Kabar5News – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memastikan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi hibah dari Pemerintah Italia akan tiba di Indonesia pada 20 September 2026. Kehadiran kapal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan maritim nasional sekaligus meningkatkan kesiapan operasi non-tempur, termasuk misi kemanusiaan.
Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan (Dirjen Kuathan) Kemhan RI, Marsekal Muda TNI H. Haris Haryanto, mengatakan proses penerimaan kapal terus dipersiapkan, termasuk pembangunan fasilitas pendukung di dalam negeri.
“Kemudian, rencana kedatangan kapal pada tanggal 20 September 2026,” ujar Haris dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Sebagai pangkalan utama, pemerintah menyiapkan Teluk Ratai, Lampung, yang saat ini tengah dibangun untuk mendukung operasional kapal induk tersebut. Menurut Haris, progres pembangunan fasilitas pelabuhan telah mencapai sekitar 76 persen.
“Dari sisi penerimaan, kita juga menyiapkan fasilitas pelabuhan yang saat ini disiapkan di Teluk Ratai, Lampung,” jelasnya.
Pemilihan Teluk Ratai dinilai strategis karena kawasan tersebut telah lama menjadi salah satu pusat aktivitas latihan militer TNI Angkatan Laut. Perairan Teluk Ratai sebelumnya digunakan sebagai lokasi Latihan Bersama CARAT 2024 yang melibatkan prajurit TNI AL dan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC). Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi markas Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 8 Korps Marinir TNI AL.
Kemhan menilai hibah kapal induk dari Italia tidak hanya memperkuat postur pertahanan Indonesia, tetapi juga memberikan keuntungan dari sisi efisiensi anggaran. Dengan skema hibah, pemerintah tidak perlu mengalokasikan anggaran besar untuk pengadaan kapal baru sehingga proses modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dapat berlangsung lebih cepat.
Menurut Haris, kehadiran Giuseppe Garibaldi diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pertahanan maritim Indonesia sekaligus mendukung berbagai operasi selain perang, seperti bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan misi evakuasi apabila dibutuhkan.
Rencana penerimaan kapal induk tersebut juga telah memperoleh persetujuan Komisi I DPR RI. Dalam rapat kerja bersama Kemhan dan TNI, Komisi I menyetujui hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia kepada Kementerian Pertahanan RI dengan nilai 54.022.426,67 euro.
Persetujuan tersebut menjadi langkah penting dalam proses pengalihan kapal ke Indonesia sekaligus menandai penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Italia, khususnya dalam modernisasi kemampuan pertahanan maritim nasional.











