Kabar5News – Setelah penantian panjang selama 13 tahun, salah satu ikon wisata edukasi paling bersejarah di ibu kota akhirnya bersiap menyambut kembali para pencinta astronomi. Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ), yang terletak di kawasan pusat kesenian Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, kini hadir dengan wajah baru yang lebih modern setelah melewati proses revitalisasi besar-besaran.
Penutupan sementara yang berlangsung sejak revitalisasi total kawasan TIM sempat meninggalkan kerinduan mendalam bagi warga Jakarta. Kini, dengan teknologi yang diperbarui dan fasilitas yang lebih nyaman, Planetarium Jakarta siap menjalankan kembali fungsinya sebagai “jendela semesta” bagi masyarakat luas.
​Mungkin banyak yang bertanya: Mengapa kita perlu pergi ke planetarium jika kita bisa melihat bintang di langit malam? Jawabannya terletak pada pengalaman imersif yang ditawarkan. Berikut adalah esensi utama di balik atraksi sebuah planetarium :
- Di kota besar seperti Jakarta, polusi cahaya membuat kita sulit melihat rasi bintang dengan jelas. Planetarium menggunakan proyektor mutakhir (seperti proyektor optis atau digital) untuk menampilkan replika langit malam yang sempurna, tanpa terganggu awan atau lampu kota.
- ​Di dalam kubah planetarium, pengunjung bisa melihat posisi bintang pada ribuan tahun yang lalu atau memprediksi posisi planet di masa depan. Kita juga bisa “terbang” mendekati planet Jupiter atau melintasi cincin Saturnus dalam hitungan detik.
- Lebih dari sekadar hiburan, atraksi planetarium bertujuan untuk menanamkan literasi sains. Dengan narasi yang mendalam, pengunjung diajak memahami skala alam semesta yang maha luas, memicu rasa ingin tahu (curiosity), dan memberikan perspektif tentang betapa kecilnya bumi dalam skala galaksi.
Revitalisasi TIM tidak hanya menyentuh aspek estetika gedung, tetapi juga pembaruan pada sistem Teater Bintang. Kursi-kursi penonton yang ergonomis disusun sedemikian rupa agar pengunjung dapat menatap kubah tanpa merasa pegal, menciptakan pengalaman seolah-olah sedang melayang di ruang angkasa.
Selain pertunjukan utama di dalam kubah, Planetarium Jakarta juga biasanya menyelenggarakan kegiatan pengamatan benda langit secara langsung menggunakan teleskop di area observatorium, terutama saat terjadi fenomena astronomi langka seperti gerhana atau konjungsi planet.












