Kabar5news
Senin,22 Juni , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Mantan Aktivis 98: Semangat Reformasi yang Paling Penting Bukanlah Menjatuhkan Kekuasaan

Perkembangan teknologi, media sosial, serta terbukanya ruang demokrasi menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan masa lalu.

Noni Devitasari Silaban by Noni Devitasari Silaban
22 Juni 2026
in NASIONAL
0
Mantan Aktivis 98: Semangat Reformasi yang Paling Penting Bukanlah Menjatuhkan Kekuasaan

ilustrasi gerakan mahasiswa dulu dan sekarang (sumber Gemini AI)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

RELATED POSTS

Antam Kembali Raih Kepercayaan Pasar Lewat Tiga Indeks ESG KEHATI

Antam Group Perkuat Komitmen Lingkungan Lewat Penanaman Ribuan Pohon

Kabar5News – Dalam sejarah politik Indonesia, mahasiswa kerap hadir sebagai kekuatan moral yang mengawal jalannya demokrasi. Dari gerakan tahun 1966, Malari 1974, hingga Reformasi 1998, mahasiswa berulang kali menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan politik dan sosial di Indonesia.
Namun, lebih dari dua dekade setelah Reformasi 1998, pola gerakan mahasiswa dinilai mengalami perubahan yang cukup signifikan. Perkembangan teknologi, media sosial, serta terbukanya ruang demokrasi menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan masa lalu.
Foto; Salah satu mantan aktivis 98.
Apa sebenarnya yang terjadi? Untuk membahas hal tersebut, Kabar5News menemui mantan aktivis PIJAR 1998, Kuldip Singh, dan berbincang mengenai hal ini. Berikut petikan wawancaranya.
1. Sebagai mantan aktivis ’98, bagaimana Anda melihat makna gerakan mahasiswa dalam sejarah perjalanan demokrasi Indonesia?
Gerakan mahasiswa memiliki posisi sangat penting dalam sejarah Indonesia. Mahasiswa kerap menjadi kekuatan moral yang hadir ketika institusi politik mengalami kebuntuan atau kehilangan sensitivitas terhadap aspirasi rakyat. Peran itu terlihat pada tahun 1966, 1974, 1978, hingga 1998. Dalam konteks Reformasi 1998, mahasiswa tidak hanya menuntut pergantian presiden, tetapi juga memperjuangkan pembukaan ruang demokrasi, penghormatan terhadap kebebasan sipil, pemberantasan korupsi, dan koreksi terhadap sistem kekuasaan yang terlalu terpusat. Karena itu, gerakan mahasiswa harus dipahami sebagai mekanisme koreksi sosial dalam demokrasi.
2. Jika dibandingkan dengan gerakan mahasiswa tahun 1998, apa perbedaan paling mendasar dari pola gerakan mahasiswa saat ini?
Foto; Salah satu mantan aktivis 98.
Perbedaan mendasar terletak pada konteks zaman. Pada 1998, musuh yang dihadapi relatif jelas: rezim sentralistik, otoriter, dan membatasi ruang demokrasi. Agenda perjuangan pun lebih terfokus. Saat ini, situasinya jauh lebih kompleks. Indonesia sudah memiliki pemilu, kebebasan pers, kebebasan berorganisasi, dan ruang digital yang luas. Tantangan kini bukan sekadar melawan otoritarianisme, melainkan menghadapi korupsi, oligarki, ketimpangan ekonomi, krisis lingkungan, dan disinformasi. Akibatnya, gerakan mahasiswa cenderung lebih terfragmentasi karena isu yang diperjuangkan beragam.
3. Pada tahun 1998, gerakan mahasiswa dikenal memiliki konsolidasi kuat dan tuntutan jelas. Apakah gerakan mahasiswa hari ini masih memiliki kekuatan arah dan tujuan yang sama?
Foto; Salah satu mantan aktivis 98.
Semangat kritis masih ada, tetapi konsolidasinya berbeda. Pada 1998 terdapat agenda besar yang menyatukan banyak kampus, yaitu reformasi politik. Kini mahasiswa lebih sering bergerak berdasarkan isu sektoral atau temporer. Tantangan terbesar adalah membangun narasi besar tentang masa depan Indonesia. Gerakan akan lebih kuat jika tidak hanya menolak kebijakan tertentu, tetapi juga menawarkan alternatif solusi konkret.
4. Saat ini media sosial menjadi ruang penting dalam membangun opini dan menggerakkan massa. Apakah kehadiran media sosial memperkuat atau melemahkan kualitas gerakan mahasiswa?
Bisa keduanya. Media sosial mempercepat penyebaran informasi, memperluas jangkauan kampanye, dan mempermudah mobilisasi massa. Sesuatu yang dulu membutuhkan waktu berminggu-minggu kini bisa dilakukan dalam hitungan jam. Namun, media sosial juga membawa risiko: aktivisme bisa berubah menjadi sekadar simbolisme digital. Orang merasa sudah berjuang hanya dengan unggahan atau tagar, tanpa kerja organisasi yang serius. Gerakan yang kuat tetap membutuhkan kaderisasi, diskusi mendalam, riset, dan konsolidasi lapangan. Media sosial hanyalah alat, bukan substansi perjuangan.
Foto; Salah satu mantan aktivis 98.
5. Banyak pihak menilai demonstrasi adalah bagian dari demokrasi. Apa batas yang membedakan aksi demokratis dengan aksi yang dianggap mengganggu stabilitas negara?
Dalam demokrasi, demonstrasi adalah hak konstitusional warga negara. Batasnya terletak pada tujuan dan metode. Aksi demokratis bertujuan menyampaikan aspirasi, melakukan kritik, dan mendorong perbaikan kebijakan. Sebaliknya, jika aksi berubah menjadi perusakan, kekerasan, penjarahan, atau upaya menciptakan kekacauan yang disengaja, maka ia keluar dari koridor demokrasi. Negara juga harus berhati-hati agar tidak menggunakan alasan “stabilitas” untuk membungkam kritik yang sah. Demokrasi membutuhkan keseimbangan antara kebebasan dan ketertiban.
6. Bagaimana menanggapi pandangan bahwa aksi massa besar dapat dianggap sebagai “kudeta massa” terhadap pemerintahan sah?
Istilah “kudeta massa” sering digunakan secara politis dan perlu dipahami hati-hati. Kudeta pada dasarnya adalah pengambilalihan kekuasaan di luar mekanisme konstitusional. Tidak semua aksi massa dapat disebut kudeta. Dalam sejarah, aksi massa sering menjadi sarana rakyat menyampaikan ketidakpuasan terhadap pemerintah. Persoalan muncul ketika ada upaya sistematis merebut kekuasaan melalui kekerasan atau pemaksaan di luar hukum. Ukuran utamanya bukan besar kecilnya massa, melainkan tujuan, metode, dan konteks politik.
7. Dalam pengalaman Anda sebagai aktivis ’98, apakah tekanan massa selalu ancaman atau bisa menjadi koreksi terhadap kekuasaan?
Tekanan massa tidak selalu ancaman. Dalam banyak kasus, tekanan massa justru menjadi alarm bahwa ada persoalan yang tidak tertangani institusi formal. Reformasi 1998 lahir dari kombinasi krisis ekonomi, ketidakpuasan publik, dan lemahnya respons kekuasaan terhadap tuntutan perubahan. Bagi pemerintahan demokratis, kritik dan tekanan publik seharusnya dipandang sebagai umpan balik untuk koreksi, bukan ancaman yang harus ditekan.
8. Apakah demokrasi cukup dimaknai melalui pemilu dan lembaga formal saja, atau harus tetap membuka ruang bagi gerakan rakyat dan mahasiswa di jalanan?
Demokrasi tidak boleh direduksi hanya menjadi pemilu lima tahunan. Pemilu memang penting sebagai mekanisme pergantian kekuasaan damai, tetapi demokrasi juga membutuhkan partisipasi publik berkelanjutan. Parlemen, partai politik, media, organisasi masyarakat sipil, serikat pekerja, dan gerakan mahasiswa adalah bagian dari ekosistem demokrasi yang sehat. Jalanan bukan lawan demokrasi; dalam kondisi tertentu, jalanan adalah ruang ekspresi ketika saluran formal tidak cukup responsif.
9. Bagaimana mahasiswa hari ini menjaga idealisme agar tetap kritis, tetapi tidak mudah ditunggangi kepentingan politik?
Pertama, memperkuat tradisi intelektual dengan rajin membaca, meneliti, dan memahami persoalan. Kedua, menjaga independensi organisasi agar tidak mudah menjadi alat kepentingan elite politik atau oligarki. Ketiga, membangun budaya kritis yang adil: kritik harus diberikan kepada siapa pun yang berkuasa ketika kebijakannya keliru. Keempat, selalu menguji informasi dan narasi yang beredar, terutama di media sosial. Idealisme tanpa pengetahuan mudah dimanfaatkan, sementara pengetahuan tanpa idealisme kehilangan arah moral.
10. Apa pesan Anda kepada mahasiswa masa kini dalam memahami demokrasi, menjaga arah gerakan, dan meneruskan semangat Reformasi 1998?
Reformasi 1998 bukan tujuan akhir, melainkan pintu masuk menuju Indonesia yang lebih adil. Mahasiswa hari ini tidak harus mengulangi persis apa yang dilakukan generasi 1998, karena setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Namun ada nilai yang harus dijaga: keberanian berpikir merdeka, keberpihakan kepada rakyat, kejujuran intelektual, dan kesediaan mengoreksi kekuasaan ketika menyimpang. Jangan hanya menjadi generasi yang pandai memprotes, tetapi juga generasi yang mampu menawarkan solusi. Jangan hanya mengkritik negara, tetapi juga mempersiapkan diri untuk memimpin dengan lebih baik. Semangat reformasi yang paling penting bukanlah menjatuhkan kekuasaan, melainkan memastikan kekuasaan selalu bekerja untuk kepentingan rakyat dan berada di bawah pengawasan rakyat. Itulah hakikat demokrasi sesungguhnya.
Tags: aktivis 98Berita TerkiniDemokrasiKabar5NewskritisMahasiswaPemikiran KritisReformasi 1998
Previous Post

Antam Kembali Raih Kepercayaan Pasar Lewat Tiga Indeks ESG KEHATI

Next Post

Hati-Hati! Penipu Bisa Sedot Rekening Lewat Screen Share di WhatsApp, Begini Modusnya

Noni Devitasari Silaban

Noni Devitasari Silaban

Related Posts

Antam Kembali Raih Kepercayaan Pasar Lewat Tiga Indeks ESG KEHATI

Antam Kembali Raih Kepercayaan Pasar Lewat Tiga Indeks ESG KEHATI

by Fajar Novryanto
22 Juni 2026
0

Kabar5News - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali memperoleh pengakuan atas komitmennya dalam menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dengan terpilih sebagai...

Antam Group Perkuat Komitmen Lingkungan Lewat Penanaman Ribuan Pohon

Antam Group Perkuat Komitmen Lingkungan Lewat Penanaman Ribuan Pohon

by Fajar Novryanto
20 Juni 2026
0

Kabar5News - Antam Group menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui berbagai aksi nyata yang dilaksanakan di Maluku Utara dalam rangka...

Kopaska TNI AL dan PASKAL Malaysia Unjuk Kemampuan dalam Latihan Malindo Jaya

Kopaska TNI AL dan PASKAL Malaysia Unjuk Kemampuan dalam Latihan Malindo Jaya

by Fajar Novryanto
19 Juni 2026
0

Kabar5News - Pasukan elite angkatan laut Indonesia dan Malaysia menunjukkan kemampuan tempur mereka melalui latihan terjun payung bersama yang digelar...

PT Antam Bikin Investor Tersenyum, Dividen Rp5,04 Triliun Resmi Dibagikan

PT Antam Bikin Investor Tersenyum, Dividen Rp5,04 Triliun Resmi Dibagikan

by Fajar Novryanto
19 Juni 2026
0

Kabar5News - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp5,04 triliun kepada para pemegang saham. Nilai...

Fundamental Kian Kokoh, Tiga Mesin Bisnis Ini Jadi Penopang Kinerja ANTAM di 2026

Fundamental Kian Kokoh, Tiga Mesin Bisnis Ini Jadi Penopang Kinerja ANTAM di 2026

by Fajar Novryanto
18 Juni 2026
0

Kabar5News - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) kembali menunjukkan kinerja yang impresif pada Triwulan I-2026. Emiten tambang pelat merah tersebut...

Next Post
Hati-Hati! Penipu Bisa Sedot Rekening Lewat Screen Share di WhatsApp, Begini Modusnya

Hati-Hati! Penipu Bisa Sedot Rekening Lewat Screen Share di WhatsApp, Begini Modusnya

Cara Clipper Pemula Bisa Naik Kelas dengan Penghasilan 3 Sampai 5 Juta Perbulan

Cara Clipper Pemula Bisa Naik Kelas dengan Penghasilan 3 Sampai 5 Juta Perbulan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Cara Clipper Pemula Bisa Naik Kelas dengan Penghasilan 3 Sampai 5 Juta Perbulan

Cara Clipper Pemula Bisa Naik Kelas dengan Penghasilan 3 Sampai 5 Juta Perbulan

22 Juni 2026
Hati-Hati! Penipu Bisa Sedot Rekening Lewat Screen Share di WhatsApp, Begini Modusnya

Hati-Hati! Penipu Bisa Sedot Rekening Lewat Screen Share di WhatsApp, Begini Modusnya

22 Juni 2026
  • 640 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In