Kabar5News – Mobile Banking atau M-Banking termasuk salah satu layanan perbankan berbasis digital untuk memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna.
Setiap kali transaksi akan dipermudah, hanya berbekal ponsel pintar, klik perintah yang diperlukan. Dalam hitungan detik langsung beres.
Kemudahan yang dihadirkan oleh M-Banking membuat popularitasnya menanjak, pada satu sisi menjadi sasaran empuk oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan pencurian data sekaligus rekening.
Dengan demikian, sebagai pemilik ponsel berbasis Android. Anda berkewajiban melindunginya dari bahaya pembobolan.
Ada berbagai cara amankan M-Banking di HP android untuk mencegah pelaku menguras rekening Anda
Langkah mengamankan M-Banking di HP Android
Layanan keuangan berlapis pada smartphone Anda kini bisa diperoleh menggunakan cara tertentu, simple, praktis. Rekening dalam Mobile Banking bisa anti maling.
Berikut step by step mengamankan M-Banking dari jeratan maling rekening digital:
1. Menggunakan Alarm Pencurian
Anda bisa memakai alarm supaya m-banking di HP Android aman dari tangan jahil.
Cara kerja alarm simple, nantinya akan berbunyi saat seseorang terindikasi akses smartphone tanpa izin. Alarm tidak berhenti nyala tanpa sidik jari atau PIN Anda.
Anda dapat mengaktifkannya dengan mengunduh layanan pihak ketiga atau aplikasi bernama TinG Alarm.
2. Kunci Aplikasi M-Banking
Layanan m-banking biasanya sudah mempunyai pengaman, tapi Anda perlu memperketatnya supaya tercipta keamanan berlapis.
Caranya dengan melakukan penguncian aplikasi m-banking. Anda bisa mengunduh aplikasi bernama L Calculator, yang mana akan menyamar sebagai kalkulator dengan ikon dan nama standar.
3. Kunci Layar Smartphone
Anda juga perlu menerapkan penguncian pada layar HP, memakai kombinasi PIN, pola, password, biometrik (sidik jari, Face ID).
4. Menyembunyikan Notifikasi
Notifikasi biasanya terlihat langsung, entah itu di halaman utama atau di layar kunci.
Supaya kode sensitif seperti OTP tidak kelihatan, Anda dapat mengatur supaya notifikasi tidak muncul.
5. Mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah
Setiap akun umumnya punya fitur verifikasi dua langkah, saat diaktifkan akan memberikan sistem keamanan ganda. Sehingga sulit dibobol maling digital.
6. Kunci SIM Card
SIM Card yang Anda gunakan bisa saja pindah ke perangkat lain, berakibat pada OTP untuk berbagai akun online dapat diakses.
Anda bisa melakukan penguncian SIM Card pada pengaturan.
7. Jangan Simpan Password Otomatis
Saat Anda login pakai akun Google, biasanya muncul notifikasi simpan password. Lebih baik jangan lakukan hal itu, supaya tetap terjaga keamanannya.
8. Pakai Password yang Berbeda-beda
Sebaiknya setiap akun mempunyai password berbeda satu sama lain, termasuk m-banking, supaya pembobol tidak gampang masuk.
9. Rutin Ganti Password
Anda bisa melakukan penggantian password rekening secara rutin, mulai buat jadwal khusus. Misalkan setiap 1-3 bulan sekali.
10. Memakai Password Manager Aman
Supaya password yang Anda pakai tidak terlupakan karena banyaknya akun, sebaiknya pakai password manager yang terpercaya untuk mengelola semua password.
11. Pakai Aplikasi Resmi
Sekarang banyak ditemukan aplikasi yang menyerupai aplikasi resmi, biasanya fiturnya lebih lengkap untuk memancing korban.
Lebih baik pakai aplikasi resmi yang terdapat pada Google Play Store untuk keamanan.
12. Hindari WiFi Publik
Jika Anda sedang melakukan transaksi keuangan, sebaiknya hindari WiFi publik, demi keamanan data diri dan rekening.
13. Pakai VPN Terpercaya
Jika Anda dalam kondisi terpaksa pakai WiFi, maka tambahkan saja VPN terpercaya. Supaya lalu lintas internet Anda bisa disembunyikan.
14. Membersihkan Cache Aplikasi
Sebaiknya Anda mulai rutin membersihkan cache pada aplikasi keuangan dan aplikasi lain dalam HP, supaya bisa menutup celah penyusup.
15. Update Aplikasi
Aplikasi keuangan pada smartphone sebaiknya rutin di update untuk menutup celah pembobol.
16. Update Sistem Operasi
Celah keamanan perangkat juga perlu ditambal dengan melakukan update sistem operasi secara berkala jika sudah tersedia dan perangkatmu masih didukung update tersebut.
17. Data Pribadi Jangan Dibagikan
Pastikan Anda tidak membagikan data pribadi seperti PIN, password, kode OTP, foto KTP ke siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai layanan resmi.
18. Hati-hati dengan Tautan Phising
Tautan yang Anda lihat pada platform perpesanan maupun media sosial lain sebaiknya diwaspadai.
Penjahat siber bisa memancing Anda isi data pribadi atau langsung menyusupkan malware saat menekan link tersebut.
19. Aplikasi Bahaya Dihapus
Periksa aplikasi mencurigakan dalam HP. Apabila ada aplikasi tidak resmi atau yang meminta izin tidak sesuai dengan tugasnya, sebaiknya hapus atau cabut izinnya.
Pastikan tidak ada aplikasi yang tidak Anda kenal. Kalau ada, segera hapus aplikasi tersebut.












