Kabar5News – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan perhatian serius terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Presiden secara langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Presiden menegaskan bahwa proses penanganan perkara harus dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan metode scientific crime investigation. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan objektif serta mampu mengungkap pelaku secara jelas.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan komitmennya untuk menjalankan perintah Presiden. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membentuk posko pengaduan masyarakat guna menghimpun informasi yang berkaitan dengan insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Kapolri menjelaskan bahwa masyarakat dapat menyampaikan berbagai informasi melalui posko tersebut maupun melalui kanal komunikasi resmi Humas Polri. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dapat membantu penyidik dalam mengungkap fakta-fakta yang diperlukan untuk menuntaskan kasus tersebut.
Selain itu, kepolisian juga memastikan adanya jaminan perlindungan bagi masyarakat yang memberikan informasi. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak ragu menyampaikan data atau keterangan yang dapat membantu proses penyelidikan dan penyidikan.
Sebelumnya, kepolisian menyatakan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus telah resmi naik ke tahap penyidikan sejak Sabtu (14/3/2026). Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra yang mengonfirmasi bahwa perkara telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan.
Meski demikian, hingga saat ini penyidik masih fokus memburu pelaku dan belum menetapkan tersangka. Proses penetapan tersangka baru dapat dilakukan setelah penyidikan berjalan dan bukti-bukti yang diperlukan telah terpenuhi.
Dalam proses penyidikan, polisi juga menelusuri identitas pelaku yang aksinya sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut menjadi salah satu petunjuk penting yang sedang didalami penyidik untuk mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut.












