Kabar5news
Selasa,21 April , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Antara Kartini dan Sosrokartono dalam Membangun Emansipasi Wanita

Refleksi Hari Kartini tak cukup seremonial—pemahaman sejarah dan perang pemikiran jadi kunci emansipasi sejati.

Fajar Novryanto by Fajar Novryanto
21 April 2026
in NASIONAL
0
Antara Kartini dan Sosrokartono dalam Membangun Emansipasi Wanita

Potret R.A. Kartini bersama R.M.P. Sosrokartono, dua sosok yang menjadi simbol perjuangan emansipasi dan kebebasan berpikir perempuan Indonesia. Foto: Chatgpt

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Setiap tanggal 21 April selalu kita peringati Hari Kartini sebagai hari emansipasi wanita. Idealnya, Hari Kartini jangan cuma kebaya-an dan lomba masak. Kalau berhenti di situ, kita kalah di perang pikiran, di tengah derasnya informasi serta pengaruh budaya dan politik demi kepentingan lain yang menyusup melalui media sosial dan tayangan media elektronik.

Bahwa refleksi 21 April seharusnya membuat kita “terang” benar-benar, bukan sekadar seremonial seperti fenomena jaman saat ini di masa Reformasi yang kerap menuntut Emansipasi namun tidak tahu apa itu terang dan apa itu di balik gelap

RELATED POSTS

Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono

TNI AL Ringkus 21 Pelaku Begal di Belawan, Aksi Cepat Tuai Apresiasi Warga

Pertama-tama, kita luruskan fakta sejarahnya agar “terang” benderang, terutama terkait peran Sosrokartono yang sering dikaburkan:

Fakta Sejarah Terbitnya Habis Gelap Terbitlah Terang

Aspek Fakta: Bukan buku karangan Kartini tapi buku yang diterbitkan yang isinya 108 surat Kartini kepada sahabat Belandanya tahun 1899–1904, paling banyak kepada Rosa Abendanon dan Stella Zeehandelaar.

Yang menyusun & menerbitkan J.H. Abendanon, Menteri Kebudayaan, Agama & Kerajinan Hindia Belanda, sekaligus suami Rosa Abendanon. Terbit pertama tahun 1911 di Belanda dengan judul Door Duisternis tot Licht.

Diterjemahkan ke Indonesia Tahun 1922 oleh Balai Pustaka dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Armijn Pane yang menerjemahkan.

Tujuan Abendanon menerbitkan untuk mendukung politik etis: pendidikan bagi pribumi, terutama perempuan. Namun isinya justru menjadi senjata anti-kolonial karena membongkar borok feodalisme dan penjajahan ini yang menggetarkan Pemerintahan belanda saat itu.

Sosrokartono bukan penulis bukunya. Namun tanpa peran beliau surat-surat itu tidak akan menjadi buku. Berikut perannya:

1. Kurir & Pelindung Ide

Sosrokartono lulusan Leiden, poliglot 24 bahasa, serta wartawan New York Herald Tribune. Dia yang mengajarkan Kartini menulis, berdebat, dan memahami politik Eropa. Ketika Kartini dipingit, Sosrokartono yang menyelundupkan surat-suratnya ke luar melalui jaringan kawan Belandanya. Don’t lie, but don’t tell the truth: kepada keluarga disebut “surat biasa”, padahal isinya bom waktu.

2. Kurator & Editor Bayangan

Banyak sejarawan meyakini Sosrokartono ikut memilih surat mana yang “aman”, tetapi tetap tajam untuk diberikan kepada Abendanon. Dia memahami sensor Belanda. Jadi dia bermain catur: agar lolos terbit, tetapi maknanya tetap menghantam penjajah. Ini merupakan operasi intelijen murni.

4. Penjaga Api Setelah Kartini Wafat 1904

Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Sosrokartono yang terus menjaga hubungan dengan Abendanon hingga buku itu terbit tahun 1911. Dia juga terus mengajar di Bandung dan mencetak murid seperti Soekarno. Artinya: emansipasi Kartini dilanjutkan kakaknya melalui pendidikan.

Pertanyaan Cerdas kita mengapa Peran Sosrokartono Dikaburkan?

1. Bahaya secara politik: Dia guru Soekarno, memahami kebatinan Jawa, serta memiliki sikap anti-aseng dan anti-asong. Orde Baru tidak menyukai tokoh yang sugih tanpa banda.

2. Tidak mencari panggung: Dia sendiri meminta dimakamkan secara sunyi di Kaliputu, Kudus, tahun 1952. Sesuai ajarannya: menang tanpa ngasorake.

3. Sejarah ditulis pemenang: Yang tertulis di buku sekolah hanya “Kartini pahlawan emansipasi”. Jaringan intelektual di belakangnya dihapus. Persis seperti yang saya tulis: kita kalah dalam perang pikiran.

Kesimpulan buat Hari Kartini 2026:

Habis Gelap Terbitlah Terang adalah produk operasi intelektual keluarga. Kartini moncongnya, Sosrokartono otaknya, Abendanon percetakannya.

Jadi, jika emansipasi hari ini hanya sebatas kebaya dan FYP tanpa isi kepala, itu bukan meneruskan Kartini—itu melupakan Sosrokartono. “Terang” = kepala tidak dijajah. Dan terang itu dinyalakan oleh dua orang: adik yang menulis, kakak yang mengawal.

Tiga lapisan makna Hari Kartini dalam perspektif sejarah:

1. Emansipasi = Kemerdekaan berpikir, bukan sekadar kerja

Kartini tidak hanya menuntut perempuan boleh bekerja. Dia menuntut perempuan boleh berpikir dan menentukan nasibnya. Suratnya kepada Stella: “Saya ingin mendirikan sekolah untuk anak perempuan, bukan supaya mereka jadi Nyai Belanda, tetapi supaya mereka tahu harga dirinya.”

Itu adalah senjata dalam perang pikiran. Penjajah paling takut pada bangsa yang perempuannya melek, karena ibu yang melek melahirkan generasi yang tidak mudah dibodohi.

2. Di balik Kartini ada “jaringan intelijen keluarga”

Seperti dibahas sebelumnya: Sosrokartono. Tanpa kakaknya yang bolak-balik Eropa dan memahami politik global, surat Kartini tidak akan sampai ke tangan Abendanon. Tanpa Abendanon, tidak ada buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

Artinya: emansipasi tidak berjalan sendirian. Butuh dukungan sistem: keluarga, guru, dan negara.

3. “Habis Gelap” adalah proses intelektual

Gelap = bodoh, dijajah, tidak memahami strategi Terang = memahami peta, mengetahui kawan dan lawan, serta arah bangsa. Polanya sama: terang adalah hasil proses panjang, bukan instan.

Jadi, refleksi Hari Kartini 2026:

Kalau dulu “gelap” berarti tidak boleh sekolah, sekarang “gelap” berarti:

1. Tidak memahami bagaimana algoritma TikTok membentuk selera dan opini.
2. Tidak sadar standar kecantikan dan gaya hidup dikendalikan industri luar.
3. Tidak mengenal tokoh bangsa sendiri seperti Sosrokartono.

“Terang” zaman sekarang = Perempuan Indonesia memahami sejarahnya, memahami ekonomi global, dan mampu membedakan emansipasi sejati dengan propaganda gaya hidup.

Kartini menulis: “Saya mau membuat perempuan Jawa berdiri sendiri.”

Di tahun 2026, berdiri sendiri berarti: kepala tidak dijajah, dompet tidak dijajah, dan hati tidak dijajah.

Jika Hari Kartini hanya berhenti pada simbol, maka kita mengulang kesalahan lama: merayakan bentuk, tetapi mengubur makna.

*Artikel Ini Di Tulis Oleh: Agus Widjajanto, Pemerhati Sosial Budaya dan Sejarah

Tags: Budaya IndonesiaEmansipasi WanitaHari KartiniKabar5NewsLiterasiPemikiran KritisPendidikan PerempuanR.A. KartiniR.M.P. SosrokartonoSejarah Indonesia
Previous Post

TNI AL Ringkus 21 Pelaku Begal di Belawan, Aksi Cepat Tuai Apresiasi Warga

Next Post

Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono

Fajar Novryanto

Fajar Novryanto

Related Posts

Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono

Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono

by Fajar Novryanto
21 April 2026
0

Kabar5News - Setiap tanggal 21 April selalu kita peringati hari lahir Raden Ajeng Kartini sebagai hari emansipasi wanita. Namun, masih...

TNI AL Ringkus 21 Pelaku Begal di Belawan, Aksi Cepat Tuai Apresiasi Warga

TNI AL Ringkus 21 Pelaku Begal di Belawan, Aksi Cepat Tuai Apresiasi Warga

by Fajar Novryanto
21 April 2026
0

Kabar5News - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut berhasil mengamankan 21 pelaku begal dalam operasi penertiban yang digelar di kawasan Belawan,...

Proses Seleksinya Terdapat “Hell Week”!: Inilah Kopaska, Pasukan Katak TNI AL

Proses Seleksinya Terdapat “Hell Week”!: Inilah Kopaska, Pasukan Katak TNI AL

by Kurt Morrison
21 April 2026
0

Kabar5News - ​Di kedalaman samudera yang gelap terdapat sebuah pasukan komando yang tidak terlihat namun sangat mematikan. Mereka adalah Komando Pasukan Katak...

Prabowo Hadiri Syukuran Ultah Titiek, Doakan Keberkahan dan Kebahagiaan

Prabowo Hadiri Syukuran Ultah Titiek, Doakan Keberkahan dan Kebahagiaan

by Fajar Novryanto
21 April 2026
0

Kabar5News - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri acara syukuran ulang tahun ke-67 Siti Hediati Hariyadi yang digelar dalam suasana...

Pemerintah Terapkan PJJ untuk Semester 5 ke Atas, Apa Saja Kelebihannya?

Pemerintah Terapkan PJJ untuk Semester 5 ke Atas, Apa Saja Kelebihannya?

by Fajar Novryanto
21 April 2026
0

Kabar5News - Pemerintah resmi memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi mahasiswa semester 5 ke atas mulai pekan ini. Kebijakan...

Next Post
Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono

Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono

Serupa Tapi Tak Sama, Perbedaan Sabun Cuci Muka Pria dan Wanita, Apakah Boleh Tukeran?

Serupa Tapi Tak Sama, Perbedaan Sabun Cuci Muka Pria dan Wanita, Apakah Boleh Tukeran?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Serupa Tapi Tak Sama, Perbedaan Sabun Cuci Muka Pria dan Wanita, Apakah Boleh Tukeran?

Serupa Tapi Tak Sama, Perbedaan Sabun Cuci Muka Pria dan Wanita, Apakah Boleh Tukeran?

21 April 2026
Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono

Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono

21 April 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In