Kabar5News – Kebiasaan menggulir berita maupun unggahan bermakna negatif di media sosial jika dilakukan terus-menerus akan berdampak negatif bagi kesehatan mental, mudah sekali cemas, overthinking hingga ganggu kualitas tidur.
Perilaku tersebut tanpa disadari dilakukan setiap orang. Bahkan, pergerakan algoritma medsos maupun berita seringkali mempermudah pengguna akses informasi negatif.
Maka dari itu perlu waspada sedari awal, kalau terlalu sering melakukan scroll kabar atau berita bermakna negatif bisa berbahaya.
Lantas, apa definisi serta dampak dari aktivitas doomscrolling? Simak ulasannya dalam artikel ini.
Definisi Doomscrolling
Melansir dari laman Medical Daily doomscrolling merupakan kegiatan mengkonsumsi informasi yang dapat menimbulkan rasa takut maupun cemas berulang, bisa lebih lama dari biasanya.
Dengan kata lain, hal tersebut termasuk perilaku seseorang yang terus-menerus menggulir layar ponsel untuk membaca berita buruk, konten negatif maupun informasi bisa memunculkan kecemasan pada media sosial.
Kebiasaan tersebut disebabkan oleh adanya stimulasi negativity bias yang berupa kecenderungan otak manusia mencari ancaman dan algoritma media sosial didesain untuk mengikat perhatian user.
Peneliti mengungkapkan bahwa otak manusia secara alami peka terhadap ancaman yang cenderung memberi perhatian besar terhadap informasi negatif.
Era digital seperti sekarang bisa membuat seseorang terus saja memeriksa berita mengkhawatirkan. Meskipun jadi pemicu utama stres.
Dampak Negatif Doomscrolling
Paparan berita negatif dengan frekuensi tinggi bisa menyebabkan energi psikologis terkuras hingga mempengaruhi kondisi fisik.
Masih banyak dampak tidak baiknya bagi tubuh, berikut rinciannya berdasarkan informasi dari Halodoc, Alodokter:.
1. Kesehatan Mental Terganggu
Paparan terhadap konten kritis bisa membuat Anda merasa terancam, otak dipaksa untuk proses informasi negatif setiap hari, berita buruk dapat membuat suasana hati tidak baik secara drastis, otak akan mencari kepuasan baru
2. Fungsi Kognitif Berkurang
Kapasitas fokus menurun akibat banjir informasi, otak sulit simpan memori jangka panjang, pengguna akan malas berpikir kritis.
3. Muncul Masalah Kesehatan Fisik
Paparan blue light terlalu sering dapat memicu stres hingga insomnia berat, menatap layar lama dapat menyebabkan mata kering, saraf fisik tegang bikin mudah lelah, otot bahu maupun leher kaku.
4. Picu Dampak Negatif untuk Sosial maupun Produktivitas
Doomscrolling dapat mengurangi waktu produktif, terkena isolasi sosial, mood lebih sensitif.
Efek buruk doomscrolling dapat diminimalkan dampaknya dengan menerapkan berbagai cara seperti membatasi waktu baca kabar negatif, tidak scroll konten pemicu stress, matikan notifikasi, luangkan waktu untuk sosialisasi atau olahraga.












