Kabar5News – Setiap masuk bulan Agustus bukan hanya memperingati HUT Kemerdekaan RI saja, melainkan ada juga Hari Pramuka yang dirayakan rutin pada 14 Agustus.
Pengesahan Hari Pramuka pada 14 Agustus sudah melalui Keputusan Presiden RI Nomor 448 Tahun 1961. Kepramukaan sendiri merupakan proses pendidikan di luar sekolah maupun keluarga
Pramuka juga termasuk sistem kepanduan yang menyesuaikan terhadap keadaan, kepentingan maupun perkembangan masyarakat, bangsa, dan negara.
Gerakan Pramuka sendiri punya sejarah panjang yang memberi kontribusi pada negara, bahkan menyulut adanya pergerakan nasional.
Sejarah Hari Pramuka di Indonesia
Dilansir dari berbagai sumber, Hari Pramuka mengalami proses perjalanan panjang yang memiliki garis waktu pergerakan sejarah hingga tetap berkembang seperti sekarang.
Berikut perjalanan sejarah Hari Pramuka di Indonesia dari waktu ke waktu:
1. Masa Kepanduan Nasional (Sebelum 1961)
Gerakan kepanduan mulai masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda (1912) dengan nama Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO).
Empat tahun berselang tepatnya pada tahun 1916, Mangkunegara VII mendirikan Javaansche Padvinder Organisatie (JPO) sebagai wujud organisasi kepanduan pertama bagi pribumi.
Selanjutnya setelah kemerdekaan, jumlah organisasi kepanduan di Indonesia mengalami peningkatan sangat tajam sampai mampu mencapai ratusan organisasi.
2. Gagasan Penyatuan oleh Presiden Soekarno (1961)
Saat itu, organisasi kepanduan dalam keadaan terpecah-pecah.
Melihat kondisi tersebut Presiden Soekarno menginisiasi peleburan seluruh organisasi supaya menjadi lebih efektif untuk mendidik generasi muda.
Demi menindaklanjuti inisiasi tersebut, Presiden Soekarno mengumpulkan para tokoh kepanduan di Istana Negara, lalu mengumumkan rencana penyatuan organisasi.
Sehingga momen tersebut disebut sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka tepatnya pada 9 Maret 1961.
Selang beberapa bulan kemudian, tepatnya 20 Mei 1961 yang disebut sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja, telah resmi diterbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang melegalkan organisasi tersebut sebagai satu-satunya wadah bagi kepanduan nasional.
3. Puncak Peristiwa 14 Agustus 1961
Rangkaian upacara besar akhirnya terselenggara pada Senin 14 Agustus 1961, yang mana menjadi dasar utama menetapkan Hari Pramuka.
Saat momen tersebut Pemerintah menerbitkan Keppres Nomor 448 Tahun 1961 tentang Penganugerahan Panji kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Praja Muda Karana.
Selanjutnya, Presiden Soekarno melantik pengurus Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas) dan Kwartir Nasional (Kwarnas). Yang mana, Sri Sultan Hamengku Buwono IX resmi dilantik sebagai Ketua Kwartir Nasional pertama.
Beliau sampai mendapat julukan kehormatan sebagai Bapak Pramuka Indonesia.
Defile nasional juga dilakukan, saat itu Sri Sultan Hamengku Buwono IX menerima Panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno.
Lalu memberikan kepada barisan Pramuka untuk dikabarkan serta diarak keliling Jakarta.
Berangkat dari momen tersebut, maka setiap tanggal 14 Agustus konsisten diperingati sebagai Hari Pramuka Nasional terus berlangsung hingga saat ini.










