Kabar5News – Cristiano Ronaldo kembali menorehkan tinta emas dalam perjalanan kariernya bersama Timnas Portugal. Penyerang berusia 41 tahun itu sukses mencatatkan rekor baru setelah membawa Selecao das Quinas mengalahkan Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, pelatih Roberto Martinez kembali mempercayakan Ronaldo sebagai starter. Kepercayaan tersebut dijawab dengan penampilan impresif saat Portugal mengamankan kemenangan 2-1 sekaligus memastikan tiket ke babak selanjutnya.
Ronaldo membuka keunggulan Portugal melalui eksekusi penalti yang sukses memperdaya penjaga gawang Kroasia. Gol itu bukan sekadar membawa Portugal memimpin pertandingan, tetapi juga mengukuhkan namanya dalam buku sejarah Piala Dunia.
Ukir Rekor Baru di Usia 41 Tahun
Berkat gol tersebut, Cristiano Ronaldo resmi menjadi pemain tertua yang mampu mencetak gol di fase gugur Piala Dunia. Saat mencatatkan namanya di papan skor, megabintang Portugal itu berusia 41 tahun 147 hari.
Pencapaian tersebut kembali menunjukkan bahwa ketajaman Ronaldo belum memudar. Di usia yang tak lagi muda untuk ukuran pesepak bola profesional, ia masih mampu menjadi pembeda dalam laga-laga penting sekaligus menjaga asa Portugal berburu gelar juara dunia.
Dengan langkah Portugal yang masih berlanjut, peluang Ronaldo untuk kembali menambah koleksi rekor di Piala Dunia 2026 pun masih terbuka lebar.
Lampaui Rekor Milik Pepe
Menariknya, rekor yang kini dipegang Ronaldo sebelumnya juga menjadi milik rekan senegaranya, Pepe.
Bek veteran Portugal itu mencatatkan rekor sebagai pencetak gol tertua di fase gugur saat menghadapi Swiss pada babak 16 besar Piala Dunia 2022. Ketika itu, Pepe berusia 39 tahun 283 hari saat mencetak gol kemenangan Portugal.
Empat tahun berselang, giliran Ronaldo yang mengambil alih catatan tersebut. Tambahan rekor ini semakin melengkapi perjalanan kariernya yang telah dipenuhi berbagai pencapaian di level klub maupun tim nasional.
Kini, di tengah persaingan sengit Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo kembali membuktikan bahwa pengalaman, mental juara, dan naluri mencetak gol masih menjadi senjata utama Portugal dalam mengejar mimpi mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.












