Kabar5News – Pernah menemukan harga tiket pesawat menuju luar negeri justru lebih murah dibandingkan penerbangan ke kota lain di Indonesia? Kondisi tersebut mungkin membuat sebagian orang bertanya-tanya.
Bagaimana perjalanan lintas negara yang jaraknya lebih jauh bisa memiliki harga tiket lebih rendah daripada penerbangan domestik?
Jawabannya ternyata tidak sesederhana jarak. Harga tiket pesawat dipengaruhi oleh berbagai komponen, mulai dari biaya operasional maskapai, harga bahan bakar, pajak, kapasitas penerbangan, hingga permintaan dan tingkat persaingan pada suatu rute.
Fenomena tersebut juga terlihat dalam pencarian tiket yang dikutip detikTravel. Pada akhir September 2026, penerbangan Jakarta-Singapura tersedia mulai sekitar Rp1,1 juta, sementara Jakarta-Padang pada tanggal yang sama mulai sekitar Rp1,11 juta.
Lantas, apa saja yang membuat harga tiket domestik bisa lebih mahal?
1. Harga Avtur Ikut Menentukan
Salah satu komponen penting dalam penerbangan adalah avtur atau bahan bakar pesawat. Biaya bahan bakar menjadi bagian dari pengeluaran operasional maskapai sehingga perubahan harga avtur dapat memengaruhi tarif penerbangan.
Pada September 2026, Kementerian Perhubungan menyesuaikan batas maksimal fuel surcharge penerbangan domestik kelas ekonomi menjadi 40 persen dari tarif batas atas. Kebijakan tersebut dilakukan setelah rata-rata harga avtur mengalami kenaikan sekitar 6,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Artinya, ketika biaya bahan bakar meningkat, tekanan terhadap harga tiket juga dapat ikut bertambah.
2. Harga Tiket Terdiri dari Banyak Komponen
Harga yang terlihat saat membeli tiket sebenarnya tidak hanya mencerminkan biaya menerbangkan pesawat dari satu kota ke kota lain.
Ada berbagai komponen lain yang ikut diperhitungkan, seperti pajak, biaya pelayanan bandara, ground handling, perawatan pesawat, hingga kebutuhan operasional maskapai.
Karena itu, penerbangan dengan jarak yang lebih pendek belum tentu memiliki biaya keseluruhan yang lebih rendah.
Biaya untuk menggunakan bandara dan menjalankan penerbangan tetap harus dikeluarkan, terlepas dari seberapa jauh pesawat tersebut terbang.
3. Jumlah Maskapai dan Persaingan Berpengaruh
Faktor berikutnya adalah tingkat persaingan pada suatu rute.
Jika sebuah rute dilayani banyak maskapai, penumpang memiliki lebih banyak pilihan. Kondisi tersebut dapat mendorong maskapai menawarkan harga yang lebih kompetitif untuk mendapatkan penumpang.
Sebaliknya, pada rute dengan jumlah penerbangan atau pilihan maskapai yang lebih terbatas, struktur harga dapat berbeda.
Inilah salah satu alasan mengapa tiket penerbangan internasional tertentu terkadang bisa terlihat lebih murah dibandingkan rute domestik.
4. Permintaan dan Kapasitas Kursi Bisa Mengubah Harga
Harga tiket pesawat juga sangat dipengaruhi oleh permintaan dan ketersediaan kursi.
Ketika banyak orang ingin bepergian pada waktu yang sama, sementara jumlah kursi yang tersedia terbatas, harga tiket dapat meningkat.
Hal ini dapat terjadi pada akhir pekan, musim liburan, periode mudik, maupun tanggal-tanggal tertentu ketika permintaan perjalanan meningkat.
Sebaliknya, ketika permintaan lebih rendah dan kursi masih banyak tersedia, maskapai dapat menawarkan harga yang lebih rendah untuk menarik penumpang.
Itulah sebabnya harga tiket pada rute yang sama bisa berbeda meskipun jarak dan pesawat yang digunakan relatif sama.
5. Jarak Bukan Satu-Satunya Penentu
Faktor terakhir sekaligus yang sering menjadi sumber kebingungan adalah anggapan bahwa semakin jauh penerbangan, semakin mahal tiketnya.
Pada kenyataannya, harga tiket merupakan hasil dari berbagai perhitungan. Jarak memang berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar, tetapi bukan satu-satunya faktor.
Penerbangan internasional tertentu dapat memiliki kapasitas besar, persaingan ketat, serta strategi harga yang membuat tarifnya lebih rendah pada periode tertentu.
Sementara itu, penerbangan domestik dengan pilihan maskapai lebih terbatas, permintaan tinggi, atau struktur biaya tertentu dapat memiliki harga yang lebih tinggi.
Pemerintah juga telah mengambil sejumlah kebijakan untuk menjaga keterjangkauan penerbangan domestik, salah satunya melalui skema PPN Ditanggung Pemerintah untuk penerbangan domestik kelas ekonomi dalam periode tertentu.
Pada akhirnya, ketika menemukan tiket ke luar negeri lebih murah daripada penerbangan domestik, kondisi tersebut tidak selalu berarti penerbangan internasional memang lebih murah.
Harga tiket dapat berubah sesuai biaya operasional, harga avtur, pajak, kapasitas, permintaan, persaingan, dan waktu keberangkatan.
Jadi, sebelum menganggap harga tiket hanya ditentukan oleh jarak, ada baiknya melihat berbagai faktor yang berada di balik angka yang muncul di layar pemesanan.











