Kabar5news
Rabu,13 Mei , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home GAYA HIDUP

Wayang Potehi Tradisi Tionghoa Yang Hilang Dari Sumatera Barat

Lembaga Studi Asia Tenggara dan Karibia Kerajaan Belanda, tahun 1891 wayang Potehi pernah tampil dipertunjukkan daerah Solok, Sumatera Barat

Ferdian Kebe by Ferdian Kebe
24 Maret 2025
in GAYA HIDUP
0
Wayang Potehi Tradisi Tionghoa Yang Hilang Dari Sumatera Barat
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Potehi berasal dari kata pou 布 (kain), te 袋 (kantong) dan hi 戯 (wayang). Secara harafiah arti potehi: wayang berbentuk kantong kain.

Sebelum tahun 1965, wayang potehi sering tampil di berbagai kesempatan di Padang, salah satunya ketika Imlek, bertempat di halaman Kelenteng See Hin Kiong lama.

RELATED POSTS

7 Cara Memastikan Kesehatan Hewan Kurban Agar Tidak Salah Pilih

Nonton Film Gratis Membawa Petaka, Situs LK21 Punya Risiko Malware Hingga Pencurian Data

Biasanya, anak-anak Tionghoa di Padang dulunya suka bermain wayang-wayangan di rumah. Mereka mengambil serbet, ujungnya dipilin menyerupai kepala wayang dan sisa kainnya menyelimuti tangan, lalu mulai bermain-main, meniru penampilan wayang potehi.

Cara Main Wayang Potehi di Rumah Dengan Menggunakan Ujung Serbet dilipat di Tangan. [Foto : Instagram Tionghoa Sumbar]
Di Nusantara, wayang Potehi mulai diperkenalkan oleh orang Tionghoa yang datang sekitar abad ke -16 sampai 19.

Berdasarkan dokumen KITLV, Lembaga Studi Asia Tenggara dan Karibia Kerajaan Belanda, tahun 1891 wayang Potehi pernah tampil dipertunjukkan daerah Solok, Sumatera Barat.

Wayang Potehi dimainkan 2 orang, yaitu dalang (pembawa cerita) dan asisten dalang (mempersiapkan properti).

Pertunjukkan Wayang Potehi diiringi 3 musisi yang memainkan berbagai alat musik seperti Gembreng besar (Toa Loo), Rebab (Hian Na), Kayu (Pial Ko), Suling (Bien Siauw) Gembreng kecil (Siauw Loo), Gendang (Tong Ko), dan Selompret (Thua Jwee).

Satu musisi dapat memainkan dua hingga tiga alat musik secara bergantian.

Sebelum tahun 1965, Wayang Potehi sering tampil di berbagai kesempatan, salah satunya ketika Imlek, bertempat di Klenteng See Hin Kiong lama.

Naskah yang dibawa beragam mulai dari sejarah Tiongkok zaman Sam Khok, Dinasti Ching, Dinasti Tang, Dinasti Ming dan lainnya.

Beragam Karakter Wayang Potehi.[Foto : Instagram Tionghoa Sumbar]
Keseluruhan Cerita berisi nilai-nilai moral dan kebaikan. Biasanya dilafalkan dalam bahasa Mandarin dan Hokkian.

Anak – anak Tionghoa di Padang dulunya suka bermain wayang – wayangan di rumah. Mereka mengambil serbet ujungnya dipilih menyerupai kepala wayang dan sis kainnya menyelimuti tangan, lalu mulai bermain – main meniru penampilan Wayang Potehi.

Sejak Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor. 14/1967 melarang budaya Tionghoa di ruang publik, sehingga Wayang Potehi tidak lagi ditampilkan di Padang.

Setelah Gusdur mencabut aturan Inpres Nomor. 14 tahun 1967 di tahun 2000. Wayang Potehi pernah sekali ditampilkan 2013. Saat itu ulang tahun Organisasi Hok Teng Tong (HTT) yang ke -150.

Tim wayang Potehi yang tampil di datangkan dari Kota Semarang. Hal itu karena Padang tidak lagi memiliki Tim Wayang Potehi hingga hari ini.

 

Tags: 1967BudayaInpres Nomor 14SoehartoSumatera BaratTionghoaWayang Potehi
Previous Post

Presiden Prabowo Pimpin Rapat SKP Bahas Persiapan Idul Fitri

Next Post

Bahagianya Anak Yatim dan Duafa Sekitar Kilang Pertamina Balikpapan dalam Program Energizing Others

Ferdian Kebe

Ferdian Kebe

Porque no te callas

Related Posts

7 Cara Memastikan Kesehatan Hewan Kurban Agar Tidak Salah Pilih

7 Cara Memastikan Kesehatan Hewan Kurban Agar Tidak Salah Pilih

by Mera Puspita Sari
13 Mei 2026
0

Kabar5News - Hari Raya Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026, umat muslim merayakan momen sakral tersebut dengan melaksanakan sholat...

Nonton Film Gratis Membawa Petaka, Situs LK21 Punya Risiko Malware Hingga Pencurian Data

Nonton Film Gratis Membawa Petaka, Situs LK21 Punya Risiko Malware Hingga Pencurian Data

by Mera Puspita Sari
13 Mei 2026
0

Kabar5News - Situs ilegal seperti LK21 masih menjadi incaran para pecinta film lokal maupun mancanegara, padahal ada risiko besar yang...

7 Manfaat Seledri untuk Kesehatan, Bisa Dimakan Langsung atau Jadi Minuman

7 Manfaat Seledri untuk Kesehatan, Bisa Dimakan Langsung atau Jadi Minuman

by Mera Puspita Sari
12 Mei 2026
0

Kabar5News - Seledri termasuk sayuran yang masuk dalam famili Apiaceae. Karakteristik utama berupa warna hijau segar dengan tangkai renyah, bisa...

Bukan Cuma Risiko Terkena Phising, Pengakses LK21 dan IndoXXI Juga Bisa Terancam Sanksi Hukum

Bukan Cuma Risiko Terkena Phising, Pengakses LK21 dan IndoXXI Juga Bisa Terancam Sanksi Hukum

by Mera Puspita Sari
12 Mei 2026
0

Kabar5News - Situs streaming film ilegal LK21 dan IndoXXI semakin meresahkan, sempat dinonaktifkan permanen oleh Pemerintah, tapi tetap saja masih...

Angin Sebelum Badai

Angin Sebelum Badai

by Redaksi
11 Mei 2026
0

Sebuah Prosa Sastra Karya Taufan Hunneman BAGIAN I Angin datang membawa cinta untuknya. Kehadiran Angin telah mengobati luka mendalam Pere....

Next Post
Bahagianya Anak Yatim dan Duafa Sekitar Kilang Pertamina Balikpapan dalam Program Energizing Others

Bahagianya Anak Yatim dan Duafa Sekitar Kilang Pertamina Balikpapan dalam Program Energizing Others

Komisaris dan Direksi Pertamina Kunjungi Kilang Balongan, Pastikan Kilang Beroperasi Optimal Jelang Idul Fitri

Komisaris dan Direksi Pertamina Kunjungi Kilang Balongan, Pastikan Kilang Beroperasi Optimal Jelang Idul Fitri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Pesta Babi, Papua, dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia

Pesta Babi, Papua, dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia

13 Mei 2026
Agus Widjajanto Soroti Laporan Satpam Hotel Fairmont terhadap Andrie Yunus: Polisi Harus Tegakkan Prinsip Equality Before The Law

Agus Widjajanto Soroti Laporan Satpam Hotel Fairmont terhadap Andrie Yunus: Polisi Harus Tegakkan Prinsip Equality Before The Law

13 Mei 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In