Kabar5News – Pemerintah Indonesia terus memperkuat kapasitas pertahanan maritim melalui modernisasi alutsista, salah satunya dengan hadirnya KRI Canopus-936 yang disambut langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan, di Mako Kolinlamil, Jakarta.
Kehadiran kapal bantu hidro-oseanografi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan pengawasan bawah laut, sekaligus mendukung berbagai operasi kelautan yang semakin kompleks dan dinamis.
Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, mengungkapkan bahwa KRI Canopus-936 telah menempuh perjalanan panjang selama 57 hari dari Jerman menuju Indonesia, melintasi Samudra Atlantik sebelum akhirnya tiba di Tanah Air.
“Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemampuan TNI AL, khususnya dalam bidang pengawasan dan pemetaan strategi laut,” ujarnya.
Kapal ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Indonesia dan Jerman, dengan tingkat kandungan dalam negeri yang telah melampaui 60 persen. Hal ini sekaligus mencerminkan kemajuan industri pertahanan nasional menuju kemandirian yang lebih kuat.
Dirancang dengan teknologi canggih, KRI Canopus-936 mampu melaksanakan berbagai misi penting, mulai dari pemetaan laut, pengawasan ilmiah, hingga dukungan operasi militer. Ke depan, kapal ini juga diproyeksikan memiliki kemampuan tambahan dalam mendukung pencarian dan penyelamatan kapal selam.
Selain itu, keberadaan sistem sensor bawah air modern menjadikan kapal ini sebagai salah satu aset penting dalam menjaga integritas wilayah laut Indonesia sekaligus meningkatkan keselamatan pelayaran nasional.

Momentum penyambutan ini juga dihadiri oleh Panglima TNI serta jajaran pejabat tinggi Kemhan dan TNI, menandai komitmen kuat pemerintah dalam membangun postur pertahanan yang adaptif, modern, dan berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang.
Langkah ini menegaskan bahwa penguatan sektor maritim tidak hanya menjadi strategi prioritas, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keamanan nasional secara berkelanjutan.










