Kabar5News – Belum lama ini, perusahaan penyedia teknologi, perdagangan elektronik, Tokopedia tengah diterpa kabar efisiensi atau PHK.
Kabar tersebut merebak pasca Tokopedia resmi menjadi bagian ByteDance tahun 2024. Maksud penggabungan tersebut untuk menyelaraskan organisasi dalam bidang Research and Development, sebagai bagian strategi jangka panjang.
Sebagaimana diutarakan oleh Juru Bicara TikTok pada keterangan resminya yang menyatakan adanya penyelarasan R&D, dikutip dari Bloomberg Technoz.
“Kami tengah menyelaraskan organisasi R&D di ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” kata Juru Bicara TikTok.
Sejarah Tokopedia
Terlepas dari kabar efisiensi di tubuh Tokopedia, terselip perjalanan panjang startup unicorn ini hingga memutuskan gabung ByteDance tahun 2024.
Tokopedia didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 17 Agustus 2009. Lima tahun berselang, perusahaan ini berhasil menjadi yang pertama dalam portofolio Softbank dan Sequoia.
Selanjutnya, tiga tahun kemudian tepatnya pada 2017. Perusahaan langsung mendapatkan pendanaan US$ 1,1 miliar dari Alibaba Group.
Bahkan, perusahaan juga memperoleh pendanaan baru US$ 1,1 miliar dari Softbank Vision Group dan Alibaba Group tahun 2018.
Geliat perusahaan semakin meningkat, pada tahun 2020 berhasil dinobatkan menjadi satu-satunya mengalami pertumbuhan paling cepat di Asia Pacific Technology Fast 500 dari Deloitte Touche Tohmatsu.
Kinerja menakjubkan tersebut, membuat perusahaan akhirnya bergabung dengan Gojek menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, tepatnya tahun 2021.
Bersatunya dua startup unicorn besar tersebut membuatnya menjadi perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2022 dengan kode saham GoTo.
Saat proses penawaran umum perdana saham (IPO), GoTo berhasil mengumpulkan total dana setara Rp15,8 triliun.
Penghimpunan dana itu merefleksikan kapitalisasi pasar senilai Rp 400,3 triliun yang membuat IPO GoTo terbesar ketiga Asia serta kelima dunia pada tahun 2022.
Tahun 2023, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, mengumumkan kemitraan dengan TikTok. Sehingga bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia digabung di bawah PT. Tokopedia.
Seiring berjalannya waktu TikTok berusaha mengendalikan Tokopedia. Tapi, fitur layanan belanja pada aplikasi TikTok Indonesia dikelola PT. Tokopedia. Hingga akhirnya gabung ByteDance tahun 2024.
GoTo melaporkan nilai kerugian kuartalan lebih kecil pasca menjual usaha PT Tokopedia pada TikTok, karena PT PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, tidak menanggung biaya atas hal tersebut.
Maka dari itu restrukturisasi maupun efisiensi operasional Tokopedia terus berlanjut dengan cara perubahan struktur organisasi, penyelarasan divisi riset setelah akuisisi TikTok.
Langkah strategis tersebut menyasar keberlanjutan bisnis jangka panjang, optimalisasi ekosistem pedagang lokal, profitabilitas lebih baik sesuai dengan target GoTo.










