrivasi DigitalSuryaditeknologi penyadapan
Previous Post

TNI AU Gandeng Angkatan Udara Kamboja, Apa Misi di Balik Kolaborasi Ini?

Fajar Novryanto

Fajar Novryanto

Related Posts

TNI AU Gandeng Angkatan Udara Kamboja, Apa Misi di Balik Kolaborasi Ini?

TNI AU Gandeng Angkatan Udara Kamboja, Apa Misi di Balik Kolaborasi Ini?

by Fajar Novryanto
7 November 2026
0

Kabar5News - Kerja sama pertahanan Indonesia dan Kamboja kembali diperkuat melalui jalur pertukaran personel militer. Kali ini, TNI Angkatan Udara...

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 36 Ton Konsentrat Emas dan 23 Kontainer Kayu Merbau

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 36 Ton Konsentrat Emas dan 23 Kontainer Kayu Merbau

by Fajar Novryanto
5 November 2026
0

Kabar5News - Upaya penyelundupan sumber daya alam kembali terbongkar. TNI Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menggagalkan pengiriman 36 ton konsentrat...

TNI Bantu Evakuasi dan Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana di Bali

TNI Bantu Evakuasi dan Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana di Bali

by Fajar Novryanto
5 November 2026
0

Kabar5News - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Provinsi Bali sejak Minggu (1/11/2026) mengakibatkan sejumlah bencana alam di berbagai...

Sambut HUT ke-81, Korps Marinir Gelar Aksi Donor Darah di Lima Wilayah

Sambut HUT ke-81, Korps Marinir Gelar Aksi Donor Darah di Lima Wilayah

by Fajar Novryanto
4 November 2026
0

Kabar5News - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Marinir TNI Angkatan Laut, berbagai kegiatan sosial digelar sebagai bentuk...

Penyadapan Terhadap Presiden dan Ujian Supremasi Hukum di Indonesia

Penyadapan Terhadap Presiden dan Ujian Supremasi Hukum di Indonesia

by Redaksi
4 November 2026
0

Oleh: Lilis Tina Kanan Mahasiswi Semester 7 Fakultas Hukum Universitas Jayabaya Kabar5News - Perkembangan penanganan perkara dugaan penyadapan ilegal terhadap...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Gajah Bertarung di Istana, Pelanduk Bergetar

Gajah Bertarung di Istana, Pelanduk Bergetar

7 November 2026
TNI AU Gandeng Angkatan Udara Kamboja, Apa Misi di Balik Kolaborasi Ini?

TNI AU Gandeng Angkatan Udara Kamboja, Apa Misi di Balik Kolaborasi Ini?

7 November 2026
  • 594 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In