Kabar5News – Upaya penanganan bencana kembali diperkuat oleh TNI dengan mengerahkan tambahan personel untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono yang masih berlangsung hingga saat ini.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kepala Staf Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak, yang memerintahkan seluruh jajaran untuk memaksimalkan dukungan dalam operasi kemanusiaan di wilayah terdampak.
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Triwinarto menegaskan bahwa pengerahan kekuatan dilakukan secara terukur dengan melibatkan berbagai satuan.
“Kasad memerintahkan kami untuk mengerahkan seluruh potensi satuan jajaran dalam mendukung operasi kemanusiaan penanganan dampak erupsi Gunung Dukono,” ujarnya.
Personel dari Kodim Tobelo, Koramil Galela, hingga Yonif 732 diterjunkan untuk memperkuat tim SAR gabungan yang bekerja di tengah medan berat dan ancaman aktivitas vulkanik.
Selain TNI, operasi ini juga melibatkan Basarnas, Polri, BPBD, serta dukungan masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban.
Berdasarkan data sementara, terdapat 20 pendaki di lokasi saat erupsi terjadi. Sebanyak 17 orang berhasil selamat, sementara tiga lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Seluruh korban selamat telah mendapatkan penanganan, dengan WNI telah kembali ke keluarga, sedangkan WNA masih berada di Ternate menunggu proses pemulangan.
Doddy kembali mengingatkan pentingnya faktor keselamatan selama operasi berlangsung. “Kasad menekankan agar seluruh personel tetap memperhatikan faktor keselamatan mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih terjadi dan berpotensi membahayakan,” tegasnya.
Di sisi lain, masyarakat di sekitar wilayah terdampak diimbau tetap waspada terhadap paparan abu vulkanik dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“TNI akan terus hadir membantu masyarakat dan mendukung penuh seluruh proses operasi kemanusiaan hingga dinyatakan selesai,” pungkasnya.












