Kabar5News – Kerja sama pertahanan Indonesia dan Kamboja kembali diperkuat melalui jalur pertukaran personel militer. Kali ini, TNI Angkatan Udara (TNI AU) bersama Cambodian Air Force (CAF) menggelar program Senior Junior Officer Exchange pada 2–6 November 2026 di Jakarta dan Bandung.
Program tersebut bukan sekadar kunjungan antarmiliter, tetapi juga menjadi ruang bagi kedua angkatan udara untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan memperluas wawasan profesional. Melalui kegiatan ini, Indonesia dan Kamboja berupaya membangun hubungan pertahanan yang lebih erat sekaligus memperkuat kepercayaan di kawasan.
Delegasi Angkatan Udara Kamboja dipimpin Kolonel Samnang Puthineat dengan membawa 10 perwira dari berbagai bidang. Para peserta berasal dari unsur staf, teknik, keuangan, hingga penerbang helikopter dan pesawat angkut.
Selama berada di Indonesia, rombongan CAF mengikuti sejumlah agenda, mulai dari pertemuan dengan pejabat TNI AU hingga mengunjungi beberapa satuan. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk melihat secara langsung lingkungan kerja, kemampuan operasional, serta tradisi yang diterapkan di lingkungan TNI AU.
Salah satu agenda kunjungan berlangsung di Grup 1 Angkut pada Selasa (3/11). Satuan ini memiliki peran dalam mengelola dan mengoptimalkan armada pesawat angkut TNI AU, termasuk Airbus A400M, CN-235, dan C-130 Hercules.
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi delegasi Kamboja untuk mengenal lebih jauh kemampuan angkut udara Indonesia. Selain melihat alutsista, para perwira juga dapat bertukar pandangan mengenai pengalaman dan pelaksanaan tugas di masing-masing angkatan udara.
Pada hari yang sama, delegasi CAF turut bertemu dengan Kepala Dinas Pengamanan dan Persandian TNI AU (Kadispamsanau) Marsma TNI Rachmat Mestika di Markas Besar TNI AU, Cilangkap, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Rachmat yang mewakili Asisten Intelijen KSAU menyampaikan bahwa program Senior Junior Officer Exchange memiliki peran penting dalam mengembangkan kepemimpinan dan wawasan profesional para perwira, khususnya sebagai calon pemimpin masa depan.
“Melalui diskusi, kunjungan satuan, dan pertukaran budaya, para peserta diharapkan dapat berbagi pengalaman, memperluas pengetahuan militer, serta membangun kepercayaan dan persahabatan jangka panjang,” jelas TNI AU dikutip dari unggahan Instagram @militer.udara, Jumat (6/11).
Melalui program ini, hubungan TNI AU dan CAF tidak hanya dibangun melalui komunikasi antarpimpinan, tetapi juga melibatkan perwira dari berbagai jenjang dan bidang keahlian. Pertemuan semacam ini membuka peluang bagi kedua pihak untuk memahami cara kerja, tantangan, serta perkembangan kemampuan militer masing-masing.
Pada akhirnya, pertukaran personel menjadi salah satu cara untuk memperkuat diplomasi pertahanan di kawasan. Hubungan yang terjalin melalui diskusi, pengalaman lapangan, dan pertukaran budaya diharapkan dapat menjadi modal bagi Indonesia dan Kamboja dalam menjaga kerja sama serta mendukung stabilitas keamanan regional.










