Kabar5News – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan langkah cepat dalam merealisasikan program perumahan rakyat dengan menargetkan renovasi besar-besaran melalui program bedah rumah di seluruh Indonesia.
Komitmen ini ditegaskan dalam rapat bersama sejumlah kementerian terkait yang membahas percepatan dan perluasan program hunian layak bagi masyarakat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa dukungan Presiden menjadi kunci dalam penguatan program tersebut.
“Barusan kami rapat bersama Bapak Presiden dan dukungan yang luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo untuk perumahan rakyat. Salah satunya adalah peningkatan program bedah rumah rakyat,” ujar Maruarar.
Pemerintah menargetkan sebanyak 400 ribu unit rumah akan direnovasi sepanjang tahun 2026. Program ini dirancang menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat dari berbagai lapisan.
Menurut Maruarar, program ini tidak hanya berdampak pada perbaikan kualitas hunian, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi nasional. Aktivitas renovasi yang masif diyakini mampu menciptakan lapangan kerja serta mendorong perputaran ekonomi di daerah.
“Tahun ini semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia mendapatkan program bedah rumah dari Bapak Presiden Prabowo. Ini program yang sangat signifikan dan akan menggerakkan ekonomi serta berkeadilan,” jelasnya.
Selain fokus pada renovasi rumah, pemerintah juga mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan negara untuk pembangunan hunian baru, khususnya di kawasan perkotaan. Konsep hunian vertikal seperti rumah susun menjadi solusi atas keterbatasan lahan di kota-kota besar.
Lahan milik badan usaha milik negara (BUMN), termasuk sektor transportasi seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero), akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan tersebut. Program ini juga dirancang untuk mengakomodasi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah dalam satu kawasan terpadu.
Beberapa kota besar seperti Jakarta dan Bandung telah diidentifikasi sebagai lokasi strategis pengembangan hunian. Salah satu proyek yang tengah berjalan berada di kawasan Senen, Jakarta Pusat, dengan target pembangunan sekitar 300 unit rumah yang ditargetkan rampung pada pertengahan Juni 2026.
Selain itu, PT KAI juga tengah menyiapkan tambahan sekitar 500 unit rumah yang akan segera memasuki tahap pembangunan sebagai bagian dari percepatan program nasional.
Untuk mendukung realisasi program secara masif, Presiden juga menginstruksikan percepatan penyediaan lahan melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Sementara dari sisi pembiayaan dan pembangunan, pemerintah akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Danantara, sebagai bentuk sinergi lintas sektor.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap program bedah rumah tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup, serta menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata di seluruh Indonesia.












