Kabar5News – Popularitas di media sosial dapat menjadi pintu bagi sebuah karya untuk dikenal lebih luas. Hal ini terlihat dari perjalanan Shantell Vocal Ensemble, grup paduan suara Indonesia yang menarik perhatian publik melalui penampilan lagu “Ratu Sejagad” dan meraih prestasi di kompetisi internasional.
Pencapaian tersebut tidak terlepas dari proses panjang dalam membangun kemampuan bermusik. Perjalanan Shantell menunjukkan bahwa di balik penampilan yang menarik perhatian, terdapat latihan, kerja sama, dan konsistensi yang menjadi bagian penting dalam mengembangkan kualitas sebuah kelompok musik.
Berawal dari Jakarta, Dibangun Selama Lebih dari Dua Dekade
Shantell Vocal Ensemble didirikan di Jakarta pada Agustus 2004. Grup ini tumbuh melalui proses bermusik yang menuntut kedisiplinan, mulai dari latihan vokal hingga pengembangan aransemen dan harmoni.
Sejumlah nama yang tercatat sebagai pendiri Shantell Vocal Ensemble meliputi:
- Avip Priatna
- Yvonne Raharjo
- Allan Sundjojo
- Inge Hidayat
Dalam paduan suara, setiap anggota memiliki karakter vokal yang berbeda. Tantangannya adalah menyatukan perbedaan tersebut agar menghasilkan harmoni yang seimbang, dengan ketepatan nada, ritme, artikulasi, dan dinamika yang terjaga.
Proses itu membutuhkan latihan berulang serta kemampuan bekerja sama. Dengan perjalanan sejak 2004, pengalaman panjang menjadi bagian dari fondasi Shantell dalam mengembangkan karakter musikalnya.
Dari Viral “Ratu Sejagad” hingga Panggung Internasional
Nama Shantell semakin menarik perhatian setelah penampilan mereka membawakan lagu “Ratu Sejagad” ramai diperbincangkan di media sosial. Aransemen vokal yang dibawakan menjadi daya tarik tersendiri dan membantu memperkenalkan grup ini kepada audiens yang lebih luas.
Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial dapat membuka ruang bagi karya musik untuk menjangkau pendengar baru. Penampilan yang sebelumnya dikenal oleh kalangan terbatas dapat berkembang menjadi perbincangan publik ketika dibagikan secara luas.
Namun, perjalanan Shantell tidak berhenti pada popularitas digital. Grup ini mengikuti Sing and Smile International Choir Festival and Competition 2026 di Tbilisi, Georgia, dan meraih Grand Prize.
Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari rekam jejak mereka di tingkat internasional. Kompetisi paduan suara menuntut persiapan matang, mulai dari penguasaan teknik vokal hingga keselarasan antarpersonel dalam membawakan sebuah karya.
Viralitas Bukan Satu-satunya Ukuran Keberhasilan
Popularitas di media sosial umumnya terlihat melalui jumlah penayangan, komentar, dan luasnya penyebaran konten. Sementara itu, pencapaian artistik melibatkan proses dan aspek penilaian yang berbeda.
Perjalanan Shantell mempertemukan dua hal tersebut: perhatian publik melalui “Ratu Sejagad” dan prestasi dalam kompetisi internasional. Keduanya menjadi bagian dari kisah yang memperluas pengenalan terhadap grup ini.
Di tengah perubahan cara masyarakat menikmati musik, media sosial dapat membantu musisi menjangkau audiens lintas wilayah. Meski demikian, keberlanjutan sebuah kelompok tetap membutuhkan komitmen untuk berlatih dan mengembangkan kualitas karya.
Dari Jakarta hingga Georgia, perjalanan Shantell Vocal Ensemble memperlihatkan bagaimana proses berkarya dalam jangka panjang dapat berjalan beriringan dengan peluang yang terbuka melalui dunia digital. Kisah mereka bukan hanya tentang penampilan yang viral atau penghargaan yang diraih, melainkan juga tentang konsistensi dan kerja sama dalam membangun sebuah kelompok musik.










