Kabar5news
Sabtu,26 September , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Hari-hari Esok Bukanlah Milik Kita

Sekalipun wajahnya biasa, kulitnya yang kuning langsat diharapkan dapat menarik perhatian para birokrat, sehingga mempermudah proses mendapatkan program tersebut.

Redaksi by Redaksi
21 Oktober 2025
in HIBURAN
0
Hari-hari Esok Bukanlah Milik Kita

Ilustrasi Paijem (Foto: Microsoft Copilot)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Sebuah prosa sastra karya Taufan Hunneman

Kabar5News – Lahir di daerah kawasan pertanian, tanah yang subur. Namun, generasi keluarganya menjadi buruh tani.

RELATED POSTS

Bukan Sekadar Bioskop Murah, Ini Sisi Lain Rencana 50 Titik Bioskop Rakyat

Empat Musim Pertiwi, Film Berlatar Bromo yang Menembus Festival Dunia

Dia adalah seorang buruh tani yang merindukan kepemilikan tanah. Sementara istrinya, anak dari buruh tani, sudah terbiasa hidup dalam keterbatasan.

Penampilan perempuan itu biasa saja, sehingga ia tidak punya pilihan lain selain menjadi istri buruh tani.

Seandainya ia sedikit lebih menarik, berparas oval dengan bentuk tubuh yang menonjol, mungkin saja ia akan menikah dengan priyayi atau menjadi simpanan dari juragan pemilik penggilingan padi, seperti Si Midun yang kini hidupnya serba berkecukupan.

Ia lelah bekerja di tanah milik orang. Baginya, tanah adalah kehidupan dan impian terbesarnya untuk memiliki aset yang kelak akan diwariskan kepada generasinya.

Tekadnya kuat, namun seperti biasa, simpanan uangnya selalu tidak mencukupi. Sebab, sering kali sawah garapannya terserang beragam hama, dari tikus hingga wereng yang merusak hasil tanaman hingga gagal panen.

Program transmigrasi adalah jalan keluar dari kehidupannya sebagai buruh tani. Dengan semangat yang luar biasa, dia menyiapkan segala sesuatunya untuk bisa berangkat ke daerah transmigrasi.

Istrinya didandani, dikenakan pakaian kebaya dengan kain tipis.

Sekalipun wajahnya biasa, kulitnya yang kuning langsat diharapkan dapat menarik perhatian para birokrat, sehingga mempermudah proses mendapatkan program tersebut.

Benar saja.

Salah seorang petugas verifikasi administrasi terpikat oleh kulitnya yang kuning langsat, meskipun wajahnya biasa saja.

Sinyal kelancaran dan ‘pertukaran’ pun terjadi. Istri sang buruh tani pun diarahkan agar bersikap ramah dengan ‘petugas’ yang ambisius itu, sebab dialah penentu nasib mereka.

Berbisiklah petugas tersebut, “Aku kasih kau tanah yang bagus… rumah kayu yang kokoh dan dekat dengan akses jalan.” Lalu ditunjukkan secarik kertas nama Paijo, usia 33 tahun, lokasi Musi Banyuasin.

Namun, petugas itu berkata, “Kertas ini akan saya berikan jika saja nanti malam hingga pagi izinkan aku bermalam di rumahmu. Dan jangan sampai ada yang tahu, jika diketahui maka aku akan batalkan semua…”

Paijo, alias Si Ijo, mengangguk-angguk tanda setuju. Hatinya diliputi perasaan campur aduk.

Di satu sisi, ia senang dengan impiannya memiliki tanah, rumah, dan kelak hasil kebunnya di tanah sendiri.

Namun, di sisi lain, dia harus merelakan istrinya untuk ‘berhubungan badan’ tiga kali dengan petugas yang ambisius itu.

Dan Paijem pun setuju. Katanya, “Asal kita punya tanah kelak untuk anak-anak kita, aku relakan semuanya…”

Dan malam itu.

Paijem, alias Si Jem, sudah bersiap. Petugas itu (Si Muka Iblis) tidak mengendarai motornya, melainkan berjalan kaki, membawa dua setel pakaian serta sarung.

Petugas itu disambut oleh sang tuan rumah. Disuguhkan aneka rebusan, kopi, dan rokok (rokok boleh berutang di warung Mpok Minah).

Duduk bersilalah petugas itu. Rebusan, kopi, serta rokok diisapnya. Waktu salat Isya pun dia abaikan, padahal jika di kantor gayanya bak seorang rohaniwan dengan segala nasihat-nasihat bijaknya.

Lalu, sepertinya dia sudah tidak sabar. Hari masih sore (pukul 19.30), dia pun ingin bergegas segera memulai niatnya.

Dengan ucapan yang terus terang, “Apakah istrimu sudah siap?” ujarnya. Si Ijo menjawab, “Dia sudah siap dari tadi.”

Memasuki kamar dengan kasur wangi, seprai baru, bantal baru, seakan-akan kamar pengantin.

Lampu teplok pun diredupkan. Mereka berciuman. Paijem tanpa reaksi sebab dia sungkan, karena tahu bahwa suaminya mengintip.

Namun, bisa saja ini bagian dari upaya suaminya untuk menghidupkan kembali gairah, sebab selama ini keintiman mereka sebatas kewajiban tanpa hasrat.

Berbisiklah Si Jem kepada petugas itu, “Aku sungkan sebab suamiku masih mengintip.”

“Ehm, baiklah,”

Keluarlah petugas itu dan memanggil Paijo, “Apakah kamu rela hari ini aku berhubungan dengan istrimu? Ingat, aku bisa membatalkan surat kepergianmu ke tanah transmigran!

Kalau kamu rela, maka baiknya kamu jangan mengintip… atau kamu jangan ada di area seputar rumah ini.

Pergi saja, jika kamu pergi mungkin kamu pun tenang. Pikirkan masa depanmu.” Dan Paijo pun pergi menuju warung Mpok Minah yang tutup jam 2 pagi.

Benar saja.

Selepas Paijo pergi, Paijem menunjukkan hasratnya. Mereka berciuman mesra. Bahkan tangannya pun merogoh celana petugas itu dan menyentuh bagian intimnya.

“Wow!” berdegap kagum Paijem sebab organ intim petugas itu besar. Lalu ia melayani petugas itu dengan mulutnya… dan mereka melakukan hubungan intim.

Ilustrasi Paijem bersama pria (Foto: Meta AI)

Selesai berhubungan, jeda rehat… lalu mulai lagi dengan tahapan yang lazimnya: berciuman, melayani dengan mulut.

Namun, kali ini petugas itu pun aktif menggelorakan hasrat di bagian dada Paijem, sekalipun bentuknya biasa saja. Lalu mencapai puncak kenikmatan.

“Apakah puas?”

“Belum,” seakan Paijem melepaskan ekspresi hasrat seksualnya.

Demikian juga petugas itu. Dan mereka berhubungan untuk kali ketiganya.

Lalu mencapai puncak kenikmatan. Lelah, dan mereka satu kamar tidur tanpa pakaian sehelai pun.

Paijo pulang jam 2 pagi. Dilihatnya pasangan itu tertidur. Lalu dia pun tidur di kamar belakang yang dekat dengan WC.

Azan Subuh mengingatkan akan salat, namun petugas itu terbangun lalu berbisik untuk mengajak berhubungan lagi dengan Paijem. Disambutnya spontan dengan mengangguk-angguk kepala.

Mereka berhubungan di pagi hari. Karena lelah, maka permainan tidak terlalu lama. Keduanya selesai mencapai puncak kenikmatan.

Namun Paijem berciuman dengan petugas itu relatif lama, diikuti tangan petugas itu meremas dada Paijem.

“Satu hari 4 kali berhubungan, belum pernah aku alami.”

Sangat kagum Paijem kepada petugas itu. Lalu petugas itu pun terpuaskan, “Baru kali ini aku benar-benar merasa puas.

Sepertinya Paijem pandai, baik saat memuaskan organ intimku dengan mulutnya, saat posisi di atas membuat aku candu dan ketagihan…” Keduanya sepertinya ingin terus bersama.

Selang 2 hari dari peristiwa tersebut, surat keluar dengan nomor girik, lokasi, ongkos, dan jadwal keberangkatan terbit.

Paijo melihat bahwa petugas itu komitmen, sesuai janjinya.

Selang waktu satu minggu, semua dipersiapkan dengan baik oleh Paijo. Namun, petugas itu yang ketagihan juga tidak bisa membiarkan Paijem tak disentuh.

Dia meminta, “Apakah diperkenankan satu minggu ini, sebelum berangkat ke Sumatera Selatan, kita menginap dua hari saja?” pintanya.

Rata-rata para transmigran mendapatkan dua hektar tanah dan setengah hektar untuk pekarangan rumah.

Petugas itu pun berjanji akan memberikan lagi 1 hektar tanah untuk Paijem, demikian janjinya.

Paijem tetap proaktif. Bahkan, kali ini ia sangat totalitas, apalagi dia tahu dijanjikan tambahan tanah 1 hektar untuknya, sehingga total 3,5 ha.

Maka, ‘hubungan khusus’ dengan petugas itu (Si Muka Iblis) dianggapnya sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi keluarganya.

Petugas itu pun semakin terikat. Di sisa waktu yang ada, petugas itu terus dan terus ingin bersama Paijem… sampai kemudian dia banyak menjanjikan ini itu.

Lalu tanpa sadar motor, perhiasan, hingga tabungannya semua diberikan kepada Paijem.

Terlebih lagi malam sebelum pergi, Paijem memuaskan hasrat petugas itu dengan sangat piawai, hingga berkali-kali mencapai puncak.

Dan sebagai hadiah terakhir, diberikan cincin emas hasil dia meminta ‘sumbangan’ dari para transmigran. Total jika dirupiahkan sebesar 6 juta rupiah. Paijem pun senang. Paijo pun senang.

Tibalah mereka di wilayah transmigrasi.

Tanah yang dimiliki Paijo adalah tanah gambut. Seluruhnya 3,5 hektar. Paijo lemas. Impiannya sirna.

Sementara Paijem pun ikut sedih. Bahkan, Paijo pun makin galau serta marah, setelah diketahuinya bahwa Paijem hamil yang diyakini adalah anak dari petugas yang ambisius itu.

Paijo akhirnya menjadi buruh kelapa sawit. Tanah yang dimilikinya ditelantarkan, namun dia mempunyai rumah panggung.

Lalu anaknya pun lahir.

Dan kini setiap hari Paijem duduk di depan rumahnya yang berada tepat di sisi jalan raya sambil menyusui anaknya.

Bahkan tak jarang dengan sengaja ia memperlihatkan bagian dadanya untuk mengundang banyak mata memandang.

Dia melakukan itu terus-menerus, berharap kelak ada orang seperti dia, si Muka Iblis, yang memiliki pengaruh serta banyak memberikan hadiah serta uang.

Tags: prosaprosa sastrasastraTaufan Hunneman
Previous Post

Momen Prabowo Bela Rakyat Kecil yang Menghadapi Kasus Hukum

Next Post

Profil Sandra Dewi, Istri Harvey Moeis Minta Hartanya yang Disita Negara Dikembalikan

Redaksi

Redaksi

Related Posts

Bukan Sekadar Bioskop Murah, Ini Sisi Lain Rencana 50 Titik Bioskop Rakyat

Bukan Sekadar Bioskop Murah, Ini Sisi Lain Rencana 50 Titik Bioskop Rakyat

by Fajar Novryanto
21 September 2026
0

Kabar5News - Menonton film di bioskop selama ini identik dengan gedung besar, pusat perbelanjaan, dan kawasan perkotaan. Namun, konsep tersebut...

Empat Musim Pertiwi, Film Berlatar Bromo yang Menembus Festival Dunia

Empat Musim Pertiwi, Film Berlatar Bromo yang Menembus Festival Dunia

by Fajar Novryanto
10 September 2026
0

Kabar5News - Lanskap Bromo kembali mendapat tempat di panggung perfilman internasional melalui film Empat Musim Pertiwi karya sutradara Kamila Andini....

“The Wizard of Oz” Film Klasik dengan Dunia Fantasi yang Ikonik

“The Wizard of Oz” Film Klasik dengan Dunia Fantasi yang Ikonik

by Fajar Novryanto
4 September 2026
0

Kabar5News - Ketika Dorothy membuka pintu rumahnya dan melihat dunia Oz yang penuh warna, penonton seolah dibawa masuk ke tempat...

Warga Rusun 609, Film Horor Komedi dengan Teror dari Kamar 609

Warga Rusun 609, Film Horor Komedi dengan Teror dari Kamar 609

by Fajar Novryanto
3 September 2026
0

Kabar5News - Bayangkan tinggal di sebuah rumah susun yang sudah ramai dengan berbagai persoalan, lalu tiba-tiba muncul teror dari sebuah...

Dago Dairy Resmi Tutup, Ini Cerita di Baliknya

Dago Dairy Resmi Tutup, Ini Cerita di Baliknya

by Fajar Novryanto
2 September 2026
0

Kabar5News - Berakhirnya operasional Dago Dairy di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, bukan hanya cerita tentang sebuah peternakan yang tutup. Keputusan...

Next Post
Profil Sandra Dewi, Istri Harvey Moeis Minta Hartanya yang Disita Negara Dikembalikan

Profil Sandra Dewi, Istri Harvey Moeis Minta Hartanya yang Disita Negara Dikembalikan

Lima Negara yang Diprediksi Akan Punah Akibat Dua Arus Besar Zaman

Lima Negara yang Diprediksi Akan Punah Akibat Dua Arus Besar Zaman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

TNI AD Bekali 228 Perwira Pengetahuan Siber dan Informasi Hadapi Perang Modern

TNI AD Bekali 228 Perwira Pengetahuan Siber dan Informasi Hadapi Perang Modern

25 September 2026
Tenis Kembali Naik Daun dan Mulai Jadi Bagian dari Gaya Hidup Aktif

Tenis Kembali Naik Daun dan Mulai Jadi Bagian dari Gaya Hidup Aktif

25 September 2026
  • 599 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In