Kabar5news
Rabu,25 Maret , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home GAYA HIDUP

Wayang Potehi Tradisi Tionghoa Yang Hilang Dari Sumatera Barat

Lembaga Studi Asia Tenggara dan Karibia Kerajaan Belanda, tahun 1891 wayang Potehi pernah tampil dipertunjukkan daerah Solok, Sumatera Barat

Ferdian Kebe by Ferdian Kebe
24 Maret 2025
in GAYA HIDUP
0
Wayang Potehi Tradisi Tionghoa Yang Hilang Dari Sumatera Barat
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Potehi berasal dari kata pou 布 (kain), te 袋 (kantong) dan hi 戯 (wayang). Secara harafiah arti potehi: wayang berbentuk kantong kain.

Sebelum tahun 1965, wayang potehi sering tampil di berbagai kesempatan di Padang, salah satunya ketika Imlek, bertempat di halaman Kelenteng See Hin Kiong lama.

RELATED POSTS

Wujud Akulturasi Budaya, Begini Asal Usul Tradisi Makan Ketupat Saat Lebaran

Bukan Hanya Opor Ayam, Inilah 5 Makanan Khas Idul Fitri dari Berbagai Daerah di Indonesia

Biasanya, anak-anak Tionghoa di Padang dulunya suka bermain wayang-wayangan di rumah. Mereka mengambil serbet, ujungnya dipilin menyerupai kepala wayang dan sisa kainnya menyelimuti tangan, lalu mulai bermain-main, meniru penampilan wayang potehi.

Cara Main Wayang Potehi di Rumah Dengan Menggunakan Ujung Serbet dilipat di Tangan. [Foto : Instagram Tionghoa Sumbar]
Di Nusantara, wayang Potehi mulai diperkenalkan oleh orang Tionghoa yang datang sekitar abad ke -16 sampai 19.

Berdasarkan dokumen KITLV, Lembaga Studi Asia Tenggara dan Karibia Kerajaan Belanda, tahun 1891 wayang Potehi pernah tampil dipertunjukkan daerah Solok, Sumatera Barat.

Wayang Potehi dimainkan 2 orang, yaitu dalang (pembawa cerita) dan asisten dalang (mempersiapkan properti).

Pertunjukkan Wayang Potehi diiringi 3 musisi yang memainkan berbagai alat musik seperti Gembreng besar (Toa Loo), Rebab (Hian Na), Kayu (Pial Ko), Suling (Bien Siauw) Gembreng kecil (Siauw Loo), Gendang (Tong Ko), dan Selompret (Thua Jwee).

Satu musisi dapat memainkan dua hingga tiga alat musik secara bergantian.

Sebelum tahun 1965, Wayang Potehi sering tampil di berbagai kesempatan, salah satunya ketika Imlek, bertempat di Klenteng See Hin Kiong lama.

Naskah yang dibawa beragam mulai dari sejarah Tiongkok zaman Sam Khok, Dinasti Ching, Dinasti Tang, Dinasti Ming dan lainnya.

Beragam Karakter Wayang Potehi.[Foto : Instagram Tionghoa Sumbar]
Keseluruhan Cerita berisi nilai-nilai moral dan kebaikan. Biasanya dilafalkan dalam bahasa Mandarin dan Hokkian.

Anak – anak Tionghoa di Padang dulunya suka bermain wayang – wayangan di rumah. Mereka mengambil serbet ujungnya dipilih menyerupai kepala wayang dan sis kainnya menyelimuti tangan, lalu mulai bermain – main meniru penampilan Wayang Potehi.

Sejak Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor. 14/1967 melarang budaya Tionghoa di ruang publik, sehingga Wayang Potehi tidak lagi ditampilkan di Padang.

Setelah Gusdur mencabut aturan Inpres Nomor. 14 tahun 1967 di tahun 2000. Wayang Potehi pernah sekali ditampilkan 2013. Saat itu ulang tahun Organisasi Hok Teng Tong (HTT) yang ke -150.

Tim wayang Potehi yang tampil di datangkan dari Kota Semarang. Hal itu karena Padang tidak lagi memiliki Tim Wayang Potehi hingga hari ini.

 

Tags: 1967BudayaInpres Nomor 14SoehartoSumatera BaratTionghoaWayang Potehi
Previous Post

Presiden Prabowo Pimpin Rapat SKP Bahas Persiapan Idul Fitri

Next Post

Bahagianya Anak Yatim dan Duafa Sekitar Kilang Pertamina Balikpapan dalam Program Energizing Others

Ferdian Kebe

Ferdian Kebe

Porque no te callas

Related Posts

Wujud Akulturasi Budaya, Begini Asal Usul Tradisi Makan Ketupat Saat Lebaran

Wujud Akulturasi Budaya, Begini Asal Usul Tradisi Makan Ketupat Saat Lebaran

by Mera Puspita Sari
20 Maret 2026
0

Kabar5News - Momen Hari Raya Idul Fitri belum lengkap tanpa hadirnya ketupat sebagai hidangan utama yang disantap bersama opor ayam,...

Bukan Hanya Opor Ayam, Inilah 5 Makanan Khas Idul Fitri dari Berbagai Daerah di Indonesia

Bukan Hanya Opor Ayam, Inilah 5 Makanan Khas Idul Fitri dari Berbagai Daerah di Indonesia

by Mera Puspita Sari
19 Maret 2026
0

Kabar5News - Momen Lebaran 2026 tinggal menghitung hari, umat muslim di Indonesia sudah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk makanan khas yang...

Resep Opor Ayam Sehat, Agar Tubuh Tetap Sehat Setelah Idul Fitri

Resep Opor Ayam Sehat, Agar Tubuh Tetap Sehat Setelah Idul Fitri

by Mera Puspita Sari
19 Maret 2026
0

Kabar5News - Opor ayam sehat merupakan hidangan khas Hari Raya Idul Fitri, biasanya dikonsumsi bersama ketupat maupun kerupuk udang. Menu...

5 Tradisi Perayaan Idul Fitri di Berbagai Daerah Indonesia yang Penuh Makna

5 Tradisi Perayaan Idul Fitri di Berbagai Daerah Indonesia yang Penuh Makna

by Fajar Novryanto
18 Maret 2026
0

Kabar5News - Perayaan Idul Fitri di Indonesia tidak hanya identik dengan salat Id dan silaturahmi, tetapi juga diwarnai oleh berbagai...

5 Tips Mudik Ramah Lingkungan yang Aman dan Nyaman 

5 Tips Mudik Ramah Lingkungan yang Aman dan Nyaman 

by Mera Puspita Sari
18 Maret 2026
0

Kabar5News - Pekan Mudik Lebaran 2026 sudah di depan mata. Momen merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman bersama...

Next Post
Bahagianya Anak Yatim dan Duafa Sekitar Kilang Pertamina Balikpapan dalam Program Energizing Others

Bahagianya Anak Yatim dan Duafa Sekitar Kilang Pertamina Balikpapan dalam Program Energizing Others

Komisaris dan Direksi Pertamina Kunjungi Kilang Balongan, Pastikan Kilang Beroperasi Optimal Jelang Idul Fitri

Komisaris dan Direksi Pertamina Kunjungi Kilang Balongan, Pastikan Kilang Beroperasi Optimal Jelang Idul Fitri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Dihapus Pada Masa Gus Dur, Kini Kaster TNI Diaktifkan Kembali

Dihapus Pada Masa Gus Dur, Kini Kaster TNI Diaktifkan Kembali

24 Maret 2026
Menelisik Fenomena Pendatang Paska Mudik Lebaran, di Era Gubernur DKI Wiyogo Atmodarminto

Menelisik Fenomena Pendatang Paska Mudik Lebaran, di Era Gubernur DKI Wiyogo Atmodarminto

23 Maret 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In