Kabar5News – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Semarang turut ambil bagian dalam tradisi Sedekah Laut yang digelar masyarakat nelayan di Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis (4/6). Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat pesisir tersebut diikuti sekitar 400 nelayan serta berbagai unsur pemerintah dan aparat keamanan.
Kehadiran prajurit TNI AL dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran eratnya hubungan antara aparat dan masyarakat maritim yang selama ini hidup berdampingan di kawasan pesisir.
Tradisi Sedekah Laut sendiri merupakan salah satu warisan budaya yang masih terus dijaga oleh masyarakat nelayan sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil tangkapan yang diperoleh dari laut.
Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tradisi ini juga menjadi sarana bagi para nelayan untuk memanjatkan doa agar senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta perlindungan saat melaut mencari nafkah.
Prosesi Sedekah Laut diawali dengan berbagai rangkaian kegiatan adat yang melibatkan masyarakat setempat. Puncak acara ditandai dengan larungan sesaji ke laut sebagai simbol penghormatan terhadap alam sekaligus harapan agar hasil laut tetap melimpah dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir.
Komandan Lanal Semarang Kolonel Mar Sabprowanto mengatakan keterlibatan TNI AL dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan masyarakat maritim sekaligus mendukung pembinaan potensi maritim di wilayah pesisir.
“Keterlibatan ini merupakan wujud sinergi TNI AL dengan masyarakat maritim dalam pembinaan potensi maritim di wilayah pesisir,” ujar Sabprowanto.
Ia menjelaskan bahwa tradisi Sedekah Laut memiliki nilai budaya dan sosial yang sangat penting bagi masyarakat nelayan. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antara masyarakat dan berbagai unsur yang bertugas di wilayah pesisir.
“Tradisi Sedekah Laut yang digelar setiap tahun menjadi bentuk rasa syukur nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang diperoleh, sekaligus doa untuk keselamatan dan perlindungan saat melaut,” lanjutnya.
Menurut Sabprowanto, laut tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian masyarakat pesisir, tetapi juga merupakan bagian penting dari identitas bangsa maritim. Oleh karena itu, menjaga hubungan yang harmonis antara masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan maritim menjadi hal yang sangat penting.
Sementara itu, Komandan Pos TNI AL (Posal) Banyutowo Letda Laut (P) Dhika Bagus W menyampaikan bahwa kehadiran TNI AL dalam kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat hubungan sosial dengan masyarakat nelayan.
Menurutnya, tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu memiliki nilai kebersamaan yang kuat serta mampu menjadi media komunikasi yang efektif antara aparat dan warga.
“Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan emosional dengan masyarakat maritim, sekaligus mendukung pelestarian budaya pesisir,” kata Dhika.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan pesisir. Selain itu, kerja sama yang baik juga dibutuhkan untuk menjaga kelestarian lingkungan laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.
“Kegiatan ini menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sinergi antara TNI AL, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat nelayan diharapkan terus terjalin dalam menjaga keamanan laut serta kelestarian ekosistem pesisir Banyutowo,” ujarnya.
Tradisi Sedekah Laut dan larungan sesaji tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Nelayan Desa Banyutowo, Sugiyono. Kegiatan ini diikuti sekitar 400 nelayan yang berasal dari berbagai kelompok nelayan di wilayah Banyutowo.
Selain masyarakat nelayan, acara tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Dukuhseti, personel TNI-Polri, Satpolairud, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur maritim lainnya.
Kehadiran berbagai elemen dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat pesisir. Melalui tradisi Sedekah Laut, masyarakat tidak hanya melestarikan budaya warisan leluhur, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial serta membangun kesadaran bersama untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan sumber daya laut.
Bagi masyarakat Banyutowo, Sedekah Laut bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol hubungan erat antara manusia, alam, dan Tuhan. Nilai-nilai tersebut terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari identitas masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara masyarakat nelayan, pemerintah, TNI AL, dan seluruh pemangku kepentingan maritim dapat terus terjaga demi mewujudkan kawasan pesisir yang aman, sejahtera, dan berkelanjutan.










