Kabar5News – Tim Nasional Cape Verde terus menorehkan kisah luar biasa di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika itu sukses mencetak sejarah sebagai negara dengan jumlah penduduk paling sedikit yang berhasil menembus babak gugur Piala Dunia.
Dengan populasi sekitar 500 ribu jiwa, Cape Verde memastikan langkah ke babak 32 besar setelah bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H yang berlangsung di Stadion Houston, Texas, Jumat (26/6/2026) pagi WIB.
Hasil tersebut membuat tim berjuluk The Blue Sharks mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan dan mengakhiri fase grup sebagai runner-up di bawah Spanyol. Pada babak 32 besar, Cape Verde dijadwalkan menghadapi juara bertahan Argentina di Miami pada 4 Juli 2026.
Lolos Berkat Tiga Hasil Imbang
Perjalanan Cape Verde menuju fase gugur terbilang unik. Mereka berhasil lolos tanpa sekalipun meraih kemenangan, melainkan melalui tiga hasil imbang yang konsisten sepanjang fase grup.
Pada laga pembuka, Cape Verde sukses menahan Spanyol dengan skor 0-0. Mereka kemudian kembali menunjukkan mental pantang menyerah saat bangkit dari ketertinggalan untuk bermain imbang 2-2 melawan Uruguay.
Hasil imbang tanpa gol melawan Arab Saudi akhirnya menjadi penentu kelolosan mereka ke fase gugur sekaligus mengukir sejarah baru di Piala Dunia.
Catatan tersebut menyamai pencapaian beberapa negara yang sebelumnya juga lolos dari fase grup melalui tiga hasil seri, seperti Wales pada 1958, Belanda dan Irlandia pada 1990, serta Cile pada 1998.
Vozinha Jadi Pahlawan Cape Verde
Keberhasilan Cape Verde tidak lepas dari penampilan luar biasa kiper veteran mereka, Vozinha.
Penjaga gawang berusia 40 tahun itu tampil gemilang sepanjang pertandingan melawan Arab Saudi dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga gawangnya tetap steril.
Vozinha menggagalkan sundulan Mohamed Kanno pada akhir babak pertama, menepis tendangan jarak jauh Mohammed Abu Al-Shamat pada menit ke-66, hingga melakukan penyelamatan krusial terhadap peluang Abdullah Al-Hamdan pada masa injury time.
Penampilan impresifnya mendapat apresiasi dari puluhan ribu penonton yang memadati stadion. Momen tersebut juga semakin emosional karena ibundanya, Ana Candida Evora, akhirnya dapat menyaksikan langsung pertandingan setelah sebelumnya tidak bisa hadir akibat kendala visa.
Tangis Bahagia Warnai Kelolosan Bersejarah
Peluit panjang disambut dengan luapan emosi para pemain Cape Verde. Kepastian lolos semakin lengkap setelah Spanyol mengalahkan Uruguay dengan skor 1-0 pada pertandingan lain di Grup H.
Para pemain, pelatih, dan suporter langsung merayakan pencapaian bersejarah tersebut. Tangis haru dan pelukan menjadi gambaran keberhasilan negara kecil yang berhasil menembus persaingan di panggung sepak bola terbesar dunia.
Kini, Cape Verde bersiap menghadapi tantangan berikutnya saat bertemu Argentina pada babak 32 besar. Apa pun hasilnya nanti, kiprah The Blue Sharks telah menjadi salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026.











