Kabar5news
Kamis,30 April , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Malam Selikuran, Tradisi Menjemput Lailatul Qadar di Jantung Jawa

Para wali menggunakan tradisi ini sebagai sarana dakwah yang persuasif

Kurt Morrison by Kurt Morrison
13 Maret 2026
in HIBURAN
0
Malam Selikuran, Tradisi Menjemput Lailatul Qadar di Jantung Jawa

Ilustrasi Malam Selikuran. Gambar: Gemini AI

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Memasuki fase sepuluh hari terakhir Ramadan, atmosfer di 2 kota pusat kebudayaan Jawa yakni Solo dan Yogyakarta mengalami perubahan yang magis. Di saat masyarakat mulai sibuk dengan persiapan mudik dan belanja lebaran, keraton dan warga setempat justru bersiap menyambut salah satu tradisi paling sakral dalam kalender Islam-Jawa: Malam Selikuran.

Malam Selikuran adalah sebuah manifestasi budaya yang mempertemukan kedalaman spiritualitas Islam dengan keagungan tradisi keraton yang telah terjaga selama berabad-abad.

RELATED POSTS

3 Alasan Mengapa ‘Para Perasuk’ Jadi Film yang Patut Diantisipasi Setelah Sukses di Sundance Festival

Bikin Takjub! Ini Hal Ajaib yang Hanya Bisa Anda Temukan di Taman Nasional Ujung Kulon

​Nama “Selikuran” berasal dari kata selikur dalam bahasa Jawa yang berarti dua puluh satu. Tradisi ini diselenggarakan setiap malam ke-21 Ramadan sebagai penanda dimulainya sepuluh hari terakhir bulan suci.

Secara historis, Malam Selikuran diyakini telah ada sejak zaman Sultan Agung dari Kerajaan Mataram Islam. Namun, akarnya sering kali ditarik lebih jauh ke masa Wali Songo. Para wali menggunakan tradisi ini sebagai sarana dakwah yang persuasif. Untuk mengajak masyarakat giat beribadah di penghujung Ramadan, mereka mengemas momen “berburu” Lailatul Qadar dengan perayaan yang melibatkan kegembiraan rakyat, sedekah makanan, dan cahaya obor.

Prosesi Kirab dan Ribuan Tumpeng

Puncak dari Malam Selikuran adalah prosesi kirab atau pawai yang memikat mata. Di Solo, misalnya, ribuan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta mengenakan pakaian adat lengkap, berjalan kaki mengiringi tumpeng-tumpeng yang ditata rapi.

Rombongan ini biasanya dilepas dari Bangsal Ponconiti menuju Masjid Agung atau Taman Sriwedari. Yang membuat suasana terasa sangat syahdu adalah ribuan obor atau lampion yang dibawa oleh para peserta kirab.

Di akhir perjalanan, tumpeng-tumpeng tersebut, yang disebut Tumpeng Sewu, didoakan oleh para ulama keraton. Doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, keberkahan bagi pemimpin, dan harapan agar seluruh umat Muslim dipertemukan dengan kemuliaan malam Lailatul Qadar.

Setelah doa selesai, tumpeng tersebut dibagikan kepada masyarakat yang telah menunggu sejak sore. Momen berebut berkah tumpeng ini menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan.

​Setiap elemen dalam Malam Selikuran memiliki makna filosofis yang mendalam. Obor yang menyala bukan hanya berfungsi sebagai alat penerang jalan. Dalam konteks spiritual, obor melambangkan hidayah atau cahaya Tuhan yang diharapkan menerangi jalan hidup manusia yang penuh kegelapan dan dosa.

Sementara itu, nasi tumpeng yang berbentuk kerucut melambangkan hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Pencipta (Hablum Minallah). Bentuknya yang mengarah ke atas mengingatkan manusia untuk selalu memusatkan tujuan hidupnya kepada Yang Maha Kuasa, terutama di malam-malam ganjil Ramadan yang penuh rahasia tuhan.

Bagi masyarakat Jawa, Malam Selikuran adalah cara mereka memuliakan Ramadan, sebuah perpaduan antara kerendahan hati manusia di hadapan Tuhan dan keluhuran budi di hadapan sesama.

Tags: Bulan Suci RamadhanLailatul QadarMalam SelikuranRamadhan 2026SoloYogyakarta
Previous Post

Skill dan Tools Kreator untuk Bikin Konten Viral di Wefluence

Next Post

Lebaran 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Perbandingan Versi Muhammadiyah, Pemerintah, NU, dan Tarekat

Kurt Morrison

Kurt Morrison

Related Posts

3 Alasan Mengapa ‘Para Perasuk’ Jadi Film yang Patut Diantisipasi Setelah Sukses di Sundance Festival

3 Alasan Mengapa ‘Para Perasuk’ Jadi Film yang Patut Diantisipasi Setelah Sukses di Sundance Festival

by Kurt Morrison
27 April 2026
0

Kabar5News – Sinema Indonesia makin mendunia! Film bergenre thriller-horor bertajuk “Para Perasuk”, dengan judul internasional “The Possessor”, sudah tayang di...

Bikin Takjub! Ini Hal Ajaib yang Hanya Bisa Anda Temukan di Taman Nasional Ujung Kulon

Bikin Takjub! Ini Hal Ajaib yang Hanya Bisa Anda Temukan di Taman Nasional Ujung Kulon

by Kurt Morrison
26 April 2026
0

Kabar5News – Sering kita mendengar nama Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dari berbagai nara sumber. Terletak di ujung paling barat...

Dr. Moewardi, Sosok Dokter Rakyat dan Pahlawan

Dr. Moewardi, Sosok Dokter Rakyat dan Pahlawan

by Kurt Morrison
25 April 2026
0

Kabar5News - Bagi warga Surakarta dan sekitarnya, RSUD Dr. Moewardi sudah tidak asing lagi. Rumah sakit ini merupakan pusat rujukan...

Presiden Prabowo Dorong Penambahan Konser K-Pop di Indonesia

Presiden Prabowo Dorong Penambahan Konser K-Pop di Indonesia

by Fajar Novryanto
23 April 2026
0

Kabar5News - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berencana mendorong peningkatan jumlah konser K-Pop di Indonesia sebagai bagian dari kerja sama...

12 Tahun Voice of Baceprot, Rayakan Simbol Perlawanan dan Harapan dari Garut ke Panggung Dunia

12 Tahun Voice of Baceprot, Rayakan Simbol Perlawanan dan Harapan dari Garut ke Panggung Dunia

by Kurt Morrison
22 April 2026
0

Kabar5News – Siapa sangka, berawal dari studio kecil di pelosok Garut, Jawa Barat, sebuah unit metal yang digawangi oleh tiga...

Next Post
Lebaran 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Perbandingan Versi Muhammadiyah, Pemerintah, NU, dan Tarekat

Lebaran 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Perbandingan Versi Muhammadiyah, Pemerintah, NU, dan Tarekat

Prabowo Bentuk Satgas Pembiayaan Taman Nasional, Dorong Pengelolaan Berkelanjutan

Prabowo Bentuk Satgas Pembiayaan Taman Nasional, Dorong Pengelolaan Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Cara Tercepat Bikin Konten di TryBuzzer untuk Pemula

Cara Tercepat Bikin Konten di TryBuzzer untuk Pemula

30 April 2026
Peradilan Militer Bukan Benteng Impunitas, Pakar Tegaskan Dasar Hukumnya Jelas

Peradilan Militer Bukan Benteng Impunitas, Pakar Tegaskan Dasar Hukumnya Jelas

29 April 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In