Kabar5News – Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Norwegia tak hanya menyajikan drama hasil pertandingan, tetapi juga menyuguhkan duel psikologis yang melibatkan Neymar dan penjaga gawang Norwegia, Orjan Nyland.
Momen tersebut terjadi sesaat sebelum Neymar mengeksekusi penalti di penghujung pertandingan yang berlangsung di New York Stadium, Senin (6/7/2026) WIB.
Brasil harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia setelah takluk 1-2 dari Norwegia. Erling Haaland menjadi aktor utama kemenangan tim Skandinavia dengan mencetak dua gol pada menit ke-79 dan 90. Kedua gol tersebut lahir berkat assist Andreas Schjelderup yang tampil impresif sepanjang pertandingan.
Tim Samba baru mampu memperkecil ketertinggalan pada masa injury time melalui eksekusi penalti Neymar. Hadiah penalti diberikan setelah Casemiro dilanggar saat duel udara di kotak terlarang.
Adu Mental Sebelum Penalti
Sebelum tendangan dilakukan, suasana sempat memanas. Neymar dan Orjan Nyland terlihat saling melontarkan kata-kata dalam upaya memengaruhi mental lawan.
Menurut laporan DAZN, Neymar lebih dulu melontarkan pertanyaan kepada Nyland.
“Mau ke mana arahnya?”
Nyland yang sebelumnya sukses menggagalkan penalti Bruno Guimaraes tak gentar membalas tantangan tersebut.
“Saya akan menepisnya. Saya akan menepisnya.”
Meski mendapat tekanan psikologis, Neymar tetap menunjukkan ketenangannya. Penyerang berusia 34 tahun itu berhasil mengecoh Nyland dan mengirim bola ke gawang Norwegia.
Usai mencetak gol, Neymar kembali memberikan respons kepada sang kiper.
“Bukan padaku! Bukan padaku!”
Ucapan tersebut dianggap sebagai balasan atas upaya perang mental yang dilakukan Nyland sebelum penalti dieksekusi.
Brasil Tersingkir, Neymar Akhiri Perjalanan Bersama Selecao
Gol Neymar tak mampu mengubah hasil pertandingan. Brasil tetap harus mengakui keunggulan Norwegia dengan skor 1-2 sekaligus mengakhiri langkah mereka di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kekalahan itu juga menjadi momen emosional bagi Neymar. Seusai pertandingan, ia tampak tak mampu menahan air mata dan mengonfirmasi bahwa laga tersebut menjadi penampilan terakhirnya bersama Timnas Brasil.
“Saya sudah berusaha berkali-kali. Kini, semuanya telah berakhir,” ujar Neymar.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengaku kecewa dengan hasil yang diraih timnya. Meski demikian, ia menilai performa para pemain layak diapresiasi dan optimistis kekalahan tersebut dapat menjadi awal dari proses membangun tim yang lebih kuat.
“Saya juga berpendapat bahwa pada pertandingan hari ini, kami layak menang. Saat menghadapi momen seperti ini, kita harus memandang kekalahan tersebut sebagai awal dari petualangan baru dan musim yang baru,” kata Ancelotti.
Ia menambahkan bahwa Brasil harus terus melakukan evaluasi dan menghadirkan ide-ide baru agar mampu kembali bersaing di level tertinggi.
“Kita harus terus bekerja keras, berbenah, dan mencari ide-ide baru. Saya yakin kekalahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah siklus baru.”
Meski gagal membawa Brasil melaju ke perempat final, Neymar tetap meninggalkan jejak melalui gol dan momen duel mental yang menjadi sorotan. Laga ini sekaligus menandai berakhirnya satu era penting dalam perjalanan sang penyerang bersama Selecao.










