Kabar5News – Asam urat atau gout biasanya identik dengan serangan nyeri maupun pembengkakan pada area persendian. Namun, perlu diingat bahwa seseorang yang terkena ini bisa picu sakit jantung juga.
Dampak tersebut sudah didukung oleh banyak penelitian yang menyatakan bahwa penderita asam urat berisiko mengalami sakit jantung termasuk arteri koroner, gagal jantung, aritmia.
Melansir dari Harvard Health Publishing, kaitan antara asam urat serta penyakit jantung memang kompleks. Tapi, ada penjelasan lebih masuk akal berkaitan dengan adanya beberapa faktor risiko yang sama.
“Ketika berbicara tentang langkah yang bisa dilakukan, terutama faktor gaya hidup seperti pola makan, apa yang baik untuk gout juga baik untuk jantung Anda,” ungkap Dr. Robert Shmerling, editor senior Harvard Health Publishing dan mantan kepala klinis Divisi Reumatologi Beth Israel Deaconess Medical Center, dikutip dari CNBC (21/8/2026).
Keterkaitan Asam Urat dengan Sakit Jantung
Faktor genetik serta kondisi kesehatan turut mempengaruhi korelasi antara asam urat dengan sakit jantung. Shmerling mengungkapkan bahwa sebagian besar pengidap gout umumnya punya satu dari beberapa kondisi tertentu seperti obesitas, hipertensi, diabetes.
“Beberapa kondisi dapat meningkatkan kadar asam urat dan membuat Anda berpotensi mengalami gout, dan sebagian diantaranya juga merupakan faktor risiko penyakit jantung,” ucap Shmerling.
Dengan demikian asam urat dan masalah kardiovaskular tidak berdiri sendiri, melainkan ada faktor metabolik yang menyertainya.
Sehingga penderita gout bukan sekedar fokus pada penanganan nyeri sendi, tetapi pengobatan harus tepat waktu serta perubahan terhadap gaya hidup. Jika konsisten, maka jantung tetap sehat.
Tips Mengendalikan Asam Urat
Efek terkena asam urat bisa meluas hingga memicu sakit jantung jika tidak ditangani dengan baik. Ada beberapa tips mudah bisa Anda lakukan untuk mengendalikan efek buruk bagi tubuh.
1. Pengaturan Pola Makan dengan Diet Rendah Purin
Hindari jeroan: Batasi usus, hati, limpa, paruh, dan babat.
Batasi seafood: Hindari kerang, kepiting, udang, sarden, dan teri.
Kurangi daging merah: Batasi porsi daging sapi, kambing, dan babi.
Hindari pemanis fruktosa: Jauhi minuman bersoda dan makanan manis.
Stop alkohol: Hindari bir karena memicu penumpukan asam urat.
Pilih karbohidrat kompleks: Konsumsi gandum utuh, beras merah, dan sayuran.
2. Hidrasi dan Berat Badan
Minum air putih: Konsumsi minimal 2 liter atau 8 gelas sehari.
Bilas asam urat: Air membantu ginjal membuang zat sisa lewat urine.
Turunkan berat badan: Obesitas meningkatkan produksi asam urat tubuh.
Jaga berat ideal: Berat badan stabil mengurangi tekanan pada sendi.
3. Aktivitas Fisik dan Gaya Hidup
Olahraga teratur: Lakukan olahraga intensitas ringan seperti jalan kaki atau berenang.
Hindari olahraga berat: Jangan berolahraga berlebihan saat sendi sedang meradang.
Kelola stres: Stres kronis dapat memicu kekambuhan gejala.
4. Penanganan Saat Serangan Nyeri Datang
Kompres dingin: Tempelkan es dibungkus kain pada sendi bengkak selama 20 menit.
Istirahatkan sendi: Kurangi pergerakan pada bagian tubuh yang meradang.
Tinggikan posisi sendi: Ganjal kaki atau tangan yang sakit dengan bantal.
5. Pengobatan Medis Dokter
Pereda nyeri: Gunakan obat anti radang sesuai petunjuk dokter medis.
Penurun asam urat: Konsumsi obat seperti allopurinol untuk jangka panjang.
Patuhi anjuran: Jangan menghentikan atau meminum obat tanpa pengawasan dokter.










