Kabar5News – TNI Angkatan Darat (TNI AD) mulai memasuki tahap persiapan awal untuk mendukung penugasan dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang tengah dikoordinasikan secara internasional. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa proses tersebut masih berjalan dan belum sampai pada keputusan final.
Pernyataan itu disampaikan Maruli usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI dan Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026). Ia menjelaskan, TNI AD saat ini menunggu hasil koordinasi dari pihak yang mengatur misi, termasuk terkait kebutuhan pasukan di wilayah Gaza.
Menurutnya, arahan resmi nantinya akan diteruskan dari Mabes TNI ke Mabes Angkatan Darat untuk menentukan karakter dan komposisi personel yang dibutuhkan.
“Kami menunggu hasil koordinasi yang mengoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI, lalu ke Mabes AD, membutuhkan personel yang berkarakter apa, nanti kami siapkan,” ujar Maruli.
Ia menambahkan, pasukan yang dipersiapkan difokuskan pada karakter pasukan perdamaian, termasuk unsur kesehatan sebagai bagian dari misi kemanusiaan. Meski demikian, keputusan terkait lokasi penugasan, apakah di Gaza atau Lebanon, sepenuhnya berada di kewenangan Mabes TNI.
Terkait jumlah personel, Maruli menyebut estimasi kekuatan bisa mencapai satu brigade atau sekitar 5.000 hingga 8.000 prajurit. Namun angka tersebut masih dalam tahap negosiasi dan belum ditetapkan secara resmi.
Hingga kini, belum ada kepastian waktu pengiriman pasukan. TNI AD menegaskan kesiapan dalam aspek penyiapan personel, sembari menunggu keputusan akhir dari otoritas yang berwenang.












