Kabar5News – Fenomena pengguna aktif medsos bikin video Reels berbagai niche makin heboh akhir-akhir ini, sebab potensi penghasilan yang diperoleh besar.
Bayangkan saja, berbekal membuat video pendek dengan durasi minimal 10 detik sudah bisa menghasilkan uang yang diukur berdasarkan kriteria tertentu.
Setiap kali konten diupload di Instagram, Facebook, saat memenuhi syarat utama yang telah ditentukan. Umumnya langsung mendapatkan cuan.
Penghasilan video Reels biasanya berada pada kisaran $0,01 hingga $10 per 1000 tayangan atau views. Kreator rata-rata mampu membukukan penghasilan antara $4 sampai $6, tergantung lokasi, niche, tingkat interaksi dengan audiens.
Sebenarnya, ada berbagai cara untuk menerima penghasilan fantastis dari ReelS contohnya berupa iklan overlay atau dikenal sebagai iklan transparan pada video, program bonus Reels berupa insentif berdasarkan jumlah tayangan
Ada juga sistem brand partnership merupakan konten bersponsor yang bisa menghasilkan $10 hingga $10.000 setiap unggahan, sesuai jumlah pengikut. Sumber penghasilan lainnya berupa afiliasi serta penjualan produk.
Sekilas memang terlihat menggiurkan, namun perlu diingat bahwa kreator jangan asal membuat konten seadanya, karena belum tentu disukai Reels.
Jenis-Jenis Konten yang Disukai Reels
Setiap video yang dibuat atau diunggah, setidaknya masuk dalam tipe jenis konten disukai Reels. Supaya bisa menjangkau lebih banyak audiens dan disukai algoritma Facebook.
Lantas, apa sajakah itu? Berikut rinciannya berdasarkan hasil penelusuran informasi dari Facebook Arriie dikutip pada Senin, (13/4/2026).
1. Konten Video Pendek
Facebook biasanya jatuh cinta pada video singkat yang langsung to the point, durasi paling tidak 15 sampai 30 detik, algoritma menyukainya karena penonton biasanya menonton sampai habis.
Dengan kata lain retensi tinggi sama dengan jangkauan naik. Maka dari itu, gunakan hook 3 detik pertama, lalu akhiri memakai call to action.
2. Konten yang Memakai Interaksi
Konten berkualitas bukan sekedar banyak like saja, tapi ada komentar dan share juga.
Karena algoritma menilai postingan yang memicu percakapan sebagai konten bernilai tinggi.
Semakin banyak interaksi, maka jangkauan semakin luas. Contohnya tanya opini, buat polling, mengajukan pertanyaan yang bisa memancing cerita.
3. Story Harian
Story memiliki efek menghangatkan hubungan dengan audiens, makin sering mereka engage pada story, maka akan sering feed Anda muncul.
Bagaimanapun juga story membantu membangun kedekatan serta konsistensi. Tips mudahnya Anda bisa menggunakan stiker interaktif, kuis maupun behind the scene.
4. Konten Edukatif atau Solutif
Konten yang disajikan harus membantu menyelesaikan masalah, mudah disimpan maupun dibagikan.
Sehingga algoritma menilainya sebagai konten berguna, sebab semakin banyak save dan share maka performanya bertambah kuat.
Contoh berupa tips singkat, tutorial, life hack yang relevan.
5. Konten Autentik dan Relatable
Konten yang terasa real akan membuat penonton lebih lama bertahan, audiens merasa dekat dan terhubung, endingnya Facebook menganggapnya layak direkomendasikan.
Contohnya berupa cerita pribadi, pengalaman nyata, behind the scene.
Algoritma itu seperti teman, kalau kreator tahu apa yang disukai, maka hubungan makin dekat. Mulai saja dengan satu jenis konten di atas, konsisten dan lihat hasilnya.












