Kabar5news
Rabu,16 September , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Antara Kartini dan Sosrokartono dalam Membangun Emansipasi Wanita

Refleksi Hari Kartini tak cukup seremonial—pemahaman sejarah dan perang pemikiran jadi kunci emansipasi sejati.

Fajar Novryanto by Fajar Novryanto
21 April 2026
in NASIONAL
0
Antara Kartini dan Sosrokartono dalam Membangun Emansipasi Wanita

Potret R.A. Kartini bersama R.M.P. Sosrokartono, dua sosok yang menjadi simbol perjuangan emansipasi dan kebebasan berpikir perempuan Indonesia. Foto: Chatgpt

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Setiap tanggal 21 April selalu kita peringati Hari Kartini sebagai hari emansipasi wanita. Idealnya, Hari Kartini jangan cuma kebaya-an dan lomba masak. Kalau berhenti di situ, kita kalah di perang pikiran, di tengah derasnya informasi serta pengaruh budaya dan politik demi kepentingan lain yang menyusup melalui media sosial dan tayangan media elektronik.

Bahwa refleksi 21 April seharusnya membuat kita “terang” benar-benar, bukan sekadar seremonial seperti fenomena jaman saat ini di masa Reformasi yang kerap menuntut Emansipasi namun tidak tahu apa itu terang dan apa itu di balik gelap

RELATED POSTS

Antrean BBM Makassar Mulai Landai, Dirut Pertamina Turun Langsung Pantau SPBU

TNI AD Turun Tangan Rombak Total Jembatan Pongpet yang Ambruk di Pangandaran

Pertama-tama, kita luruskan fakta sejarahnya agar “terang” benderang, terutama terkait peran Sosrokartono yang sering dikaburkan:

Fakta Sejarah Terbitnya Habis Gelap Terbitlah Terang

Aspek Fakta: Bukan buku karangan Kartini tapi buku yang diterbitkan yang isinya 108 surat Kartini kepada sahabat Belandanya tahun 1899–1904, paling banyak kepada Rosa Abendanon dan Stella Zeehandelaar.

Yang menyusun & menerbitkan J.H. Abendanon, Menteri Kebudayaan, Agama & Kerajinan Hindia Belanda, sekaligus suami Rosa Abendanon. Terbit pertama tahun 1911 di Belanda dengan judul Door Duisternis tot Licht.

Diterjemahkan ke Indonesia Tahun 1922 oleh Balai Pustaka dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Armijn Pane yang menerjemahkan.

Tujuan Abendanon menerbitkan untuk mendukung politik etis: pendidikan bagi pribumi, terutama perempuan. Namun isinya justru menjadi senjata anti-kolonial karena membongkar borok feodalisme dan penjajahan ini yang menggetarkan Pemerintahan belanda saat itu.

Sosrokartono bukan penulis bukunya. Namun tanpa peran beliau surat-surat itu tidak akan menjadi buku. Berikut perannya:

1. Kurir & Pelindung Ide

Sosrokartono lulusan Leiden, poliglot 24 bahasa, serta wartawan New York Herald Tribune. Dia yang mengajarkan Kartini menulis, berdebat, dan memahami politik Eropa. Ketika Kartini dipingit, Sosrokartono yang menyelundupkan surat-suratnya ke luar melalui jaringan kawan Belandanya. Don’t lie, but don’t tell the truth: kepada keluarga disebut “surat biasa”, padahal isinya bom waktu.

2. Kurator & Editor Bayangan

Banyak sejarawan meyakini Sosrokartono ikut memilih surat mana yang “aman”, tetapi tetap tajam untuk diberikan kepada Abendanon. Dia memahami sensor Belanda. Jadi dia bermain catur: agar lolos terbit, tetapi maknanya tetap menghantam penjajah. Ini merupakan operasi intelijen murni.

4. Penjaga Api Setelah Kartini Wafat 1904

Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Sosrokartono yang terus menjaga hubungan dengan Abendanon hingga buku itu terbit tahun 1911. Dia juga terus mengajar di Bandung dan mencetak murid seperti Soekarno. Artinya: emansipasi Kartini dilanjutkan kakaknya melalui pendidikan.

Pertanyaan Cerdas kita mengapa Peran Sosrokartono Dikaburkan?

1. Bahaya secara politik: Dia guru Soekarno, memahami kebatinan Jawa, serta memiliki sikap anti-aseng dan anti-asong. Orde Baru tidak menyukai tokoh yang sugih tanpa banda.

2. Tidak mencari panggung: Dia sendiri meminta dimakamkan secara sunyi di Kaliputu, Kudus, tahun 1952. Sesuai ajarannya: menang tanpa ngasorake.

3. Sejarah ditulis pemenang: Yang tertulis di buku sekolah hanya “Kartini pahlawan emansipasi”. Jaringan intelektual di belakangnya dihapus. Persis seperti yang saya tulis: kita kalah dalam perang pikiran.

Kesimpulan buat Hari Kartini 2026:

Habis Gelap Terbitlah Terang adalah produk operasi intelektual keluarga. Kartini moncongnya, Sosrokartono otaknya, Abendanon percetakannya.

Jadi, jika emansipasi hari ini hanya sebatas kebaya dan FYP tanpa isi kepala, itu bukan meneruskan Kartini—itu melupakan Sosrokartono. “Terang” = kepala tidak dijajah. Dan terang itu dinyalakan oleh dua orang: adik yang menulis, kakak yang mengawal.

Tiga lapisan makna Hari Kartini dalam perspektif sejarah:

1. Emansipasi = Kemerdekaan berpikir, bukan sekadar kerja

Kartini tidak hanya menuntut perempuan boleh bekerja. Dia menuntut perempuan boleh berpikir dan menentukan nasibnya. Suratnya kepada Stella: “Saya ingin mendirikan sekolah untuk anak perempuan, bukan supaya mereka jadi Nyai Belanda, tetapi supaya mereka tahu harga dirinya.”

Itu adalah senjata dalam perang pikiran. Penjajah paling takut pada bangsa yang perempuannya melek, karena ibu yang melek melahirkan generasi yang tidak mudah dibodohi.

2. Di balik Kartini ada “jaringan intelijen keluarga”

Seperti dibahas sebelumnya: Sosrokartono. Tanpa kakaknya yang bolak-balik Eropa dan memahami politik global, surat Kartini tidak akan sampai ke tangan Abendanon. Tanpa Abendanon, tidak ada buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

Artinya: emansipasi tidak berjalan sendirian. Butuh dukungan sistem: keluarga, guru, dan negara.

3. “Habis Gelap” adalah proses intelektual

Gelap = bodoh, dijajah, tidak memahami strategi Terang = memahami peta, mengetahui kawan dan lawan, serta arah bangsa. Polanya sama: terang adalah hasil proses panjang, bukan instan.

Jadi, refleksi Hari Kartini 2026:

Kalau dulu “gelap” berarti tidak boleh sekolah, sekarang “gelap” berarti:

1. Tidak memahami bagaimana algoritma TikTok membentuk selera dan opini.
2. Tidak sadar standar kecantikan dan gaya hidup dikendalikan industri luar.
3. Tidak mengenal tokoh bangsa sendiri seperti Sosrokartono.

“Terang” zaman sekarang = Perempuan Indonesia memahami sejarahnya, memahami ekonomi global, dan mampu membedakan emansipasi sejati dengan propaganda gaya hidup.

Kartini menulis: “Saya mau membuat perempuan Jawa berdiri sendiri.”

Di tahun 2026, berdiri sendiri berarti: kepala tidak dijajah, dompet tidak dijajah, dan hati tidak dijajah.

Jika Hari Kartini hanya berhenti pada simbol, maka kita mengulang kesalahan lama: merayakan bentuk, tetapi mengubur makna.

*Artikel Ini Di Tulis Oleh: Agus Widjajanto, Pemerhati Sosial Budaya dan Sejarah

Tags: Budaya IndonesiaEmansipasi WanitaHari KartiniKabar5NewsLiterasiPemikiran KritisPendidikan PerempuanR.A. KartiniR.M.P. SosrokartonoSejarah Indonesia
Previous Post

TNI AL Ringkus 21 Pelaku Begal di Belawan, Aksi Cepat Tuai Apresiasi Warga

Next Post

Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono

Fajar Novryanto

Fajar Novryanto

Related Posts

Antrean BBM Makassar Mulai Landai, Dirut Pertamina Turun Langsung Pantau SPBU

Antrean BBM Makassar Mulai Landai, Dirut Pertamina Turun Langsung Pantau SPBU

by Fajar Novryanto
16 September 2026
0

Kabar5News - Antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi...

TNI AD Turun Tangan Rombak Total Jembatan Pongpet yang Ambruk di Pangandaran

TNI AD Turun Tangan Rombak Total Jembatan Pongpet yang Ambruk di Pangandaran

by Fajar Novryanto
15 September 2026
0

Kabar5News - Harapan baru bagi masyarakat di sekitar Pongpet, Pangandaran, Jawa Barat. Jembatan Gantung Pongpet yang sebelumnya ambruk akan dibongkar...

Persiapan Memasuki Perairan Indonesia, TNI AL Siapkan Pengawalan Garibaldi di ALKI I

Persiapan Memasuki Perairan Indonesia, TNI AL Siapkan Pengawalan Garibaldi di ALKI I

by Fajar Novryanto
15 September 2026
0

Kabar5News - Setelah menempuh perjalanan panjang dari Italia menuju Indonesia, kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi kini semakin dekat dengan perairan...

Memperingati 21 Tahun Pertamina EP Cepu, Perjalanan Panjang Menjaga Ketahanan Energi Indonesia

Memperingati 21 Tahun Pertamina EP Cepu, Perjalanan Panjang Menjaga Ketahanan Energi Indonesia

by Fajar Novryanto
14 September 2026
0

Kabar5News - Dua puluh satu tahun perjalanan bukan sekadar penanda bertambahnya usia. Bagi PT Pertamina EP Cepu (PEPC), perjalanan tersebut...

TNI AL Perluas Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

TNI AL Perluas Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

by Fajar Novryanto
11 September 2026
0

Kabar5News - Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dilakukan. Memasuki...

Next Post
Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono

Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono

Serupa Tapi Tak Sama, Perbedaan Sabun Cuci Muka Pria dan Wanita, Apakah Boleh Tukeran?

Serupa Tapi Tak Sama, Perbedaan Sabun Cuci Muka Pria dan Wanita, Apakah Boleh Tukeran?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Antrean BBM Makassar Mulai Landai, Dirut Pertamina Turun Langsung Pantau SPBU

Antrean BBM Makassar Mulai Landai, Dirut Pertamina Turun Langsung Pantau SPBU

16 September 2026
TNI AD Turun Tangan Rombak Total Jembatan Pongpet yang Ambruk di Pangandaran

TNI AD Turun Tangan Rombak Total Jembatan Pongpet yang Ambruk di Pangandaran

15 September 2026
  • 611 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In