Kabar5news
Minggu,25 Oktober , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Kronik Ekskavasi Awal Candi Borobudur

Candi Borobudur, yang dibangun pada masa Dinasti Syailendra sekitar abad ke-8, sempat menjadi "raksasa yang tidur" sebelum akhirnya kembali menyapa dunia pada awal abad ke-19

Kurt Morrison by Kurt Morrison
12 April 2026
in HIBURAN
0
Kronik Ekskavasi Awal Candi Borobudur

Kondisi candi Borobudur pada masa awal diekskavasi. Foto: Common Use

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Selama berabad-abad, salah satu monumen Buddha terbesar di dunia terkubur dalam sunyi di bawah lapisan debu vulkanik dan rimbunnya hutan tropis Jawa Tengah. Candi Borobudur, yang dibangun pada masa Dinasti Syailendra sekitar abad ke-8, sempat menjadi “raksasa yang tidur” sebelum akhirnya kembali menyapa dunia pada awal abad ke-19.

​Titik balik sejarah Borobudur terjadi pada tahun 1814. Saat itu, Jawa berada di bawah administrasi Inggris dengan Sir Thomas Stamford Raffles menjabat sebagai Letnan Gubernur. Raffles, yang memiliki ketertarikan luar biasa pada sejarah dan budaya Jawa, mendengar kabar dari penduduk lokal mengenai keberadaan struktur batu besar yang terkubur di dekat desa Bumisegoro.

RELATED POSTS

Kita Mesti Bangga! Dunia Perfilman Indonesia Kembali Raih Penghargaan

Aku dan Badai Dalam Bingkai Kenangan

Karena kesibukannya, Raffles tidak bisa berangkat sendiri. Ia mengutus H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi tersebut. Cornelius membawa sekitar 200 penduduk setempat untuk membabat hutan, membakar semak belukar, dan menggali timbunan tanah yang menyelimuti candi.

Selama dua bulan, mereka bekerja keras hingga akhirnya bentuk dasar dari stupa-stupa Borobudur mulai terlihat. Meskipun belum sepenuhnya terekskavasi, laporan Cornelius menjadi dokumen modern pertama yang mengakui keberadaan candi ini.

Era Kolonial Belanda dan Upaya Penyelamatan Awal

Setelah kekuasaan beralih kembali ke tangan Belanda, minat terhadap Borobudur tidak lantas padam. Pada tahun 1835, Residen Kedu saat itu, Hartmann, melanjutkan proses pembersihan hingga seluruh struktur candi berhasil ditampakkan.

Namun, periode ini juga menjadi masa yang kontradiktif; di satu sisi candi mulai dipelajari, namun di sisi lain, Borobudur menjadi sasaran empuk bagi para pemburu artefak dan kolektor barang antik.

Langkah serius untuk mendokumentasikan candi secara ilmiah baru dimulai pada pertengahan abad ke-19. Pemerintah kolonial menugaskan F.C. Wilsen, seorang fotografer dan arkeolog, untuk menggambar ratusan relief yang ada. Puncaknya terjadi pada tahun 1885, ketika Jan Willem Ijzerman, ketua pertama Perhimpunan Arkeologi di Yogyakarta, secara tidak sengaja menemukan bagian Kamadhatu atau “Kaki Tersembunyi” yang berisi 160 relief tentang hukum sebab-akibat (Karmawibhangga).

Restorasi Van Erp
​Menyadari bahwa kondisi fisik candi semakin memprihatinkan akibat pelapukan dan pencurian, pemerintah Hindia Belanda akhirnya menyetujui proyek restorasi besar pertama. Antara tahun 1907 hingga 1911, seorang perwira zeni bernama Theodoor van Erp memimpin proyek pemugaran.

Van Erp tidak hanya membersihkan candi, tetapi juga menata kembali stupa-stupa yang runtuh dan mencoba mengembalikan bentuk asli puncak candi. Meskipun teknik yang digunakan saat itu belum seanggih standar konservasi modern, dedikasi Van Erp berhasil menyelamatkan Borobudur dari kerusakan total dan meletakkan fondasi bagi pengakuan dunia internasional terhadap situs ini.

Tags: Candi BorobudurDinasti SyailendraThomas RafflesVan Erp
Previous Post

Asal-Usul Bangsa dan Bahasa Nusantara Menurut Pakar Filologi

Next Post

Cocok untuk Gathering, ini 5 Villa Murah di Sentul dengan Kapasitas Besar dan Harga Ramah di Kantong

Kurt Morrison

Kurt Morrison

Related Posts

Kita Mesti Bangga! Dunia Perfilman Indonesia Kembali Raih Penghargaan

Kita Mesti Bangga! Dunia Perfilman Indonesia Kembali Raih Penghargaan

by Fajar Novryanto
20 Oktober 2026
0

Kabar5News - Perfilman Indonesia kembali mendapat perhatian di panggung internasional melalui film IBUKU karya sutradara Eddie Cahyono. Film ini meraih...

Aku dan Badai Dalam Bingkai Kenangan

Aku dan Badai Dalam Bingkai Kenangan

by Redaksi
19 Oktober 2026
0

Kabar5News - Sebuah prosa tentang Badai kembali terbit. Kali ini ditulis oleh salah satu adik seperjuangannya di kampus, yang juga...

Badai Dalam Ingatanku

Badai Dalam Ingatanku

by Redaksi
17 Oktober 2026
0

Kabar5News - Prosa ini merupakan testimoni mengenai sosok Badai yang ditulis oleh salah satu mantan aktivis 98 berinisial RS. Bersama...

Bukan Sekadar Kain Tradisional, Batik dan Tenun Indonesia Tampil di Paris

Bukan Sekadar Kain Tradisional, Batik dan Tenun Indonesia Tampil di Paris

by Fajar Novryanto
15 Oktober 2026
0

Kabar5News - Batik dan tenun Indonesia kembali menunjukkan potensinya di industri fesyen internasional. Melalui perpaduan warisan budaya dan pendekatan desain...

Mengenal Cakatinding, Warisan Musik Bambu dari Tanah Manggarai

Mengenal Cakatinding, Warisan Musik Bambu dari Tanah Manggarai

by Fajar Novryanto
13 Oktober 2026
0

Kabar5News – Indonesia memiliki beragam kesenian tradisional yang tumbuh dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satunya adalah Cakatinding, musik bambu khas...

Next Post
Cocok untuk Gathering, ini 5 Villa Murah di Sentul dengan Kapasitas Besar dan Harga Ramah di Kantong

Cocok untuk Gathering, ini 5 Villa Murah di Sentul dengan Kapasitas Besar dan Harga Ramah di Kantong

Ketika Komposer Besar Claude Debussy Terhipnotis Gamelan Jawa

Ketika Komposer Besar Claude Debussy Terhipnotis Gamelan Jawa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

TNI Kerahkan Tiga Pesawat Khusus untuk Bantu Atasi Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

TNI Kerahkan Tiga Pesawat Khusus untuk Bantu Atasi Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

24 Oktober 2026
Mengenal Virus Shamonda, Ditemukan pada Manusia untuk Pertama Kalinya di Prancis

Mengenal Virus Shamonda, Ditemukan pada Manusia untuk Pertama Kalinya di Prancis

24 Oktober 2026
  • 595 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In