Kabar5News – Jangan pernah meremehkan peran otak, meskipun ukurannya hanya sebesar 2 persen dari berat tubuh. Tanpa adanya elemen tersebut, tubuh tidak berfungsi normal.
Dari otak kita mampu berbicara, mengingat, melihat, mendengar, merasakan, membuat keputusan cepat. Tentu saja, itu semua membutuhkan proses kognitif yang perlu dipahami.
Proses kognitif sendiri berperan untuk mengolah informasi yang ditangkap lalu diterjemahkan dalam bentuk aktivitas sadar dan tidak sadar.
Lantas, bagaimana otak menjalankan fungsinya dalam memproses informasi maupun pengendali tubuh dan pikiran? Simak ulasan singkatnya di sini.
Otak Sebagai Pusat Pengendali Tubuh dan Pikiran
Ibaratnya kecil-kecil cabe rawit, menurut National Institutes of Health dalam NIH Curriculum Supplement Series (2007), otak pegang kendali penuh atas aktivitas yang kita lakukan mulai gerakan sukarela seperti berjalan sampai hal-hal bersifat otomatis berupa detak jantung.
Selain itu, otak menyimpan memori, mampu menghasilkan emosi, hingga menentukan kepribadian. Bahkan, membutuhkan oksigen dan energi tubuh 20 persen.
Takaran tersebut punya fungsi penting berupa menstimulasi ribuan reaksi kimia setiap detik yang menjadikan kita bisa berpikir maupun bertindak.
Proses Kognitif Otak
Otak umumnya melakukan proses tertentu sehingga kita dapat menyimpan, menyerap, memahami, menggunakan informasi.
Berikut rincian prosesnya, menurut Ashlee R. Loughan, dkk pada Neuropsychology of Chemotherapy in Brain Tumor Patients (2018):
1. Menerima Input
Informasi yang diterima dari lingkungan sekitar akan ditangkap oleh panca indera, selanjutnya diubah menjadi sinyal listrik.
2. Pengolahan Tahap Awal
Sinyal sensorik dikirim ke otak, lalu diproses sesuai jenisnya. Contohnya, suara pada korteks pendengaran, visual di korteks visual dan lain-lain.
3. Seleksi
Otak akan melakukan seleksi informasi mana yang pantas untuk dipilih lebih lanjut. Emosi, fokus, konteks mampu mempengaruhi proses tersebut.
4. Memori Jangka Pendek dan Panjang
Informasi penting akan masuk dalam memori jangka pendek, kalau ada pengulangan maka akan masuk ke memori jangka panjang.
5. Mengakses Informasi
Informasi pada memori dapat diakses kapanpun, setiap kali dipakai untuk berpikir, bertindak maupun membuat keputusan.
6. Proses Kognitif Tingkat Tinggi
Proses keenam ini termasuk berpikir kritis, penilaian, pengambilan keputusan sesuai informasi yang disimpan serta diproses.
7. Asosiasi maupun Koneksi
Otak mampu menciptakan informasi baru dan lama, membentuk konsep serta pemahaman baru.
8. Respon
Setelah semua proses telah selesai dilakukan, otak otomatis akan mengirim sinyal ke tubuh untuk melakukan tindakan.
Itulah proses kognitif yang dilakukan otak setiap waktu, sehingga berperan penting dalam melakukan tindakan baik secara sadar maupun tidak (kerja organ tubuh).












