Kabar5news
Kamis,23 Juli , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Empat Prajurit TNI Dituntut 2,5 Tahun Penjara, Pakar: Peradilan Militer Bukan Benteng Impunitas

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus kembali menjadi sorotan publik. Di tengah proses hukum yang berjalan, pakar hukum menegaskan peradilan militer memiliki dasar konstitusional yang kuat dan bukan sarana untuk melindungi pelanggaran.

Fajar Novryanto by Fajar Novryanto
3 Juni 2026
in NASIONAL
0
Empat Prajurit TNI Dituntut 2,5 Tahun Penjara, Pakar: Peradilan Militer Bukan Benteng Impunitas

kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus memasuki tahap tuntutan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, pakar jelaskan peradilan militer bukan benteng impunitas. ilustrasi foto: chatgpt

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Proses hukum terhadap empat prajurit TNI yang menjadi terdakwa dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, terus bergulir. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu (3/6/2026), oditur militer menuntut keempat terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan.

Oditur militer menyatakan para terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam perkara tersebut. Tuntutan yang sama dijatuhkan kepada seluruh terdakwa, yaitu:

RELATED POSTS

Kapal Induk Eks Giuseppe Garibaldi Segera Tiba di Indonesia, Teluk Ratai Disiapkan Jadi Pangkalan Utama

TNI AU Perkuat Kerja Sama Pertahanan Lewat Latihan Multinasional Pitch Black 2026

  • Sersan Dua Edi Sudarko: 2 tahun 6 bulan penjara
  • Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi: 2 tahun 6 bulan penjara
  • Kapten Nandala Dwi Prasetyo: 2 tahun 6 bulan penjara
  • Letnan Satu Sami Lakka: 2 tahun 6 bulan penjara

Kasus ini bermula dari peristiwa yang terjadi setelah Andrie Yunus melakukan interupsi dalam rapat pembahasan revisi Undang-Undang TNI yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, pada Maret 2025. Dalam surat dakwaan yang dibacakan sebelumnya, oditur militer menyebut para terdakwa merasa tersinggung dan menilai tindakan Andrie telah mencederai kehormatan institusi TNI.

“Dengan kejadian tersebut, para terdakwa menilai Saudara Andrie Yunus telah melecehkan institusi TNI, bahkan menginjak-injak institusi TNI,” ujar oditur saat membacakan dakwaan di persidangan.

Menurut dakwaan, setelah peristiwa tersebut para terdakwa mencari informasi mengenai aktivitas Andrie Yunus. Mereka kemudian membagi peran dan tugas sebelum melancarkan aksi penyiraman air keras yang terjadi pada Maret 2026. Atas perbuatannya, para terdakwa didakwa melanggar sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Perkara ini menarik perhatian publik karena melibatkan anggota militer sebagai terdakwa. Tidak sedikit pihak yang mempertanyakan mekanisme penegakan hukum yang diterapkan dalam kasus tersebut, termasuk mengenai kewenangan peradilan militer dalam menangani perkara yang melibatkan prajurit TNI.

Menanggapi berbagai pandangan yang berkembang di masyarakat, Guru Besar Hukum Universitas Pancasila, Agus Surono, menegaskan bahwa peradilan militer bukanlah benteng impunitas. Menurutnya, peradilan militer merupakan bagian yang sah dari sistem peradilan nasional dan memiliki landasan hukum yang jelas dalam konstitusi maupun peraturan perundang-undangan.

Agus menjelaskan bahwa sistem peradilan di Indonesia telah diatur secara tegas dalam Pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945. Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilaksanakan oleh Mahkamah Agung beserta badan peradilan yang berada di bawahnya, yang terdiri atas lingkungan peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer, dan peradilan tata usaha negara.

“Secara konstitusional, sistem peradilan di Indonesia diatur dalam Pasal 24 ayat (2) UUD 1945 yang menyebutkan adanya empat lingkungan peradilan di bawah Mahkamah Agung, termasuk peradilan militer,” jelas Agus.

Ia menambahkan bahwa keberadaan peradilan militer juga diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Sementara itu, pengaturan yang lebih spesifik mengenai struktur, kewenangan, dan tata cara peradilan militer masih mengacu pada Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 yang hingga saat ini tetap berlaku sebagai hukum positif.

“Ketentuan tersebut diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, sementara pengaturan khusus peradilan militer masih mengacu pada Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 yang berlaku sebagai hukum positif,” lanjutnya.

Menurut Agus, peradilan militer memiliki karakteristik yang berbeda dengan peradilan umum karena disesuaikan dengan kebutuhan organisasi militer yang menempatkan disiplin sebagai salah satu unsur utama. Sistem hukum militer memungkinkan tindakan terhadap prajurit yang diduga melakukan pelanggaran dapat dilakukan secara cepat melalui mekanisme internal, termasuk melalui peran atasan yang berhak menghukum atau Ankum.

“Sistem komando memungkinkan tindakan korektif dilakukan segera sehingga pelanggaran dapat diselesaikan tanpa tertunda,” ujarnya.

Agus menilai karakteristik tersebut kerap disalahpahami sebagai bentuk perlindungan terhadap pelanggaran yang dilakukan anggota militer. Padahal, menurutnya, tujuan utama dari sistem tersebut adalah menjaga ketertiban, disiplin, dan efektivitas organisasi militer agar tetap berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya memahami peradilan militer secara utuh dan proporsional. Menurutnya, setiap perkara yang melibatkan prajurit TNI tetap harus diproses berdasarkan hukum yang berlaku, sementara keberadaan peradilan militer merupakan bagian dari mekanisme hukum yang telah diakui oleh konstitusi dan sistem peradilan nasional.

Di tengah sorotan terhadap kasus penyiraman air keras yang menjerat empat prajurit TNI tersebut, Agus berharap masyarakat dapat melihat proses hukum yang berjalan secara objektif. Dengan memahami dasar hukum dan mekanisme yang berlaku, publik diharapkan dapat menilai setiap proses penegakan hukum berdasarkan fakta dan ketentuan perundang-undangan, bukan semata-mata berdasarkan persepsi.

Tags: Agus SuronoAndrie Yunushukum.IndonesiaKabar5NewsKekuasaan KehakimanKontraSPengadilan MiliterPeradilan MiliterTNIUUD 1945
Previous Post

TNI Renovasi Sekolah di Papua, Dukung Lahirnya Generasi Unggul

Next Post

Profil Mayjen TNI Trenggono, Wakil Kepala BGN Baru yang Ditunjuk Presiden

Fajar Novryanto

Fajar Novryanto

Related Posts

Kapal Induk Eks Giuseppe Garibaldi Segera Tiba di Indonesia, Teluk Ratai Disiapkan Jadi Pangkalan Utama

Kapal Induk Eks Giuseppe Garibaldi Segera Tiba di Indonesia, Teluk Ratai Disiapkan Jadi Pangkalan Utama

by Fajar Novryanto
22 Juli 2026
0

Kabar5News - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memastikan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi hibah dari Pemerintah Italia akan...

TNI AU Perkuat Kerja Sama Pertahanan Lewat Latihan Multinasional Pitch Black 2026

TNI AU Perkuat Kerja Sama Pertahanan Lewat Latihan Multinasional Pitch Black 2026

by Fajar Novryanto
21 Juli 2026
0

Kabar5News - TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama pertahanan internasional melalui partisipasi pada Air...

Jakarta Ditetapkan PBB Sebagai Kota Terbesar di Dunia Kalahkan Tokyo hingga Canada

Jakarta Ditetapkan PBB Sebagai Kota Terbesar di Dunia Kalahkan Tokyo hingga Canada

by Mera Puspita Sari
21 Juli 2026
0

Kabar5News - Jakarta baru saja mendapat predikat dari PBB sebagai kota terbesar di dunia dengan segala pertimbangan mendasar yang mempengaruhinya....

Dua Perwira TNI AD Tuntaskan Pendidikan Militer Elite, Diwisuda Langsung oleh Presiden Erdogan di Turki

Dua Perwira TNI AD Tuntaskan Pendidikan Militer Elite, Diwisuda Langsung oleh Presiden Erdogan di Turki

by Fajar Novryanto
20 Juli 2026
0

Kabar5News - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat di kancah internasional. Dua perwira terbaik TNI...

Antam Kembali Raih Kepercayaan Pasar Lewat Tiga Indeks ESG KEHATI

Melalui Program CSR, ANTAM UBPE Pongkor Siapkan Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air Bersih

by Fajar Novryanto
20 Juli 2026
0

Kabar5News - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor segera merealisasikan pembangunan sumur bor di sejumlah...

Next Post
Profil Mayjen TNI Trenggono, Wakil Kepala BGN Baru yang Ditunjuk Presiden

Profil Mayjen TNI Trenggono, Wakil Kepala BGN Baru yang Ditunjuk Presiden

19 Cara Mengamankan M-Banking di HP Android dari Risiko Pembobolan Rekening

19 Cara Mengamankan M-Banking di HP Android dari Risiko Pembobolan Rekening

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Perjalanan Ganda Putra Indonesia Fajar dan Fikri Menjadi Juara Japan Open 2026

Perjalanan Ganda Putra Indonesia Fajar dan Fikri Menjadi Juara Japan Open 2026

23 Juli 2026
Bukan Sekedar Trend Kebugaran Baru, Mengenal Hyrox dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Bukan Sekedar Trend Kebugaran Baru, Mengenal Hyrox dan Manfaatnya Bagi Tubuh

22 Juli 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In