Kabar5News – Kasus pelecehan seksual verbal yang melibatkan belasan mahasiswa Fakultas Hukum UI serta beredarnya video aktivitas OSD HMT ITB yang menyanyikan lagu tidak senonoh, akhir-akhir ini membanjiri berbagai laman media sosial.
Persoalan tersebut memantik rasa khawatir orang tua terhadap anak-anaknya, jangan sampai menjadi korban perilaku tidak terpuji.
Kasus pelecehan seksual bisa menimpa semua usia mulai anak-anak, remaja hingga dewasa. Yang mana, bisa mengarah pada verbal maupun non verbal dan lainnya.
Peran orang tua memang sangat krusial dalam membentengi anak-anaknya supaya tidak terjerumus pada kebiasaan yang menyesatkan.
Melalui pengawasan konsisten serta ikatan emosional kuat, orang tua akan mampu memberikan benteng maksimal untuk buah hati supaya tidak pernah terkena pelecehan seksual.
Ada berbagai peran orang tua yang bisa mulai diterapkan, supaya buah hati tidak terkena pelecehan seksual.
Apa sajakah itu? Simak uraian singkat berikut yang dirangkum dari hasil informasi berbagai sumber.
1. Memberikan Pendidikan Seksual Sejak Dini
Mengajarkan anak tentang organ tubuh, nama-nama ilmiah organ intim, serta bagian tubuh yang tidak boleh dilihat atau disentuh orang lain (area pakaian dalam).
2. Membangun Komunikasi Terbuka
Menciptakan suasana rumah yang nyaman agar anak tidak takut bercerita. Orang tua harus menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi.
3. Mengajarkan Batasan
Memberi pemahaman bahwa anak berhak berkata “tidak” pada sentuhan yang membuat tidak nyaman, bahkan dari orang terdekat. Selain itu berani berteriak dan lari termasuk cara mengajarkan batasan.
4. Orang Tua Memantau Penggunaan Gawai Anak
Memantau aktivitas internet anak untuk mencegah kekerasan seksual berbasis online.
Sebab, saat ini pelakunya sangat canggih dalam memanfaatkan kemajuan digital, bisa melalui game, lagu, aplikasi lain, chat dan masih banyak lagi lainnya.
5. Mengenali Tanda-tanda Perubahan Perilaku
Waspada jika anak tiba-tiba murung, ketakutan, atau menolak bertemu orang tertentu, yang bisa menjadi indikasi trauma atau pelecehan.
6. Edukasi Etika dan Empati
Mencegah anak menjadi pelaku dengan menanamkan nilai-nilai penghormatan terhadap orang lain, etika berkomunikasi, dan pemahaman tentang batasan tertentu.










