Kabar5News – Siapa yang tidak kenal dengan Pizza Hut? Brand fast food asal Amerika Serikat ini kini resmi menjual bisnis global restorannya, laku Rp48,19 triliun.
Pemilik Pizza Hut, Yum Brands menjual bisnis restoran yang telah mendunia ini pada perusahaan investasi Long Range Capital senilai Rp 26,77 triliun.
Sementara itu, bisnis pizza hut yang berada di China telah dijual terpisah pada Yum China senilai Rp 21,42 triliun.
Keputusan pahit tersebut diambil karena adanya tekanan bisnis yang terjadi bertahun-tahun, persaingan ketat, dan perilaku konsumen mengalami perubahan.
Latar Belakang Penjualan Bisnis Restoran Global Pizza Hut
Adanya opsi tersebut hingga sebuah kesepakatan terbentuk, secara langsung menghentikan hubungan yang terjalin bertahun-tahun antara Pizza Hut dengan Yum Brands.
Yum mengumumkan bahwa keputusan menjual Pizza Hut dilakukan setelah melalui pertimbangan matang dari tim manajemen dan dewan direksi.
Kajian strategi terkait masa depan bisnis telah dipelajari dan dianalisis mendalam. Pihak perusahaan pun menilai dengan adanya struktur kepemilikan baru, berpeluang memberikan ruang lebih sesuai untuk perkembangan Pizza Hut di tengah kuatnya arus persaingan.
Kinerja Pizza Hut terus mengalami penurunan bahkan tertinggal dari pesaingnya, khususnya di Amerika Serikat sebagai pasar terbesar.
Pizza Hut sangat sulit beradaptasi di negara asalnya terkait perubahan tren konsumen yang semula konsep restoran makan di tempat berubah menjadi pesan antar dan bawa pulang.
Pada saat bersamaan, Domino’s Pizza terus memperluas pangsa pasar, begitu juga dengan platform pengantaran DoorDash makin menggerus penjualan.
November tahun lalu, Yum mengumumkan bahwa perusahaan sudah memiliki beberapa opsi. Namun, keputusan akhir tetap melakukan penjualan.
Langkah tersebut termasuk paling tepat untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham serta pertimbangan untuk lebih fokus pada bisnis spesifik.
Sejarah Pizza Hut
Adanya pengumuman resmi terkait penjualan Pizza Hut, publik penasaran dengan sejarah terbentuknya perusahaan tersebut.
Melansir informasi dari CNN Indonesia, bisnis tersebut didirikan dua bersaudara Dan dan Frank Carney, di Wichita, Kansas, AS, tahun 1958.
Satu tahun berselang, mereka mulai menggunakan konsep waralaba hingga mendorong ekspansi lebih cepat.
Perkembangan yang pesat membuat Pizza Hut berhasil melantai di bursa pada tahun 1969. Praktis dalam jangka waktu dua tahun sukses menguasai jaringan global.
Kondisi tersebut bertahan puluhan tahun, sebelum akhirnya tergerus oleh pesona Domino’s Pizza mulai tahun 2017.
Pizza Hut juga pernah menjadi bagian PepsiCo pada tahun 1977 saat perusahaan minuman ringan tersebut berekspansi ke bisnis restoran.
Setelah itu PepsiCo memisahkan unit restoran pada tahun 1997, hingga akhirnya Pizza Hut bergabung dalam perusahaan yang kemudian berkembang menjadi Yum Brands.
Sampai akhir 2025 Pizza Hut berhasil membuka hampir 20 ribu gerai di 108 negara serta wilayah. Semua beroperasi aktif hingga mampu membukukan penjualan tahunan sebesar US$12,8 miliar.
Negara AS merupakan pangsa pasar terbesar yang menyumbang kontribusi sebesar 40 persen dari total penjualan global. Selanjutnya disusul China sebagai peringkat kedua memberikan 20 persen dari total penjualan perusahaan.












