Kabar5News – Siapa sangka, semangkuk mie ayam bisa menjadi alasan seseorang kembali memikirkan arti hidup? Premis yang terdengar sederhana ini menjadi pintu masuk cerita Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, novel karya Brian Khrisna yang kini diadaptasi menjadi film layar lebar.
Setelah Laut Bercerita mencuri perhatian lewat adaptasi filmnya, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati menjadi film adaptasi novel berikutnya yang layak dinantikan. Mengusung kisah yang tak kalah emosional, film ini memadukan drama, humor, dan perjalanan menemukan kembali makna kehidupan.
Film produksi Sinergi Pictures dan Ben Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 12 November 2026. Lantas, apa saja yang membuat adaptasi ini menarik untuk dinantikan?
Sinopsis: Berawal dari Seporsi Mie Ayam
Film ini mengikuti Ale (Benidictus Siregar), seorang pria berusia 37 tahun yang tengah menghadapi berbagai persoalan hidup. Di tengah keputusasaan yang dirasakannya, Ale berencana mengakhiri hidupnya tepat pada hari ulang tahun.
Namun, sebelum melakukannya, Ale memiliki satu keinginan sederhana: menyantap seporsi mie ayam favoritnya untuk terakhir kali.
Sayangnya, warung mie ayam yang dituju justru tutup. Kejadian tersebut membawa Ale bertemu dengan sejumlah orang yang memiliki kisah dan persoalan hidup masing-masing.
Dalam perjalanannya, Ale bertemu Pram (Chicco Kurniawan), Murad (Teuku Rifnu Wikana), Juleha (Zulfa Maharani), Mami Louise (Tika Panggabean), hingga Ipul (Fajar Nugra). Masing-masing hadir dengan cerita dan warna tersendiri yang membuat perjalanan Ale semakin bermakna.
Pertemuan demi pertemuan itu perlahan mengubah cara Ale memandang kehidupan. Dari cerita orang-orang di sekitarnya, ia mulai menyadari bahwa terkadang hal sederhana bisa menghadirkan perspektif yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Benidictus Siregar Keluar dari Zona Nyaman
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah Benidictus Siregar sebagai pemeran utama Ale. Aktor yang dikenal lewat peran-peran komedi ini ditantang untuk membawakan karakter dengan pergulatan emosional yang cukup kompleks.
Ale bukan sekadar karakter yang sedang menghadapi masalah. Ia juga menjadi gambaran seseorang yang kehilangan arah dan berusaha menemukan kembali alasan untuk bertahan.
Peran ini menjadi kesempatan bagi Benidictus untuk menunjukkan sisi akting yang berbeda dari karakter-karakter komedi yang selama ini melekat padanya.
Siapa Saja di Balik Produksinya?
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati digarap oleh Kuntz Agus sebagai sutradara. Ia juga terlibat dalam penulisan skenario bersama Alim Sudio, dengan Nia Dinata sebagai konsultan skenario.
Berikut sejumlah fakta produksi film ini:
– Sutradara: Kuntz Agus
– Penulis skenario: Alim Sudio dan Kuntz Agus
– Konsultan skenario: Nia Dinata
– Produser: Philip Lesmana dan Ardina Atles
– Rumah produksi: Sinergi Pictures dan Ben Film
– Soundtrack: “Coba Lagi” oleh Barsena Bestandhi
– Genre: Drama
– Durasi: 121 menit
– Klasifikasi usia: 17+
Dengan durasi lebih dari dua jam, film ini membawa penonton menyusuri perjalanan Ale sekaligus memperkenalkan berbagai kisah yang saling terhubung.
Mengapa Film Ini Layak Dinantikan?
Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati telah mencapai cetakan ke-100 dan terjual lebih dari 250 ribu eksemplar. Popularitas tersebut menunjukkan bahwa kisah Ale berhasil menemukan tempat tersendiri di hati pembaca.
Daya tariknya bukan hanya terletak pada cerita tentang seseorang yang berada di titik terendah, tetapi juga pada bagaimana pertemuan sederhana dengan orang lain bisa menghadirkan perspektif baru.
Film ini turut mengangkat isu kesehatan mental melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ceritanya mengajak penonton melihat bahwa di balik setiap orang, ada pergulatan yang mungkin tidak selalu terlihat.
Pada akhirnya, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati bukan sekadar cerita tentang semangkuk mie ayam. Ada perjalanan, pertemuan, dan hal-hal kecil yang mungkin membuat seseorang kembali menemukan makna hidup.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 12 November 2026. Jadi, siapkah kamu mengikuti perjalanan Ale dan menemukan makna di balik seporsi mie ayam?
Jadi, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati bukan cuma soal semangkuk makanan atau perjalanan seseorang menghadapi hidupnya. Film ini juga mengajak penonton melihat bahwa terkadang, hal-hal sederhana dan pertemuan singkat dengan orang lain bisa meninggalkan kesan yang begitu dalam.
Siapkan diri untuk ikut tertawa, merenung, hingga mungkin meneteskan air mata saat menyaksikan perjalanan Ale. Siapa tahu, setelah keluar dari bioskop nanti, kamu justru dibuat berpikir ulang tentang kehidupan, orang-orang di sekitar, dan hal-hal kecil yang selama ini sering dianggap biasa. Sebab, terkadang makna kehidupan bisa ditemukan dari sesuatu yang sesederhana seporsi mie ayam.










