Kabar5News – Sering kita mendengar nama Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dari berbagai nara sumber. Terletak di ujung paling barat Pulau Jawa, wilayah ini merupakan situs warisan dunia UNESCO. Namun tak banyak yang tahu, serpihan surga dunia ini yang menawarkan kombinasi sempurna antara hutan hujan tropis yang lebat, pantai berpasir putih yang murni, dan kekayaan biodiversitas yang sangat jarang ditemukan di belahan dunia lain.
Jika Anda mencari pelarian dari hiruk-pikuk kota, Ujung Kulon adalah jawaban yang bisa diberikan oleh alam. Berikut hal ajaib yang bisa ditemui di TNUK:
1. Pulau Peucang, pantai jernih di jantung rimba

Salah satu magnet utama di kawasan ini adalah Pulau Peucang. Begitu kapal bersandar di dermaganya, Anda akan disambut oleh gradasi air laut biru toska yang sangat jernih. Pasir putihnya sehalus bedak, menggoda siapa pun untuk sekadar duduk santai atau snorkeling menikmati terumbu karang yang masih terjaga.
Menariknya, di Pulau Peucang, interaksi dengan satwa liar terjadi secara alami. Jangan kaget jika saat Anda berjalan menuju penginapan, rombongan rusa, monyet ekor panjang, hingga babi hutan melintas dengan santai. Mereka adalah “tuan rumah” yang ramah, selama kita tidak mengganggu habitat mereka.
2. Pohon Kiara, pohon raksasa dengan akar gantung

Masuk lebih dalam ke jalur trekking di sekitar pantai, Anda akan menemukan pohon Kiara raksasa. Pohon ini bukan sembarang tumbuhan; ia adalah jenis pohon pencekik (strangler fig) yang telah hidup selama ratusan tahun.
Akar-akarnya yang besar menjalar dan melilit, menciptakan struktur artistik yang megah sekaligus sedikit mistis. Berdiri di bawah naungan tajuknya yang masif akan membuat siapa pun merasa betapa kecilnya manusia di hadapan kekuatan alam.
3. Savana Cidaun, “Little Africa” di Banten

Tak jauh dari dermaga Peucang, dengan menyeberang sedikit ke daratan utama Jawa, terdapat Savana Cidaun. Padang rumput luas ini memberikan nuansa seperti berada di Afrika.
Dari balik menara pandang yang disediakan petugas, jika beruntung pengunjung bisa menyaksikan kawanan banteng (Bos javanicus) yang sedang merumput di sore hari. Selain banteng, terdapat juga rusa dan burung merak yang memamerkan ekor indahnya sering kali terlihat melintas di antara rerumputan tinggi.
4. Badak Jawa, legenda yang ikonik

Tentu saja, membicarakan Ujung Kulon tak lengkap tanpa menyebut Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Sebagai salah satu mamalia paling langka di dunia, melihat badak bercula satu ini secara langsung adalah sebuah keberuntungan yang sangat langka.
Meski area intinya sangat dijaga ketat untuk konservasi, keberadaan mereka menjadi pengingat betapa krusialnya peran Ujung Kulon sebagai benteng terakhir pertahanan spesies yang terancam punah ini.
Hal menarik lainnya adalah Sungai Cigenter. Bagi penyuka ketenangan, aktivitas canoeing di Sungai Cigenter akan memberikan sensasi seperti menyusuri Sungai Amazon, dengan dahan-dahan pohon yang menunduk ke arah air dan suara kicauan burung hutan yang menenangkan.

Tips Berkunjung:
Waktu Terbaik: Bulan April hingga September (musim kemarau).
Persiapan: Bawa lotion anti-nyamuk, sunblock, dan pastikan kondisi fisik prima untuk trekking.
Etika: Selalu bawa pulang sampah Anda.










