Kabar5News – TNI Angkatan Darat menambah kekuatan personelnya dengan melantik 265 prajurit siswa yang telah menyelesaikan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) serta Dikmaba Keahlian Siber, Teknologi Informasi, dan Multimedia Tahun Anggaran 2026.
Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah dilakukan oleh Wakil Komandan Kodiklatad Mayjen TNI Windiyatno di Lapangan Srikandi Pusdikkowad Kodiklatad, Selasa (11/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pendidikan sekaligus awal bagi para prajurit untuk menjalankan tugas di lingkungan TNI AD. Selama menjalani pendidikan, mereka tidak hanya mendapatkan pembentukan dasar keprajuritan, tetapi juga dibekali pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan bidang yang akan mendukung pelaksanaan tugas.
Dari total 265 prajurit yang dilantik, terdapat prajurit siswa dari program Dikmaba Kowad dan prajurit yang dipersiapkan dengan keahlian khusus di bidang Siber, Teknologi Informasi, dan Multimedia.
Kehadiran personel dengan kompetensi teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis. Kemajuan teknologi telah membuat tantangan pertahanan semakin beragam, termasuk munculnya ancaman yang memanfaatkan ruang digital dan sistem informasi.
Karena itu, kemampuan di bidang siber dan teknologi informasi tidak hanya menjadi keterampilan tambahan, tetapi dapat menjadi bagian dari kebutuhan organisasi dalam menghadapi perkembangan bentuk ancaman dan dinamika tugas ke depan.
Sementara bagi para prajurit Kowad, pendidikan menjadi tahapan penting untuk membentuk kesiapan dalam menjalankan tugas sesuai bidang dan kebutuhan satuan. Kemampuan profesional tersebut tetap harus disertai dengan disiplin serta pemahaman terhadap nilai-nilai dasar keprajuritan.
Dalam sambutannya, Wadan Kodiklatad Mayjen TNI Windiyatno menekankan agar para prajurit menjadikan berbagai bekal yang diperoleh selama pendidikan sebagai landasan untuk terus meningkatkan kemampuan, disiplin, loyalitas, dan profesionalisme sebagai Bintara TNI AD.
Windiyatno juga mengingatkan bahwa status sebagai prajurit membawa tanggung jawab untuk menjaga kehormatan institusi sekaligus menjalankan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Para prajurit juga diharapkan senantiasa berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Sad Satya Sri Sena, menjaga kehormatan serta nama baik TNI AD serta melaksanakan setiap tugas dan pengabdian dengan penuh tanggung jawab,” kata Windiyatno.
Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi para prajurit sebelum mereka memasuki satuan masing-masing. Pendidikan yang telah dijalani diharapkan tidak berhenti sebagai rangkaian pembelajaran formal, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Terlebih, tuntutan terhadap prajurit saat ini semakin kompleks. Selain membutuhkan kemampuan dasar militer, personel juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan lingkungan strategis, serta dinamika tugas yang terus berkembang.
Bagi prajurit dengan keahlian siber, teknologi informasi, dan multimedia, kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kebutuhan TNI AD di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam bidang pertahanan.
Sementara itu, prajurit Kowad diharapkan mampu menunjukkan profesionalisme sekaligus menjalankan tugas sesuai dengan kompetensi dan tanggung jawab yang diberikan oleh satuan.
Setelah resmi dilantik, perjalanan 265 prajurit tersebut memasuki tahap baru. Mereka akan membawa bekal ilmu, keterampilan, disiplin, dan nilai-nilai keprajuritan yang diperoleh selama pendidikan untuk diterapkan dalam tugas pengabdian.
Pengembangan kemampuan pun tidak berhenti setelah pelantikan. Para prajurit diharapkan terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar dapat mengikuti perkembangan kebutuhan organisasi serta menjawab tantangan tugas TNI AD yang semakin dinamis.
Dengan demikian, pelantikan 265 prajurit ini bukan hanya menjadi seremoni akhir pendidikan, tetapi juga menjadi titik awal bagi para Bintara untuk membuktikan kemampuan dan profesionalismenya dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada bangsa dan negara.










