Kabar5news
Minggu,8 November , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Film Legenda Kelam Malin Kundang, Ketika Durhaka Bertransformasi Menjadi Trauma Antargenerasi

Film ini bukan sekadar daur ulang kisah klasik tentang anak durhaka

Kurt Morrison by Kurt Morrison
3 Desember 2025
in HIBURAN
0
Film Legenda Kelam Malin Kundang, Ketika Durhaka Bertransformasi Menjadi Trauma Antargenerasi

Poster Film Legenda Kelam Malin Kundang. source :RRI.co.id

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Film terbaru yang diproduksi oleh sineas kenamaan Indonesia, Joko Anwar, berjudul “Legenda Kelam Malin Kundang” telah menjadi salah satu perbincangan hangat di kalangan penggemar sinema menjelang akhir tahun 2025. Bersama rumah produksi Come and See Pictures, Joko Anwar yang kali ini lebih fokus berperan sebagai produser dan penulis naskah, menghadirkan sebuah reinterpretasi gelap, modern, dan penuh lapisan psikologis dari cerita rakyat legendaris asal Sumatera Barat, Malin Kundang.

Film yang disutradarai oleh dua talenta muda berbakat, Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat, ini sedang tayang di bioskop mulai 27 November 2025. Film ini bukan sekadar daur ulang kisah klasik tentang anak durhaka yang dikutuk menjadi batu, melainkan sebuah dekonstruksi berani yang membawa mitos tersebut ke dalam ranah misteri, drama keluarga, dan horor psikologis yang mencekam. Pendekatan ini bertujuan agar cerita rakyat tetap hidup dan relevan bagi penonton modern, khususnya generasi muda yang kerap tidak suka “diceramahi” secara langsung.

RELATED POSTS

Setelah Laut Bercerita, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Jadi Film Adaptasi yang Dinantikan

Dari Viral “Ratu Sejagad” hingga Juara Dunia, Menelisik Perjalanan Shantell Vocal Ensemble

Dalam kisah aslinya, Malin Kundang adalah simbol anak yang melupakan asal-usulnya dan berkhianat kepada ibu kandungnya setelah sukses merantau, dan akhirnya dikutuk menjadi batu. Film ini mengambil esensi tersebut, namun mengubahnya menjadi eksplorasi isu yang jauh lebih kompleks dan intim yaitu trauma antargenerasi dalam keluarga.

Joko Anwar mengungkapkan bahwa film ini terinspirasi dari pertanyaan yang lebih dalam mengenai kebenaran di balik narasi cerita rakyat, yang menurutnya sering disederhanakan atau dikendalikan oleh pihak berkuasa. Sosok ibu, yang dalam versi klasik adalah simbol tradisi yang menuntut kepatuhan, dalam adaptasi ini bisa dimaknai sebagai representasi tradisi atau masa lalu yang mengekang.

Karakter utama dalam film ini adalah Alif (diperankan oleh Rio Dewanto), seorang seniman micro painting yang sukses di kancah internasional. Kehidupan Alif yang harmonis bersama istrinya, Nadine (Faradina Mufti), dan anaknya, mendadak terguncang. Setelah mengalami kecelakaan parah, Alif selamat namun menderita amnesia, terutama pada ingatan masa lalunya dan keluarganya.

Titik balik cerita dimulai ketika seorang perempuan (Vonny Anggraini sebagai Amak) datang dan mengaku sebagai ibu kandungnya. Kebingungan Alif, yang sama sekali tidak mengingat wajah ibunya, mendorongnya masuk ke dalam labirin rahasia kelam. Film ini lantas bertransformasi menjadi drama misteri-thriller di mana Alif harus menelusuri tempat-tempat tersembunyi di Jakarta dan memeriksa kode-kode dalam catatannya sendiri untuk mengungkap kebenaran yang mengerikan tentang masa lalunya.

Di situlah letak perbedaan yang paling mencolok, kutukan bukan lagi terjadi secara harfiah menjadi batu, melainkan berupa bencana psikologis yang mengancam kehancuran rumah tangganya dan masa depan keluarganya. Film ini menggunakan simbolisme batu dari legenda asli sebagai metafora untuk “dampak berat dari trauma yang mengeras” atau beban emosional yang dibawa dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Film ini sangat direkomendasikan bagi penonton yang menyukai misteri, horor psikologis, dan drama keluarga yang tidak takut untuk menyajikan narasi gelap dan menantang.

Tags: Bedah FilmFilmFilm IndonesiaJoko AnwarLegenda Malin Kundang
Previous Post

Prabowo Sudah Kantongi Penyebab Banjir Sumatera: Benarkah Karena Pembalakan Hutan?

Next Post

Aktivis Ulas Prosa ‘Cerita Cinta Satu Zaman’ Karya Taufan Hunneman: Cerdas Memadukan Sastra dan Sejarah

Kurt Morrison

Kurt Morrison

Related Posts

Setelah Laut Bercerita, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Jadi Film Adaptasi yang Dinantikan

Setelah Laut Bercerita, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Jadi Film Adaptasi yang Dinantikan

by Fajar Novryanto
5 November 2026
0

Kabar5News - Siapa sangka, semangkuk mie ayam bisa menjadi alasan seseorang kembali memikirkan arti hidup? Premis yang terdengar sederhana ini...

Dari Viral “Ratu Sejagad” hingga Juara Dunia, Menelisik Perjalanan Shantell Vocal Ensemble

Dari Viral “Ratu Sejagad” hingga Juara Dunia, Menelisik Perjalanan Shantell Vocal Ensemble

by Fajar Novryanto
27 Oktober 2026
0

Kabar5News - Popularitas di media sosial dapat menjadi pintu bagi sebuah karya untuk dikenal lebih luas. Hal ini terlihat dari...

Kita Mesti Bangga! Dunia Perfilman Indonesia Kembali Raih Penghargaan

Kita Mesti Bangga! Dunia Perfilman Indonesia Kembali Raih Penghargaan

by Fajar Novryanto
20 Oktober 2026
0

Kabar5News - Perfilman Indonesia kembali mendapat perhatian di panggung internasional melalui film IBUKU karya sutradara Eddie Cahyono. Film ini meraih...

Aku dan Badai Dalam Bingkai Kenangan

Aku dan Badai Dalam Bingkai Kenangan

by Redaksi
19 Oktober 2026
0

Kabar5News - Sebuah prosa tentang Badai kembali terbit. Kali ini ditulis oleh salah satu adik seperjuangannya di kampus, yang juga...

Badai Dalam Ingatanku

Badai Dalam Ingatanku

by Redaksi
17 Oktober 2026
0

Kabar5News - Prosa ini merupakan testimoni mengenai sosok Badai yang ditulis oleh salah satu mantan aktivis 98 berinisial RS. Bersama...

Next Post
Aktivis Ulas Prosa ‘Cerita Cinta Satu Zaman’ Karya Taufan Hunneman: Cerdas Memadukan Sastra dan Sejarah

Aktivis Ulas Prosa 'Cerita Cinta Satu Zaman' Karya Taufan Hunneman: Cerdas Memadukan Sastra dan Sejarah

Sejarah Gunung Padang: Situs Megalitikum Misterius dengan Temuan Artefak Purba

Sejarah Gunung Padang: Situs Megalitikum Misterius dengan Temuan Artefak Purba

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Dugaan Listyo Sigit Lakukan Penyadapan Berulang Makin Kuat, Forum Bersama Bhinneka Tunggal Ika Minta Polri Ungkap Sampai Tuntas

Dugaan Listyo Sigit Lakukan Penyadapan Berulang Makin Kuat, Forum Bersama Bhinneka Tunggal Ika Minta Polri Ungkap Sampai Tuntas

7 November 2026
Gajah Bertarung di Istana, Pelanduk Bergetar

Gajah Bertarung di Istana, Pelanduk Bergetar

7 November 2026
  • 594 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In